Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 469 : Sebuah Kemenangan


__ADS_3

"Lion?"


"Kau mundur saja, biarkan kami yang menghadapinya."


"Aku mengerti, berhati-hatilah."


Aku mengangguk kecil pada Hualing dan berdiri dengan pedang yang patah, seluruh tubuh Pride memang keras tapi jika kami terus menyerangnya itu pasti akan membuatnya sedikit melunak.


Pride kembali membuka mulutnya, dia hendak menyemburkan nafas apinya kembali namun Estelle bergerak lebih cepat untuk membekukan mulutnya.


Para pasukan melompat di atas punggung sang naga bersama dengan Veronica, duri di punggung naga tersebut meluncur ke arah mereka layaknya sebuah peluru hingga menjatuhkan mereka dengan mudah. Pride menginjak-injak setiap bangunan di bawah kakinya saat es yang melilit di mulutnya mencair ia menyemburkan nafasnya kembali hingga ledakan api membuat semuanya terbakar.


Syukurlah bahwa kami telah mengevaluasi penduduk keluar kota sebelumnya.


Estelle menarik kedua belatinya lalu melompat tepat di wajah naga tersebut dan berhasil melukai matanya, dia terayun-terayun sesaat sebelum jatuh ke bawah.


Mamia dan Varlia menyerang dengan serangan kombo untuk melukai kakinya dan aku menyelinap di atasnya untuk memberikan tebasan tepat pada seluruh tubuhnya


Prang, prang, prang.


Pedangku terkikis meski begitu itu sudah cukup membuat kulitnya terkelupas agar sedikit melemah, di saat aku jatuh aku berteriak ke arah Varlia yang telah siap dengan dua tangan yang memegang pedang.


"Sekarang."


Ia sebelumnya dikatakan sebagai pembunuh naga, itu bukanlah sesuatu kebohongan.


Naga Pride mengibaskan sayapnya hendak melarikan diri dan pasukan Veronica menembakan kembali tombaknya lalu semua orang menahan tali yang berasal dari ujung tombak itu saat Varlia menyelimuti pedangnya dengan sebuah cahaya.

__ADS_1


Saat aku berhadapan dengannya ia hanya menggunakan sihir peniru tapi sekarang dia menggunakan sihir miliknya sendiri.


Ia menaikan pedangnya di atas kepala lalu menjatuhkannya ke bawah menciptakan bilah cahaya raksasa dengan kecepatan tinggi yang mampu memotong Pride menjadi dua bagian.


Semua orang terdiam beberapa saat sebelum berteriak senang.


"Kita berhasil."


"Kita mengalahkan naga, kita menang."


"Itu benar."


Aku menghela nafas panjang selagi melirik semua orang yang terlihat tersenyum lebar sekaligus merasa lega juga, sepertinya aku terlalu mencemaskan mereka, mereka jelas lebih kuat dari yang kupikirkan.


Varlia mendekat ke arahku selagi memberikanku sebuah batu hitam, ukurannya hanya sebesar bola baseball yang telah terbelah menjadi dua bagian.


"Lion, ambillah."


"Ini adalah inti naga, pergilah ke pandai besi lalu buatlah pedang dari sisik naga Pride dan letakan batu ini sebagai mata di pedangmu aku yakin itu akan jauh lebih baik untuk mengganti pedangmu yang rusak."


"Kau yakin memberikannya padaku, bukannya itu barang berharga."


"Hal yang berharga bagiku adalah berhasil menyelamatkan kota maupun kerajaanku.. anggap saja ini rasa terima kasihku karena sudah membantu sampai sejauh ini, bukannya urusanmu masih panjang."


"Kalau begitu aku akan menerimanya."


Varlia tersenyum kecil sebelum mengalihkan pandangan ke seluruh pasukannya selagi mengangkat pedangnya tinggi-tinggi.

__ADS_1


"Untuk kerajaan Vallaha."


"Hoh."


Sosoknya memang memiliki karismatik.


Aku berjalan arah Estelle lalu mengulurkan tanganku untuk membantunya berdiri.


"Pantatku sakit sekali, seekor naga sangat merepotkan."


"Meski merepotkan berkat bantuan Estelle kita berhasil menang."


"Aku tidak melakukan hal khusus."


Mamia melompat ke arahnya selagi menjilati pipinya.


"Estelle sangat kuat, aku yakin kita juga pasti bisa mengalahkan raja iblis... bagaimana menurutmu Lion?"


"Tentu saja, Estelle pasti bisa mengalahkannya."


"Hentikan, jangan jilat wajahku."


Hualing berlari dari kejauhan dia sempat terjatuh sebelum bangkit kembali.


Apa dia baik-baik saja?


"Aku tak apa, biar aku sembuhkan luka semuanya."

__ADS_1


"Tolong yah."


Aku bisa menggunakan sihir penyembuhan yang sangat kuat namun kurasa akan jauh lebih baik jika Hualing yang melakukannya.


__ADS_2