
Paling tidak lantai menara ini mencapai sebanyak 50 lantai dengan masing-masing lantai dihuni oleh para iblis yang bergerak seperti layaknya zombie, aku menebas mereka sementara itu Harty menghancurkan kepala mereka lalu memakan bagian tubuh sisanya.
"Rasanya tidak terlalu enak seperti iblis murni."
Hanya bagian kepala saja yang merupakan bagian iblis, terlebih semua iblis ini hidup dengan memakan mana dari menara ini.
Dengan kata lain energi sihir milik Salsa, saudari Naina yang harus kami selamatkan.
Sekitar 20 iblis telah kami kalahkan, selagi menunggu Harty melahap mereka aku memeriksa bagian dinding menara.
Seperti yang kuduga energi ini berasal dari bagian atas.
"Bagaimana Lion? Apa gadis itu masih hidup?"
"Sepertinya begitu, kurasa iblis mengambilnya karena tahu bahwa energi mananya sangat besar."
"Dia pasti menderita selama ini."
Harty menyelesaikan makanannya lalu menaiki tangga spiral bersamaku. Bahkan sebanyak apa dia makan naga ini masih merasa belum cukup.
Setelah sampai di lantai 30 akhirnya Harty berbaring puas dalam bentuk naganya.
"Aku kenyang, tolong biarkan aku berbaring di sini."
Aku menghela nafas selagi melirik perutnya yang membuncit. Tanpa berkata lagi aku naik ke lantai berikutnya selagi menebas iblis yang kulihat sebelum meledakan kepala mereka dengan sihir Magic Tree.
Tanaman melilit mereka kemudian meledak setelahnya. Aku bisa melihat bahwa hari telah sore hari saat mencapai lantai terakhir.
__ADS_1
Di lantai ini kulihat seorang gadis kelinci duduk dengan tangan membentangkan lurus serta rantai melilitnya, setiap rantai terhubung dengan dinding itu sendiri yang mana menghisap seluruh energi sihirnya, jika dibiarkan tidak aneh jika energi kehidupannya juga akan terhisap.
Aku menebas setiap rantai lalu menangkapnya dengan baik. Aku bisa merasakan kehangatan darinya serta mendengar detak jantung yang menandakan dia belum mati.
Tepat saat itu sebuah bola hitam meluncur ke arahku, aku melindungi Salsa dengan punggungku sebelum akhirnya jatuh menabrak dinding hingga terlempar ke luar.
Di momen jatuh itu aku menghubungi Harty dengan sihir telepati.
[Kau mendengarku Harty, aku jatuh dari atas cepat hancurkan dinding dan tangkap aku]
[Heh, bukannya kau bisa terbang]
[Aku membawa Salsa jika mengikut sertakannya dalam pertempuran itu sangat berbahaya]
Dinding tepat di bawahku meledak dahsyat, di saat itu aku mendarat di punggung Harty kemudian meletakkan Salsa di sana.
"Baiklah, kau yakin bisa mengalahkan iblis di atas sana?"
"Dia hanya ikan teri bagiku."
"Sesuai yang diharapkan dari Lion."
Aku melompat ke atas kembali mengincar iblis yang sebelumnya menyerangku, aku mengayunkan pedangku hingga dia terlempar ke udara dengan darah menetes dari tubuhnya.
"Menyerang diam-diam sangatlah pengecut."
"Kau sendiri pengecut, menyerang tempat ini saat aku tidak berada di sini," balasnya demikian.
__ADS_1
Alasan kenapa aku sebelumnya tidak merasakannya karena dia muncul dengan sihir teleportasi.
Aku mengangkat bahuku dengan nada lemas.
"Cuma kebetulan saja mungkin kau bisa mengatakan bahwa aku beruntung."
"Beruntung haha melawanku jelas sebuah kesialan."
Luka di iblis itu mulai menutup sendiri hingga dalam sekejap semuanya pulih sedia kala.
"Iblis dengan sihir regenerasi kah?"
"Aku bukan iblis biasa, aku adalah Arc Demon... sekarang terima seranganku.... Dark Emperor."
Dia menciptakan bola hitam di kedua tangannya lalu melesatkannya ke arahku mirip sebuah tembakan laser.
"Apa iblis itu serangannya hanya seperti ini?" tanyaku pada Rion.
"Berbeda saat melawan pahlawan skill mereka tidak terlalu bervariatif."
"Benar sekali."
"Bagaimana kekuatanku, rasakan itu.... inilah kemampuan..."
Kepala Arc Demon itu terpenggal ke udara saat aku menebasnya dari belakang.
Tubuhnya memang bisa beregenerasi dengan cepat sayangnya jika kepalanya terpenggal tetap saja hanya kematian yang dia dapatkan.
__ADS_1
Aku mengibaskan pedangku untuk membuang bercak darah di bilahnya sebelum memasukannya ke dalam sarungnya selanjutnya aku menciptakan tanaman yang melilit seluruh menara dari bawah sampai atas sebelum akhirnya tanaman itu meledak bersamaan dengan menaranya.