
Aku dan Valentine mulai merangkai bunga di sekitar kami, kami membuat kalung serta bando yang cukup indah.
"Bagaimana penampilanku?"
"Valentine yang dikelilingi bunga memang cantik."
"Benarkah."
"Iya, tapi ngomong-ngomong apa kita harus buat sebanyak ini?"
"Aku ingin membagikannya ke yang lainnya juga."
"Begitu."
"Aku juga ingin mengambil beberapa bunga untuk ditanam di istana, menurutmu mana yang paling indah bunga biru ini atau bunga putih ini."
"Keduanya indah mari tanam saja semuanya."
"Itu ide bagus."
Hari yang kujalani bersama Valentine lebih damai dari yang kupikirkan, kami juga membawa bunga matahari untuk ditanam di istana dan semua orang kagum dengan ukurannya yang besar.
Hari berikutnya adalah giliran Rosvalia, Rosvalia cenderung memiliki karakter yang sedikit meninggikan dirinya dengan orang lain jadi aku membawanya ke tempat di mana para bangsawan sering kunjungi.
Itu adalah sebuah kota emas yang menakjubkan dimana entah makanan atau bangunannya semuanya terbuat dari emas.
"Kenapa ada kota seperti ini."
__ADS_1
Jelas ini pertama kali baginya.
"Mereka membuat makanan dengan emas, bahkan makanan serta hewan peliharaan semuanya berwarna emas."
"Yah hewan peliharaan itu hanya di cat emas," aku menjelaskan lalu melanjutkan.
"Ini semua dibuat hanya untuk kenyamanan bangsawan kelas atas, apapun yang Rosvalia mau bisa didapatkan juga di sini."
"Apapun yang berkualitas atas memang selalu cocok denganku fufu," katanya selagi mengibaskan kipasnya.
Aku tidak membenci sifatnya yang seperti itu, dia kadang terlihat imut dan menarik.
"Kalau begitu aku ingin mendatangi toko bajunya."
"Dengan senang hati ratuku, silahkan kemari."
Aku mengulurkan tanganku yang mana Rosvalia raih dengan senang, sesekali bersikap seperti bangsawan terhormat bukan sesuatu yang buruk.
Rosvalia mengerenyitkan alisnya.
"Baru sekarang aku memikirkannya, banyak warna itu ternyata sangat bagus."
"Aku juga berfikiran sama, paling tidak beli saja satu sebagai oleh-oleh."
"Bagaimana dengan Lingerie ini Lion, apa kau menyukainya."
"Itu bagus tapi alangkah lebih baik mari cari pakaian yang bisa dipakai di depan publik."
__ADS_1
"Baiklah."
Kami memilih gaun mewah yang paling mahal serta paling berkilauan, semua orang yang melihatnya pasti akan terdiam karenanya selagi berteriak, silau, silau, mataku, mataku.
Aku yakin akan hal itu.
Kami juga pergi ke restoran, makanan dicampur emas memang bagus tapi jika sebanyak ini aku ragu ingin memakannya hingga pada akhirnya kami hanya makan es krim saja.
Hanya bentuk dari bangunan kota ini saja yang membuat kami senang sisanya jauh dari yang kubayangkan meski begitu Rosvalia tetap senang berada di sini bersamaku.
Hari kelima adalah giliran Misa, hari ini dia tidak mengenakan pakaian pelayan melainkan gaun terusan yang menonjolkan kedua dadanya yang besar.
"Mohon bantuan untuk hari ini suamiku."
"Apa ada suatu tempat yang kau ingin kunjungi."
"Hmm itu.. aku belakangan ini ingin berenang, tapi jika di danau agak sedikit memalukan jadi alangkah lebih baik jika kita bisa menemukan tempat yang sepi."
"Bagaimana kalau kita pergi ke air terjun raksasa."
"Air terjun raksasa?" Misa mengulangnya kembali dan aku membalas dengan anggukan sebelum melanjutkan.
"Air terjun itu hanya dikunjungi hari libur saja jadi hari-hari seperti ini mereka menutupnya agar tidak ada yang bisa masuk, tapi dengan Teleportasi Gate kita bisa tiba di sana dengan mudah."
"Kenapa mereka menutupnya?"
"Untuk membatasi jumlah pengunjung, kalau pengunjung terus berdatangan tiap hari maka itu akan sulit dipantau jika mereka merusak alam di sekitar sana."
__ADS_1
"Begitu, mari pergi ke sana."
"Oke."