
Ireta, Kizuna, Glory dan juga aku muncul di depan kota melalui Teleportasi Gate, semakin mendekat suara dari kereta api semakin terdengar keras sebelum sampai ke kota kami akan segera menghentikannya.
Aku berubah menjadi titan setinggi 80 meter dan membiarkan ketiganya berdiri di bahuku sebelum aku berlari menerjang ke arah kereta, kugunakan kedua tanganku demi menghentikannya.
Perlahan kecepatannya semakin menurun, ketiga rekanku melompat untuk menyerang orang-orang yang hanya berdiri di atas kereta sejal awal.
"Menantang satu lawan satu, memang sangat menyenangkan," kata salah satunya sebelum akhirnya mereka berpisah dan hanya menyisakan seorang yang berdiri menatapku dengan topeng iblisnya.
Dia hendak menembakan sebuah senjata api dari tangannya namun aku membanting kereta itu lebih dulu membuatnya jatuh ke sisi lain sementara kereta miliknya terbalik dengan sempurna.
Asap keluar dari tubuhku saat aku kembali ke wujudku sedia kala dengan dua pedang di tanganku. Aku menatap pria yang akan menjadi lawanku yang dengan santai menodongkan pistol di tangannya, pistol itu tidak menggunakan amunisi seperti proyektil peluru melainkan mana yang dibentuk sedemikian rupa.
"Namamu Lion kan, aku datang kemari untuk membunuhmu?"
"Apa untungnya membunuhku dan siapa kau?"
__ADS_1
"Saat ini namaku adalah Beelzebub, keuntungan yang kudapatkan dari membunuhmu adalah bahwa aku nantinya akan mendapatkan segala hal yang kuinginkan."
"Apa kau tahu sebenarnya apa yang kau lakukan sekarang?"
Aku terus memberikan pertanyaan untuk memastikan banyak hal.
"Tentu saja, aku dipanggil ke dunia ini sebagai raja iblis karena itulah aku akan melakukan peranku sebagai mestinya lagipula ini game bukan."
"Ini bukan game, jika kau membunuh seseorang maka seseorang itu akan mati mustahil untuk menghidupkannya kembali."
"Memangnya kenapa, selagi aku tidak mati itu tidak masalah, mari mulai permainannya."
Solomon sepertinya mendapatkan anak buah yang benar-benar cocok dengannya sekarang, dia menarik pelatuknya dan rentetan peluru sihir menerjang ke arahku.
Aku melewati beberapa dan menebas sisanya sebelum melesat maju, topeng iblis Beelzebub maupun topeng lainnya memiliki kekuatan luar biasa namun tergantung dengan siapa penggunanya itu akan jauh lebih menakutkan.
__ADS_1
Misal dengan pria di depanku ini yang menggunakan ingatannya dari dunia lain, dia menciptakan sebuah bus, bangunan gedung pecakar langit serta pesawat yang berjatuhan dari atasnya.
Aku belum sempat menghindarinya dan itu jatuh dengan bunyi dentuman keras, aku menggunakan Teleportasi untuk muncul di atas bangunan yang dijatuhkannya begitu juga Beelzebub yang dengan santai memainkan granat di tangannya.
Dia melemparkannya dan aku menendangnya hingga meledak jauh dariku.
"Kemampuanku adalah membuat apapun yang kubayangkan menjadi kenyataan, topeng iblis ini benar-benar hebat haha omong kosong menjadi pahlawan atau terus berada di jalan keadilan, menjadi penguasa adalah melakukan apapun yang kau inginkan tanpa ada siapapun yang mencegahnya, di dunia ini aku bebas membunuh, tindakan pelecehan dan bermain-main semaunya, ini adalah dunia yang indah.... semua kekuatan ini hanya untukku."
"Kau orang bodoh, dunia ini sebelumnya adalah neraka aku tidak akan membiarkan neraka berikutnya terulang kembali."
"Aku ingin melihat sejauh mana kau mencoba."
Kereta yang sebelumnya kujatuhkan melayang ke udara dan dengan ringan dia mengayunkannya ke arahku, aku menghindarinya dan kereta hanya jatuh di sisi lain dariku.
Tak hanya itu seluruh benda yang dijatuhkan dia juga kini mulai menyerangku, aku menebas beberapa, menghindarinya, kemudian menggunakan Magic Tree untuk mengikatnya terus di tanah, dalam waktu singkat rasanya aku telah berada di sebuah reruntuhan kota.
__ADS_1
Beelzebub berkata.
"Permainan mudah akan membosankan, permainan normal tidak terlalu menantang sementara pertarungan sulit jauh mengasyikkan, sekarang mari mulai permainan menyenangkan ini."