Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 207 : Dari Kerajaan Borman


__ADS_3

Aku mulai mengangkat kepiting yang selesai kurebus dan mulai memisahkan antara cangkang dan dagingnya dalam wadah berbeda.


Untuk hasil rebusan akan kubuat sebagai sup saja.


Rion telah selesai memotong sayuran dan mulai beralih ke penggorengan, aku memberikan daging yang telah direbus padanya dan ia mulai memasak dengan saus yang dibuat oleh Aira, pertama kami harus membuat untuk 100 porsi.


Aku mengalihkan pandangan ke arah lawan kami yang mana dia baru selesai melumuri ayam dengan saus yang dibuatnya bersama rekannya.


Setelah selesai dia akan memanggangnya bersama lapisan daun yang belum pernah kulihat, mirip seperti pisang tapi ukurannya dua kali lipat.


Salah satu penonton berteriak.


"Bukannya itu daun ajaib, daun itu bisa membuat makanan jadi terasa lebih harum dan hasil panggangan akan matang secara merata."


"Tidak aneh masakan kerajaan selalu enak."


Kupikir aku baru saja mendapatkan satu pengetahuan baru.


Setelah cukup lama menunggu akhirnya sajian kami berdua bisa dihidangkan, pertama yang memulainya adalah kelompok Antonio yang seluruh piring yang disediakannya merupakan olahan daging ayam, mereka meletakan saus seperti saos mayones serta kentang goreng seolah itu menjadi satu ke satuan.


Setelah semua orang memakannya tinggal giliran kami yang merupakan tumis kepiting saus istimewa bersama nasi kuning serta beberapa salad.


Untuk sup kurasa itu tidak bisa disajikan karena penuh jadi aku memutuskan untuk memberikannya pada penduduk nanti.


Satu piring sudah cukup untuk mengenyangkan satu orang, mereka menghirup aroma yang wangi kemudian memakannya dengan tenang.

__ADS_1


"Apa? Luar biasa sekali, seolah aku kembali dilahirkan."


"Aku juga begitu."


Cita rasa kerajaan yang dibuat oleh Antonio merupakan makanan yang sering dia sajikan, tentu bagi lidah mereka makananku merupakan pertama kalinya mereka coba, itu adalah keuntungan yang bisa kudapatkan dalam kompetisi ini.


"Kukira aku juga akan mencobanya."


"Um..aku juga."


"Kalian bisa mengambil sisanya di sana," kataku pada keduanya.


Aku melirik ke arah Antonio untuk menunggu hasil penilaian yang keluar hingga hasilnya.


Lima puluh suara untukku dan 50 suara lagi untuk Antonio, dengan ini makanan kami dinyatakan seri.


Karena akulah yang merancang semuanya, diam-diam aku bertemu dengan ratu dan membicarakan hal ini dengannya, aku sama sekali tidak peduli siapa yang menang atau kalah yang kuinginkan hanyalah melihat bagaimana cara lawanku mengolah masakannya dan selama pertandingan aku terus memperhatikan bagaimana cara membuatnya.


Yah, itu juga berlaku juga dengan musuhku, dia meminta seseorang untuk mengawasiku selagi menuliskan apapun yang kubuat.


Dengan ini tidak ada yang tersakiti dalam perlombaan ini.


"Aku akan membuat masakan lebih hebat lain kali, tunggu saja," katanya meninggalkan kerumunan.


Ratu mendekat ke arahku dan menyikut perutku.

__ADS_1


"Kau yakin tidak ingin mengatakan apapun, padahal barusan kau menang tapi kau berharap pertandingan ini menjadi seri."


"Jika aku menang, aku takut orang itu akan berhenti dari pekerjaannya di kerajaan."


"Begitu."


"Yah, aku hanya ingin tahu bagaimana cara dia memasak."


"Lion memang anak nakal."


Bertepatan saat semua orang hendak kembali ke rutinitasnya sebuah tekanan sihir membuat kami tak bergerak, aku yakin tentang ini.


Aku menengadah ke langit dan kulihat puluhan mayat telah digantung di sana dengan tali yang keluar dari langit.


"Apa-apaan itu?" semua orang mempunyai pertanyaan sama, Aira dan Rion segera mendekat ke arahku.


"Hati-hati Lion, orang itu jelas berbahaya," ucap Aira kemudian Rion menambahkan.


"Perasaan ini sama seperti saat aku berhadapan dengan semua raja iblis."


"Gak... gak... gak... kalian manusia akan binasa hari ini, aku Aspalta sangat menantikannya."


Suara itu berasal dari pria mengerikan yang sekujur tubuhnya dililit rantai ke arah tiang di belakangnya.


Kedua matanya ditutup dan hanya menampilkan hidung dan mulut yang seluruhnya berjeruji layaknya ikan hiu, karena dia bisa melayang dia berada di antara mayat-mayat yang menggantung tersebut.

__ADS_1


"Dia adalah salah satu dari tujuh penyihir kerajaan Borman," ucap Laurenta menjelaskan.


__ADS_2