Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 360 : Mempertahankan Kota Bagian Tiga


__ADS_3

Pasukan pertama bergegas maju di mama mereka semua adalah pasukan yang terbilang kuat, hampir seluruh pasukan didominasi oleh pengguna pedang dua tangan serta senjata berat lainnya.


Mereka menahan serangan musuh kemudian membalas dengan serangan mematikan. Walau dipihak musuh banyak yang mati dipihak mereka sendiri juga tidaklah sedikit.


Tidak ada klarifikasi tertentu tentang goblin yang mereka lawan seolah bertarung tanpa pikiran jelas, satu hal yang mereka ingin lakukan hanyalah membunuh.


Setelah regu pertama selesai regu ke dua dikerahkan menyerang, orang yang terluka ditarik mundur digantikan orang yang masih kuat, para penyembuh mulai bekerja ekstra dan para petualang terdiri dari berbagai job mulai menjatuhkan musuh.


Beberapa dari mereka menggunakan busur untuk menyerang musuh paling belakang, hanya sampai menunggu waktu semua orang-orang ini dibinasakan.


Tak lama dari hutan mulai bermunculan elang iblis raksasa yang terbuat dari api, dugaan Rion seutuhnya benar maka dari itu sudah waktunya dia bekerja juga.


Ia menciptakan puluhan pedang cahaya yang mana ia lesatkan seluruhnya ke arah mereka, satu persatu dari mereka dijatuhkan dengan baik. Meski butuh waktu lama Rion berhasil melakukannya kini semuanya tergantung pada pasukan regu C.


Mavier yang memimpin penyerangan terakhir mengangkat tangannya yang memegang pedang.


"Untuk kota kita."


"Hooh."


Mereka semua maju ke depan, tidak ada alasan untuk Rion tetap berdiri di belakang garis pertahanan karena itulah dia pun melompat untuk bergabung bersama mereka.


Mavier menebas musuh di depannya dengan gerakan luar biasa, memotong mereka seperti bukan sesuatu yang sulit. Ketika dia lengah karena kelelahan seekor goblin siap untuk menerkamnya dari samping.

__ADS_1


Rion yang menyadari hal itu menarik kerah Mavier ke belakang, lalu meledakan kepala goblin tersebut dengan sihir.


"Aku tertolong."


"Terlalu cepat untuk merasa lega, mereka masih terlalu banyak."


"Aah, kita hanya berniat mengulur waktu jika nona Venus tidak datang maka kita semua tamat."


"Bukannya kalian terlalu tergantung padanya, jika pun dia datang semuanya pasti sudah terlambat."


"Tunggu, apa yang kau lakukan?"


"Suruh semuanya mundur, akan kuatasi sisanya."


Biasanya iblis atau monster akan mundur saat pemimpinnya telah dikalahkan namun sayangnya hal itu tidak berpengaruh untuk pertarungan ini, sampai salah satu pihak musnah barulah semuanya selesai.


Sebuah lingkaran sihir raksasa muncul di bawah kaki Rion yang mengulurkan kedua tangannya.


Dari sana lingkaran yang lain mulai bermunculan, selain lingkaran itu gaun yang dikenakan Rion tampak berkibar tertiup angin menampilkan gaterbelt yang dipakainya.


Karena itu tidak memperlihatkan semuanya maka semuanya terlihat aman kecuali bagian paha yang terekpos sepenuhnya.


"Elemental Bridge... Jalan Kehancuran."

__ADS_1


Ratusan goblin iblis diledakan secara bersamaan, api yang dikeluarkan dari setiap lingkaran sihir itu membakar mereka sekaligus sebelum mereka sempat berteriak.


Secara terus menerus Rion melakukan sihir yang sama, rambut peraknya yang diikat twintail berkibar tertiup angin yang dibuat dari ledakannya.


Perlahan ribuan musuh telah dihabisi hingga akhirnya tak tersisa lagi kecuali kawah-kawah yang hancur setelahnya menjadi saksi bekas pertempuran yang hebat. Teriakan kemenangan tampak terdengar dari belakang Rion.


"Kita menang."


"Yeah."


Dari 1000 orang yang berpatisipasi kini hanya 200 orang yang masih hidup.


Mavier mendekat ke arah Rion yang terduduk dengan nafas terengah-engah, keringat hampir membasahi seluruh wajahnya dan tetesan itu menempel di antara belahan dadanya.


"Kerja bagus Rion, syukurlah kau ada di sini."


"Ini berkat semuanya... jika musuhnya masih banyak, aku juga tidak akan bisa mengatasinya, sekarang manaku juga sudah habis."


"Kau masih bisa berjalan."


"Tentu."


Rion menerima bantuan tangan Mavier untuk berdiri sebelum melihat kota yang masih tetap berdiri seutuhnya. Ia telah menyelamatkan penduduk desa bahkan jika dirinya bukan dewi lagi.

__ADS_1


Walau orang yang mati tidak sedikit dia bisa sedikit tersenyum untuk pencapaiannya.


__ADS_2