Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 361 : Pertemuan Mengejutkan


__ADS_3

Seusai pertarungan Rion malah terkena demam yang membuatnya harus berdiam diri di dalam kamar sehingga pemilik penginapanlah yang merawatnya selama ini.


Ia sudah mengatakan kepada Mavier untuk merahasiakan tentang pencapaian dirinya hingga pada akhirnya Venus tidak bisa menemukan keberadaanya, bisa dianggap semuanya masih terkendali. Alasan dia ingin berada di garis belakang hanyalah untuk menghindari Venus jika dia muncul namun hingga akhir peperangan dia sama sekali tidak terlihat.


Sudah jelas bahwa dirinya juga sedang kewalahan.


Rion berkata pada gadis pemilik penginapan yang menyuapinya bubur untuk sarapan pagi.


"Demam itu menakutkan, rasanya aku akan mati."


"Yah sejujurnya demammu sudah turun sejak malam.. harusnya nona Rion telah kembali beraktivitas lagi, ngomong-ngomong tuan Mavier sangat berterima kasih dan ia mengirimkan beberapa uang serta pakaian untukmu."


"Begitulah, syukurlah... aku tiba-tiba saja merasa nyaman dengan pakaianku sekarang, itu membuatku takut juga."


"Padahal nona Rion sangat menyukainya bukan, kamu selalu menggoyangkan dadamu biar memantul-mantul."


"Itu terdengar seperti aku wanita yang genit."


"Memang begitu kan... sekarang buka mulutmu."


"Aaa."


"Aku sangat berterima kasih, jika seseorang bertanya siapa yang aku cintai seumur hidupku? Aku akan bilang bahwa itu dirimu."


"Tolong jangan mengatakan hal aneh-aneh."


Ini pertama kalinya Rion terkena demam dan baginya itu menakutkan.

__ADS_1


"Aku sudah meletakan gaun di lemari serta uangnya juga di sana jadi gunakanlah lalu cobalah untuk menghirup udara segar juga di luar... aku akan kembali ke pekerjaanku."


"Baik, terima kasih sudah merawatku."


"Tidak, harusnya aku yang berterima kasih sudah menyelamatkan kota ini.. kalau begitu aku permisi."


"Iya."


Rion hanya melihat kepergian gadis tersebut dari pintu yang tertutup seutuhnya, dia menyibak selimut lalu bangkit untuk berjalan ke dekat jendela yang memantulkan matahari pagi yang hangat.


Di bawah sana orang-orang telah melakukan aktivitas seperti biasanya, tanah yang menjadi tembok sementara telah menghilang dan digantikan oleh para pekerja yang bergotong royong membuat tembok yang lebih kokoh.


"Tembok Suci Maria kah, itu nama yang bagus," gumamnya demikian.


Rion pergi ke kamar mandi, ia melepaskan pakaiannya lalu membersihkan dirinya sebelum bercermin selagi menopang dadanya dengan dua tangan.


Setelah mengatakan sesuatu yang membuat para wanita iri, dia berendam selama 10 menit di bak mandi dengan air hangat sebelum memakai gaun terusan sederhana berwarna dasar putih dan biru.


Ia merapikan rambut peraknya lalu membiarkannya terurai seperti biasanya, karena sedikit kesusahan mendapatkan pakaian Mavier pasti memberikan pakaian ini sebagai ucapan terima kasih bersama uang yang cukup banyak.


Senyuman timbul di wajah Rion yang mempesona.


"Sekarang aku tidak perlu memikirkan soal pekerjaan dalam beberapa hari ke depan, mari habiskan beberapa uang untuk bersenang-senang... aku ingin beli banyak makanan enak juga," katanya.


Rion yang bersemangat membuka pintu dan dalam sekejap ekpresinya berubah menjadi sulit, mau bagaimana lagi tepat saat dia keluar sosok Venus telah berdiri di depannya tanpa ekspresi.


Venus memiliki rambut putih panjang dengan empat sayap di belakangnya. Seperti Rion kenal dia tidak mengenakan pakaian apapun untuk menutupi semuanya entah dadanya atau bagian sensitif di bawah pusarnya semuanya tampak terlihat jelas.

__ADS_1


Walau Rion wanita dia benar-benar ingin menyentuh setiap sudutnya mengingat semulus apa tubuh Venus.


Venus mengabaikan reaksi Rion lalu berkata.


"Jadi benar perasaan tidak aneh itu datang darimu Rion."


"Ah... ketahuan yah, padahal aku susah payah untuk bersembunyi."


"Mari bicara sebentar."


"Mau pergi ke hotel?"


"Kemana saja."


Pada akhirnya mereka berakhir dengan saling telanjang di kamar Rion.


Gadis pemilik penginapan yang mengantarkan teh hanya bisa berdiri gemetaran.


"Aaah, kenapa aku melihat hal seperti ini? Tolong bersihkan spreinya setelah kalian selesai."


"Ada apa dengannya?" tanya Venus.


"Itu salahmu sendiri yang membuatku harus telanjang."


"Aku tiba-tiba tidak nyaman jika dewi yang lain melihatku telanjang, sekarang kita impas."


"Harusnya kau yang mengenakan pakaian."

__ADS_1


__ADS_2