Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 70 : Tujuh Dosa Mematikan


__ADS_3

Nightmare menyingungkan senyuman puas, dia pasti sudah bersenang-senang selama ini.


"Untuk gadis kecil kau tidak takut padaku."


"Kenapa harus takut, orang hanya takut pada sesuatu yang mereka tidak ketahui sementara aku tahu apa yang sedang kau lakukan ini? Bagaimana rasanya menikmati ditiduri banyak pria dan memakan jantung mereka."


"Sepertinya kau memang mengetahuinya. Ini hanya untuk mendapatkan kemampuanku yang terakhir saja, dengan ini Pride, Greed, Envy, Wrath, Gluttony, Sloth dan juga Lust semuanya telah kudapatkan."


"Nama lain dari tujuh dosa mematikan kah, sombong, tamak, iri hati, marah, rakus, malas dan juga nafsu... jadi apa yang akan kau dapatkan setelah memilikinya?"


"Sesuatu yang bagus yang akan membuatku jadi pengguna sihir terlarang terkuat di dunia ini."


"Jadi begitu, yah... aku tidak tertarik dengan apa yang kau inginkan, apa kau akan membunuhku sekarang?"


"Sepertinya aku tidak ingin mengambil resiko terlebih ketika ada gerbang mengerikan di belakangmu."

__ADS_1


"Untuk orang memiliki salah satu dosa kesombongan kau cukup rendah hati, biar aku beri tahu cara yang lebih mudah dibandingkan melakukan hal yang merepotkan seperti apa yang sekarang kau lakukan."


"Memangnya ada yang lain."


"Jika itu aku, aku akan membunuh orang yang memiliki masing-masing dosa tersebut dan mengambilnya."


"Ada cara seperti itu juga rupanya, kurasa sudah terlambat untuk mengambilnya."


Nightmare berbalik lalu berjalan pergi membelakangiku selagi melambaikan tangan.


"Tujuanku adalah benua manusia jadi aku akan pergi. Sampai nanti lain kali aku pasti akan membunuhmu jika bertemu lagi."


Aku sekali lagi memperhatikan patung Via, dia memang masih hidup, ini bukan sihir yang kuat seperti sihir es keabadian milik Dewa Titan kendati demikian perlu usaha juga untuk mencairkannya.


Aku memikirkannya sejenak.

__ADS_1


Penduduk ini telah baik padaku, aku pikir aku akan membalasnya dengan menyelamatkan mereka.


"Kuharap kau akan bersabar Via."


Semenjak itu aku mulai pergi berpetualang, aku mulai mengambil kekuatan yang sama seperti Nightmare hanya saja dengan metode yang berbeda.


Ketika aku mendapat skill tujuh dosa, aku tanpa sengaja bertemu dengan temanku Harfilia, dia mengatakan bahwa dia tidak menemukan putrinya di manapun dan memutuskan untuk menghentikan pencariannya dan menyegel dirinya agar tidak ditemukan oleh para dewi yang mengejarnya.


Saat dia melakukannya dia memberikanku kekuatan dewinya yaitu sihir dunia dan di saat yang sama aku juga mendapatkan Magic Tree yang merupakan berkah sihir yang dibuang dariku.


Semenjak itu, aku kembali ke Hutan Arfa untuk menyelamatkan semua elf lalu menepati janjiku untuk mencari keberadaan Nibela.


Aku berkeliling ke benua iblis maupun benua manusia namun tidak bisa menemukannya, di dalam perjalanan itu aku terus bertarung untuk membunuh kebosanan.


Membunuh para Arch Priest dari dewi suci, pahlawan mereka, para iblis dan bahkan memusuhi seluruh dunia.. karena masih tidak menemukan Nibela, aku pun berfikir bahwa dia sudah tertangkap di alam dewi dan di sana aku juga bertarung dengan semuanya bahkan menantang ratu para dewi. Kami berdua bertarung sengit dengan hasil seimbang.

__ADS_1


Ketika aku kembali memutuskan ke alam manusia pahlawan yang disebut tujuh mahkota dewi menangkapku lalu menyegel sebagian kekuatanku di benua enam wilayah sebelum akhirnya mempenjarakanku di ruang bawah tanah, aku hidup sendirian di sana dengan waktu cukup lama dan setelah mempertimbangkan banyak hal, aku pun memutuskan keluar lalu memanggil Lion ke dunia ini untuk mendapatkan kehidupanku yang damai.


Itu adalah keseluruhan cerita yang bisa kukatakan pada semuanya.


__ADS_2