Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 59 : Kemunculan Raksasa Titan


__ADS_3

Di dalam penginapan aku mulai menyerap kekuatan dari dua bola kekuatan sihir dunia tanah dan angin hingga kini tiga kekuatan berhasil kudapatkan.


Untuk angin aku meminta Rosvalia untuk mengambilnya serta memberikannya padaku sebagai persyaratan yang sebelumnya kuberikan padanya.


Sebelum kerajaan mengetahui hal ini kami akan segera pergi meninggalkan wilayah ini namun sayangnya mereka lebih cepat dari yang kuduga.


Bersama para pasukannya pangeran sebelumnya yang kalah denganku berhasil mengepung kami dari segala arah.


Aku menarik pedang Rion dari pinggangku.


"Apa-apaan ini semua?"


Si pangeran tertawa.


"Kau ditangkap karena kasus pembunuhan penjual budak Jones serta penculikan terhadap keluarga kerajaan."


Dia membunuh Jones dan melimpahkan kesalahannya padaku.


Aku melirik ke arah Rosvalia dan Alice, mereka jelas tidak mengetahui hal ini.


"Aku tidak diculik siapapun, aku sudah meninggalkan pesan bahwa aku akan pergi dari kerajaan ini."


"Pesan? Kami tidak mendapatkannya."


Nada kebohongannya terlihat jelas.


Valentine berbisik ke arahku.


"Kita dalam posisi tidak menguntungkan, kerajaan ini memiliki hubungan dengan negeri api, walau kita meloloskan diri kita tidak akan bisa secara leluasa berada di sana."


"Kita rubah rencana, bawa semuanya keluar dari kota dulu dan tunggu aku di sana."


"Aku mengerti."


"Harty."


"Laksanakan."

__ADS_1


Dia berubah menjadi naga lalu membawa semuanya pergi keluar kota, ini malam hari karena itu mereka bisa menghilang dengan mudahnya.


"Hoh, kau tidak melarikan diri juga seperti mereka? Apa kau ingin menembus kesalahan mereka juga, kuperingatkan walau kau memakai topeng aku sudah mengenali wajahmu. Aku bisa menggambarnya lalu menempelkannya di seluruh kerajaan lain hingga semua orang mengincarmu."


Rion menambahkan.


"Itu benar Lion, sekarang kau tidak memiliki alasan lagi menutupi wajahmu lagipula kau kini dikelilingi wanita juga, rencana menyembunyikan wajahmu selamanya sudah gagal sejak awal."


"Kalau begitu aku tidak perlu menggunakannya lagi."


Aku melepaskan topengku lalu menyimpannya di dalam penyimpananku kalau-kalau suatu hari aku akan menggunakannya lagi


Pada akhirnya aku akan bertarung dengan dunia ini secara langsung.


"Serang dia."


Para penjaga melesat ke arahku selagi mengirim ujung tombak mereka yang tajam, aku menghindari mereka satu persatu selagi memberikan serangan balasan.


Hal yang tidak kuterima adalah orang ini telah membunuh Jones demi rencananya bisa berhasil, karena itulah aku akan membalaskan dendamnya.


Aku menumbangkan seluruh prajurit dan langsung melesat ke arah pangeran tersebut sebelum bilah pedang akan menembusnya seorang berdiri di depannya lalu menangkap pedangku hingga menembus lengannya.


Rion berteriak.


"Dia Titan."


Bersamaan perkataan Rion, tubuhnya tiba-tiba mengeluarkan asap selanjutnya terdengar seperti sebuah ledakan hingga aku maupun pangeran itu terhempas ke belakang menabrak bangunan.


Aku bangun selagi menjauhkan puing-puing yang menimpaku, di sisi lain pangeran yang juga terkejut hanya bisa membuka mulutnya tak percaya.


"Ba-bagaimana bisa?"


Raksasa pria itu setinggi 60 meter dengan pakaian longgar serta berambut panjang.


Sepertinya pakaian itu dibuat dengan sihir juga.


"Apa dia akan memakan manusia?"

__ADS_1


"Tidak, mereka hanya memakan apapun yang tumbuh di tanah, akan tetapi bukan berarti dia tidak akan membunuh manusia."


"Tidak, tidak, aku tidak mau mati... tidak."


Tangan besarnya menangkap pangeran tersebut selanjutnya dia membantingnya ke salah satu bangunan hingga tubuhnya bercerai berai.


Aku bisa melihat potongan daging dan tulang berserakan ke segala arah.


"Sepertinya dia mendekati pangeran sebagai anak buah untuk menghancurkan seluruh manusia yang ada di sini."


"Sudah jelas begitu, era peperangan sesungguhnya di mulai sekarang haha aku yakin para dewa-dewi sedang kebingungan."


"Aku bisa membayangkannya," kataku lemas.


"Bagaimana, mau menolong manusia di sini atau pergi saja? Kita tidak memihak siapapun jadi mereka mati atau tidak bukan urusan kita."


Orang-orang mulai berlarian ke sana kemari dengan ketakutan, beberapa bangunan hancur lebur hingga menimpa orang-orang di bawahnya.


Hanya dengan gerakan kecil itu bisa membunuh ratusan orang.


Ada seorang anak kecil yang jatuh dari gendongan ibunya saat tangan besar itu akan meninjunya aku menahannya dengan pedangku.


"Sudah kuduga, aku tidak bisa membiarkan hal ini begitu saja."


Ibu yang menjatuhkan anak tersebut segera berlari kembali untuk merangkul putrinya.


"Terima kasih banyak."


"Pergilah dari sini."


"Baik."


Aku mendorong pedangku hingga tangan raksasa itu terhempas ke belakang.


"Maaf saja, di masa lalu ras Titan memang tidak bersalah tapi aku tidak akan membiarkan kau membunuh orang-orang yang tidak bersalah juga."


Lagipula tanah yang mereka miliki adalah benua manusia bukan benua ini.

__ADS_1


Tanpa sadar aku menyeringai senang.


__ADS_2