Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 506 : Pertemuan Guru Dan Murid


__ADS_3

"Aku sudah membuang nama itu sejak lama."


Nightmare berdiri dari kursinya lalu melangkah maju, pergerakannya yang cepat membuatnya seolah-olah melayang di udara. Harty yang telah memperbaiki tulang tangannya muncul di depan Clarisa Marie dia menggenggam tangannya dan kemudian mengirim pukulan menghantam wajah Nightmare hingga dia terlempar menabrak dinding bangunan.


Harty tidak memiliki wujud anak kecil sekarang, melainkan wanita dewasa dengan tanduk naga serta pakaian gothic yang berbeda.


Clarisa tersenyum kecil.


"Jadi kau mulai serius ratu naga."


'Jika setengah-setengah kita tidak mungkin bisa mengalahkannya."


"Apa yang kau katakan itu benar, mari maju."


Nightmare keluar dari reruntuhan tepat saat Harty mengirimkan tendangan udara, menukik ke bawah, dia mengelak dan tendangan itu hanya menghancurkan tanah di belakangnya, di saat yang sama Clarisa mengirim tendangan yang mana ditahan Nightmare dengan baik.


"Jadi begitu, kalian ingin menyerangku secara langsung."


"Jika aku tidak bisa menggunakan tanganku maka aku hanya harus menggunakan kakiku."


"Semoga beruntung dengan itu guru."


Dari menahan, Nightmare membalikkan tangannya untuk mencengkeram pergelangan kaki Clarisa, dengan kuat dia melemparkannya beberapa puluh meter berputar-putar sebelum menghancurkan patung naga.


"Sekarang giliranmu."

__ADS_1


Harty diam-diam masuk dalam pertempuran, dia menggunakan tangan maupun kakinya sebagai serangan balik, bahkan jika dia bisa membunuh Nightmare nyawanya sangatlah banyak untuk diambil.


Dia merubah tangannya menjadi tangan naga sebelum sedikit meningkatkan kecepatannya.


"Kalian memang hebat, mengingat sebagaimana kalian sudah berjasa aku tak ingin membunuh kalian berdua tapi kurasa menghancurkan tulang kalian tidak masalah."


"Tutup mulutmu itu."


Nightmare berjongkok saat sebuah tendangan samping meluncur di atasnya


"Celaka."


Hanya dengan satu tendangan balasan, Harty menabrak bangunan membuatnya memuntahkan darah dari mulutnya, di saat yang sama sebuah lingkaran sihir tercipta di bawah kaki Nightmare yang mana mengikat pergerakannya dan seiring waktu jumlahnya semakin banyak.


"Kau telah mengajariku banyak hal dan naga di sana telah menghentikan diskriminasi oleh darah murni dan darah campuran, aku hanya memberikan penghormatanku untuk membiarkan kalian mati bersama dunia yang kalian cintai ini."


"Jangan bercanda, kami tidak akan musnah begitu saja... seseorang akan mampu menghentikanmu dan membuatmu melihat sebuah kebenaran."


"Sebuah kebenaran apa maksudmu?"


"Apa menurutmu Azure yang telah membunuh orang tuamu, dan juga kenapa saat menjadi budak aku yang menyelamatkanmu, apa itu sebuah kebetulan saja?"


"Apa maksudmu?"


"Sebelum kita bertemu waktu itu kita memang sudah lama saling mengenal."

__ADS_1


Dari kejauhan Harty berjalan mendekat lalu berkata.


"Jangan mengatakan apapun lagi Clarisa."


Meski Harty berkata itu suaranya sama sekali tidak terdengar oleh Clarisa.


"Azure memang membunuh keturunan antara naga dan makhluk lainnya namun dia mati sebelum dia bisa melakukannya padamu, Harty lah yang menyelamatkanmu sejak awal.. hal yang membunuh mereka adalah dirimu sendiri, kau membunuh mereka berdua."


"Jangan bercanda... apa aku harus mempercayainya, jangan bodoh."


Aura membunuh dipancarkan dari tubuh Nightmare hingga seluruh lingkaran sihir yang mengikat Nightmare hancur berserakan, dalam hitungan detik dia telah muncul di depan Clarisa lalu menembuskan tangannya pada musuhnya hingga darah menetes dari ujung kukunya.


"Clarisa?" teriak Harty namun Clarisa hanya tersenyum di sana selagi berkata dengan lembut.


"Kau benar-benar sangat kuat Noir."


"Sudah kubilang aku tidak butuh nama itu lagi, aku sudah membuangnya."


Clarisa roboh ke samping tanpa berdaya, pandangannya telah memudar dan yang dia lihat sekarang adalah Nightmare kecil yang tersenyum padanya selagi memberikan bunga ke arahnya.


"Guru, aku pasti akan menjadi kuat dan lalu menciptakan dunia yang lebih baik yang dipenuhi dengan berbagai bunga indah."


"Sepertinya ini juga, lebih baik," gumam Clarisa dengan suara pelan.


"Sekarang giliranmu, ratu naga."

__ADS_1


__ADS_2