
Ini adalah ruangan yang hanya diisi oleh aku dan Clarisa yang duduk santai di atas meja.
"Lion kah? Apa yang bisa kubantu untukmu?"
"Clarisa sebenarnya kau setengah iblis dan setengah Elf kan?"
"Kukira kau sudah menyadarinya dari awal."
"Bisakah kau mengantarku ke dunia bawah?"
Clarisa Marie memiringkan kepalanya.
"Dunia bawah bukan sesuatu yang mudah dimasuki begitu saja, tempat itu jauh berbeda dari ruang hampa."
"Aku sudah tahu tapi aku tetap akan pergi ke sana untuk menyelamatkan seseorang, aku yakin orang itu terlempar ke dunia sana."
"Seorang bernama Echidna?"
Aku mengangguk sebagai balasan dan Clarisa mengangkat bahunya.
Aku datang padanya bukan karena tidak ada alasan menurut Rion hanya dialah yang mampu membantuku untuk pergi ke sana.
"Dunia bawah hanyalah dunia yang dipenuhi iblis, di sana memang benar banyak kehidupan seperti di dunia ini hanya saja di sana semua hal tidak berjalan baik... hukum di mana orang berkuasa bebas melakukan segala hal adalah sesuatu yang mutlak bahkan dua Dewi yang bersamamu tidak bisa memasuki tempat itu... setelah kau mendengarnya kau masih akan pergi ke sana."
Clarisa melirik ke arahku yang tanpa goyah menunjukkan tekad kuat untuk tidak mundur, selain untuk menyelamatkan Echidna hampir sebagian iblis di sana juga telah dirubah menjadi Iblis Titan karena itulah aku juga memiliki peran untuk mengembalikannya sedia kala.
Memang benar gerbang Solomon sudah aku hancurkan kendati demikian masalah bukan berarti telah selesai begitu saja. Clarisa yang mengerti apa yang kupikirkan menghela nafas panjang, melompat kecil untuk mendarat kakinya.
"Apa boleh buat, aku akan menunjukannya."
Clarisa mengangkat tangannya dan dalam sekejap kami berdua telah berada di bawah dasar dari sebuah tempat asing.
"Sebelumnya ini adalah wilayahku, singkatnya kita berada di bawah gurun pasir."
Aku melirik ke arah depan di mana sebuah bangunan besar berdiri di sana, ada kepala naga di depan gerbangnya yang perlahan membuka matanya.
__ADS_1
"Ah, nyonya Anda sudah kembali, kukira anda tidak akan datang lagi kemari?"
Dia menangis setelah menatap Clarisa.
"Maafkan aku meninggalkanmu, tapi aku sibuk di luar sana dan juga aku tidak bisa membiarkanmu di permukaan."
"Aku tidak keberatan hanya saja kalau bisa tempatkan aku lain kali di luar... pemandangan di sini benar-benar jelek."
Clarisa hanya tersenyum masam lalu menjelaskan ke arahku.
"Ini adalah perpustakaan terlarang, akulah yang membangun tempat ini... selama hidupku aku menaruh pengetahuanku di dalam sana, mungkin kau kenal Nightmare dia juga belajar di sini."
"Dosa mematikan?"
"Aah, skill itu memang sangat jarang dimiliki orang lain namun bukan berarti tidak ada metode untuk mendapatkannya... mereka harus mengorbankan segala hal termasuk kesucian mereka, jika pria kurasa tidak masalah karena mereka memang sering melakukan hal kotor tanpa pikir panjang tapi jika wanita hal itu sangat sulit... mari masuk kita bisa berbicara di dalam."
Atas tawarannya aku pun mengikutinya masuk ke dalam, di sana banyak buku-buku sihir yang diperlihatkan jika kau menengadah ke atas akan banyak rak-rak berdiri seolah ditempatkan mengikuti pondasi spiral pada bangunan ini.
"Pintu ke dunia bawah ada di atas, mari naik lewat tangga."
"Aku diperlakukan seperti putri."
"Jadi di mana gerbangnya?"
"Aku malah diabaikan."
Ada rak buku di sana dan saat rak itu terbuka tampak sebuah pintu sederhana berdiri di dalam ruangan gelap tanpa apapun.
"Itu?"
"Ini adalah pintu yang menghubungkan dunia ini dan dunia bawah, ayahku lah yang menciptakannya... sayangnya pintu ini hanya bisa digunakan seseorang sekali pakai tapi aku punya cara yang lain agar kau bisa kembali."
Clarisa mengeluarkan sebuah peti kecil di mana di dalamnya terdapat cincin.
"Ini adalah item dimensi dengan ini kau bisa kembali ke dunia ini, tentu ini juga hanya bisa digunakan sekali."
__ADS_1
"Apa menurutmu Solomon melakukan hal sama?"
"Kurasa tidak, dia adalah iblis sebenarnya aku yakin dia sama seperti ayahku yang berasal dari dunia sana, dia bahkan menciptakan gerbang Solomon kalau bukan dari sana hal itu sulit dilakukan."
Masih banyak hal yang tersembunyi dari sosok Solomon, saat aku pergi ke dunia bawah aku mungkin bisa menemukan suatu petunjuk.
Clarisa melanjutkan.
"Apa kau yakin akan pergi ke sana tanpa menyembunyikan wajahmu?"
"Dari awal aku akan menyamar."
"Kau ingin menggunakan salah satu dosa mematikan."
Aku mengangguk mengiyakan dan dalam sekejap tubuhku berubah, rambutku berubah berwarna putih lalu mulai memanjang sampai pinggul..
Lekuk pinggang tercipta dan dua dada menyeruak dari pakaianku.
Yap, kini aku berubah jadi seorang wanita.
"Bahkan dalam wujud wanita kau terlihat cantik sayangnya aku tidak merasa ada dorongan seksual seperti sebelumnya."
"Berarti kau normal?" teriakku.
"Suaramu juga terdengar seperti wanita."
Aku mengambil katana dari sihir penyimpananku lalu meletakkannya di pinggang.
"Kalau begitu aku berangkat."
"Ah, semoga beruntung... benar juga selama itu aku akan kembali ke Elfdian, aku memasang tempat perpindahan cincinmu ke sana jadi saat kau menemukan Echidna kau bisa langsung berteleportasi."
"Aku mengerti."
Aku melangkahkan kakiku ke dalam pintu dan dalam sekejap bayangan hitam menelanku.
__ADS_1