
Zil memotong seluruh kupu-kupu yang terbang padanya sementara Wisteria hanya berdiri siaga.
"Pasukan elit kekaisaran Wisteria... aku mendapatkan lawan yang menarik," kata Zil.
Zil menusukan pedangnya dan itu memanjang layaknya seekor ular yang mengincar targetnya, Wisteria menahan dengan punggung pedangnya membuatnya terdorong menembus satu rumah.
"Pedangku ini sangat istimewa, ara... benar-benar indah."
Walau pria, Zil bertingkah seperti seorang gadis pemalu. Dia melanjutkan.
"Aku sangat membenci gadis sepertimu, rambut yang indah dan juga kulit yang bagus.. kau pasti banyak tidur dengan pria."
Itu adalah pernyataan yang mengejutkan bagi seorang yang belum berpengalaman.
"Hah?"
"Maafkan aku sepertinya kau masih perawan."
"Akan kubunuh orang syaraf sepertimu."
Wisteria melesat maju, pedang Zil mulai memanjang kembali untuk mengincar musuhnya, berbeda dengan serangan sebelum ujung pedang itu kini mulai terus mengikuti Wisteria kemana pun dia pergi.
Dia melompat ke rumah dan 'Bam' setiap bangunan hancur terbelah dua.
Sementara Zil tertawa Wisteria berguling ke tanah selagi menangkis serangan.
"Percuma, percuma, kau tidak bisa kabur dari jeratan pedangku... ini akan selalu terarah pada target yang kutentukan dan jika kau berfikir bahwa pedangku memiliki batas itu semua omong kosong... pedang ini bisa memanjang ratusan meter."
__ADS_1
Wisteria mengatupkan giginya sebelum berlari ke arah Zil, menghindarinya sudah tidak berguna lagi, menyerangnya dari depan sesuatu yang mutlak dilakukan.
Wisteria mengayunkan pedangnya selagi menghindarinya, ujung pedang Zil berbelok benar-benar elastis, dia mengincar bagian belakang kepalanya.
Wisteria yang menyadari di detik-detik akhir menunduk dan pedang itu mengenai sedikit pipi Zil.
"Sial.. kau merusak wajah cantikku."
Wisteria hendak mengayunkan pedangnya dari bawah dengan sikap tangan memegang pedang yang tersarung.
Pedang Zil memendek dengan cepat untuk menahan tebasan Wisteria hingga keduanya tertahan satu sama lain dimana bisa saling merasakan hembusan nafas masing-masing.
"Hampir saja."
Wisteria menjulurkan lidahnya untuk mengirim jarum menusuk kening Zil.
Itu hanya sedikit trik yang dilakukan oleh Wisteria saat Lion menyarankannya untuk tidak terlalu fokus dalam serangan langsung. Musuh cenderung bisa mengantisipasi serangan yang terlihat dengan mata mereka berbanding terbalik dengan serangan dadakan yang tidak bisa diantisipasi oleh musuh.
Zil mulai kehilangan kekuatan pada tangannya, pedangnya jatuh ke tanah begitu juga dirinya yang berlutut tanpa daya.
"Racun pelumpuh, tak kusangka pasukan elit begitu hina."
"Demi melindungi kekaisaran aku akan melakukan apapun untuk melakukannya, sekarang katakan padaku di mana Henos berada?"
"Sayang sekali aku tidak akan mengatakan apapun padamu, dan juga aku masih belum kalah."
Zil menggunakan gerbang iblisnya, setelah menyelimuti tubuhnya dengan bercak hitam akhirnya dia berubah jadi iblis sempurna... lehernya mulai memanjang dan langsung menyerang Wisteria dengan kecepatan luar biasa.
__ADS_1
Wisteria menahan mulut itu dengan pedangnya sementara dirinya di angkat ke udara kemudian dibanting ke atap bangunan berulang kali sebelum terlepas menghantam sebuah patung yang berdiri di atas sebuah kolam kecil.
Kepala Zil tertawa.
"Haha inilah kekuatanku sesungguhnya bahkan saat tubuhku tidak bisa bergerak aku tetap kuat."
Wisteria membuang darah dari mulutnya sebelum bangkit menyerang, tubuhnya dihantam kepala Zil hingga dia kembali menembus bangunan.
Saat Zil memeriksa keadaan musuhnya, Wisteria telah menghilang digantikan sebuah kupu-kupu.
"Kemana dia?"
Ketika Zil kebingungan Wisteria telah melompat dari samping mengayunkan pedangnya dari atas untuk memenggal kepalanya.
"Graaaahh... sialan kau."
"Berisitirahatlah dengan tenang."
"Haha walau kau berhasil membunuhku, kau tidak akan tahu keberadaan Henos."
Wisteria tersenyum saat kupu-kupu berterbangan dari tubuhnya.
"Jangan khawatir para kupu-kupu ini telah mengambil ingatanmu, aku hanya harus mencarinya sendiri."
"Kau memang luar biasa, Wisteria... kau bahkan bisa berpindah tempat dengan kupu-kupumu.."
Setelah itu suara Zil tak terdengar lagi.
__ADS_1