Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 245 : Menyelinap Ke Dalam Penjara


__ADS_3

Pendakian dipimpin oleh Ginny yang bersemangat, dia adalah rubah dimana rubah memiliki kekuatan lebih untuk menahan hawa dingin.


Di sela-sela perjalanan kami, sosok monster berbulu mulai bermunculan, karena tidak berbahaya kami membiarkannya atau sejujurnya kedua istriku maupun semua wanita melompat pada mereka untuk menyentuh bulu-bulu empuk tersebut.


Dibanding kekuatan, kelembutan dan keimutan adalah hal yang sangat kuat.


Monster-monster ini mampu menahan kami 30 menit merupakan sesuatu yang luar biasa, tak lama salju mulai berjatuhan dari langit, salju ini hanya muncul di wilayah pegunungan ini karena itu bukan hal aneh walau musim panas salju tetap ada.


Syukurlah salju tidak terlalu mempengaruhi pergerakan kami. Aku mengulurkan tangan ke arah Glory membantunya melangkah.


Ginny juga mengulurkan tangannya meskipun dia sama sekali tidak kesusahan, beberapa waktu berlalu kami akhirnya bisa melihat sebuah bangunan besar yang sekelilingnya dilindungi pagar besi.


Para penjaga seutuhnya berada di dalam area tembok dengan pakaian hangat seperti apa yang kami kenakan.


"Jadi bagaimana sekarang?" tanya Thomas.


"Mari buat pengalihan agar kita bisa memanjat tembok itu, tentu saat malam tiba," aku menegaskan hal itu lalu membuat rumah dari kayu yang menyerupai rumah igloo.


Yah, ini tidak mempertahankan panas hanya saja aku suka bentuknya.


Kami membakar kayu untuk menghangatkan diri, tak lupa aku juga membuat air panas.

__ADS_1


"Apa itu?" tanya Thomas penasaran.


Glory dan Ginny juga merasakan demikian.


Yang tidak bereaksi hanya Aira dan Rion yang telah kembali berubah wujud hanya untuk makan.


Aku membalas.


"Ini namanya mie cup, aku membuat ini di negaraku."


"Ini pertama kalinya aku melihatnya, boleh kami mencobanya?" tanya Ginny.


"Tentu saja aku punya banyak, makanlah sebanyak yang kalian suka."


Aku kembali mengeluarkan beberapa mie cup dari sihir penyimpananku untuk mereka, pertama tutup plastik harus dibuka lalu masukan air panas dan tunggu beberapa menit sebelum matang.


Setelah selesai masukan bumbu, aduk,lalu makan dengan sumpit.


Ketika mereka memakannya mereka tampak terlihat menikmatinya, karena mienya sendiri dicampur dengan sayuran warnanya hijau.


Ini lebih sehat dibanding mie lainnya dan bisa dikonsumsi dengan jangka panjang.

__ADS_1


"Enak sekali."


Mata Glory dan Ginny bersinar sementara Thomas kurasa akan bereaksi datar. Reaksinya memang seperti itu tapi air mata mengalir di wajahnya.


"Oi, kau baik-baik saja?" tanyaku.


"Tidak masalah."


Untuk sekarang mie cup hanya memiliki satu jenis rasa dan bentuk, kedepannya aku akan mengembangkannya lagi.


Pada malam hari udara di area ini semakin dingin, berbeda dengan siang hari, para penjaga lebih sedikit berkurang.


Aku melompat naik ke atas benteng kemudian melemparkan tali untuk mereka panjat.


Aku melompat turun lebih dulu untuk menumbangkan beberapa pasukan yang melihat kami, setelah situasi terkendali kami mulai masuk lebih dalam.


Penjara ini mungkin bisa menampung lebih dari 500 orang dimana setiap penjara dilapisi oleh jeruji dengan bahan terbaik yang sulit dirusak kecuali menggunakan kunci untuk membukanya.


Thomas maupun Ginny mengendap-endap layaknya ninja, kemudian membunuh para penjaga dengan pisau yang mereka sembunyikan.


Aku yakin bahwa mereka sebenarnya assassin atau semacamnya, kami menemukan ruang arsip yang di dalamnya terdapat informasi setiap tahanan.

__ADS_1


Penjara ini dikhususkan untuk tahanan eksekusi mati, seperti yang kuduga kaisar tidak akan menempati janjinya pada akhirnya dia akan membunuh semuanya.


__ADS_2