
Bat mengambil langkah lebih awal untuk mengirim tebasan secara vertikal, Ryker menahan dengan dua pedangnya yang mana menciptakan kilatan percikan api yang menyebar ke udara.
Keduanya mundur ke belakang secara bersamaan, Draco yang ahli dalam sihir teleportasi muncul di belakang Ryker untuk mengirim tendangan samping. Itu berhasil dihindari dengan cara membungkukan badan ke depan dan di saat yang sama Ryker memutar tubuhnya selagi menebaskan bilah pedangnya.
Bukan leher Draco yang terpenggal melainkan malah kedua pedang Ryker yang hancur berserakan.
"Ada apa dengan tubuh kalian?"
"Terkejut bukan, ini adalah kekuatan titan."
"Titan?"
Draco mengirim tinjunya sementara Ryker mengirim kait di rompinya ke bangunan terdekat lalu menariknya ke samping untuk menghindari serangan tersebut.
Pukulan itu menciptakan ledakan besar yang mengirim seluruh material berhamburan ke udara, jauh dari tempatnya berdiri Horson telah bersiap dengan lingkaran sihir api, api ditembakan yang mampu menghantam Ryker secara langsung membuat tangannya melepuh.
Sebelum Ryker mendarat Draco telah muncul di sana kemudian memukul perutnya beberapa kali sebelum menendangnya dan mengirimnya jatuh ke tanah.
Dia melompat mundur dan Bat yang telah siap melompat ke atas lalu menusukan pedangnya menembus dada Ryker sehingga dia memuntahkan darah.
Kecuali mereka, Alex dan Vizel hanya mengawasi dari belakang.
"Dia lemah benar-benar membosankan," ucap Bat demikian, saat mereka akan melangkah pergi sosok yang mereka tunggu telah muncul dengan seorang gadis berpakaian Kimono.
***
Aku menarik kedua pedang ke tanganku lalu mengalihkan pandangan ke arah Kizuna yang mencoba menutupi luka Ryker.
Charlotte yang sebelumnya dalam bentuk pedang kembali ke wujud manusia lalu mencoba menggunakan sihirnya untuk penyembuhan.
"Kizuna tolong jaga Ryker, aku yang akan mengalahkan mereka berlima."
"Tapi."
Charlotte menempatkan tangannya di bahu Kizuna selagi menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Kita serahkan semuanya pada Lion."
"Aku mengerti berhati-hatilah."
Aku melangkah maju dengan kecepatan suara, salah satu yang kuincar adalah orang yang menggunakan pedang yang telah menusuk Ryker.
"Haha satu lagi yang akan menyusul temannya."
Dia berkata sombong selagi mengangkat pedangnya, sebelum dia menjatuhkan tebasannya kepalanya telah lebih dulu terpenggal oleh pedangku, darah menyembur dari lehernya yang terpotong sebelum ambruk tanpa daya.
Keempat rekannya tampak syok saat melihat bagaimana orang yang sangat percaya diri dengan kekuatannya mati dengan mudah.
Salah satu pria yang entah siapa namanya menciptakan sihir api yang meluncur ke arahku dan aku menabrakannya dengan sihir air hingga menciptakan kabut asap ke udara.
Aku bisa mendengar mereka berbisik satu sama lain.
"Bagaimana bisa, kita memiliki kekuatan titan tubuh kita sangat kuat tapi barusan dia menebas leher Bat."
"Diam Alex, kita harus bekerja sama untuk mengalahkannya."
"Cepat keluarkan makhluk itu lagi."
"Baik."
Dalam kabut yang mulai memudar dua ekor Mamut setinggi 60 meter menerjang secara bersamaan, aku menyelimuti pedangku dengan sihir air lalu menebaskannya ke udara yang mana menciptakan bilah yang memotong dua hewan itu menjadi dua bagian.
Orang yang memangil keduanya tampak lebih terkejut dari sebelumnya. Tepat saat aku memikirkan bagaimana aku akan menghabisinya seorang muncul di belakangku hendak mengirimkan pukulannya.
Aku yakin dia pengguna teleportasi, tanpa menoleh aku menusukan satu pedangku menembus kepalanya. Ketika tubuhnya kejang aku berbalik dan memenggal kepalanya untuk membuang potongannya ke samping.
"Sial... wanita itu tidak mengatakan bahwa orang yang kita lawan benar-benar monster, bahkan Draco juga mati, aku harus pergi."
Alex hendak melarikan diri namun aku sudah berada di belakangnya, meski mereka menggunakan ramuan titan mereka tidak sebaik Clarisa.
"Gak."
__ADS_1
Aku menembuskan pedangku ke jantungnya dan satu lagi telah mati dengan cepat.
"Horson kita pergi."
"Aku mengerti."
Aku menyarungkan pedangku kemudian mengarahkan satu tangan ke arah orang bernama Horson. dia penggunaan sihir api maka dari itu bagaimana jika mereka merasakan seperti apa api sebenarnya.
"Inferno."
Api meluncur dari lingkaran sihir yang kubuat yang mana tertuju tepat ke arahnya.
"Vizel."
"Akan kutahan."
Vizel menggunakan kedua tangannya untuk mencoba menahannya, ia mencoba menyerapnya, sayangnya kekuatannya jauh berada di bawahku sehingga pelindungnya hancur hingga kedua tangannya meleleh.
"Lengankuu... lengankuu."
Horson mengambil langkah ke depan untuk mengirimkan apinya, aku menggunakan tangan yang lain dan sekali lagi berkata.
"Inferno."
Sihirku menghancurkan sihirnya kemudian melahap keduanya dengan apiku hingga mereka meronta-ronta di tanah sebelum akhirnya berhenti bergerak dan menjadi debu setelahnya.
"Kurasa sudah berakhir."
"Ini baru dimulai," suara itu muncul tepat di telingaku, suara yang bagaikan mimpi buruk yang mengerikan, bagaimana aku mendengarnya suara itu berasal dari orang yang kukenal. Dia adalah Nightmare yang telah merangkulku seperti seorang yang sedang digendong.
Sebelum aku bereaksi dia menutup kedua mataku dengan satu tangannya.
"Selamat malam."
Seluruh penglihatanku telah berubah gelap gulita.
__ADS_1