Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 54 : Kios Gorengan


__ADS_3

Pagi berikutnya di tengah alun-alun kota kami semua menjajalkan berbagai gorengan yang kubuat menggunakan gerobak sederhana yang kubeli kemarin.


Sebagai ganti kompor, di sini menggunakan sebuah batu sihir yang memancarkan panas yang serupa.


Di saat aku menggoreng ketiga anggotaku kuminta untuk menarik pelanggan dengan pakaian pelayan mereka ditambah nyanyian yang kuajarkan juga.


"Di tangan kiri gorengan, di tangan kanan gorengan... gorengan, gorengan, gorengan."


"Ini memalukan."


"Kalian mana goyangannya dan bernyanyi lah dengan semangat."


"Aku benci ini," kata Rion.


Itu cukup menarik perhatian hingga semua orang sekarang berbaris di depanku.


"Harga satu porsinya 1 koin perak."


"Bukannya itu terlalu mahal."


"Jangan khawatir, isinya banyak dan rasanya tidak akan mengecewakan."


"Jika kau bilang begitu satu porsi."


"Okay."


Aku mengambil kantong kertas kemudian memasukan masing-masing satu gorengan seperti bala-bala, gehu, pisang goreng, singkong goreng, combro, tahu goreng, tempe goreng, kroket, misro, cireng kemudian ditambah beberapa cabe yang kumasukkan ke dalamnya.


"Silahkan."


"Terima kasih.... ini enak."


"Selanjutnya."


"Dua porsi."


"Okay."


Para pelanggan terus berdatangan hingga antrian terakhir pun selesai.


"Gorengan memang luar biasa."


"Kami masih tetap jualan di sini selama sebulan jadi datang lagi nanti."


"Baiklah."

__ADS_1


Satu pelanggan lagi yang puas.


Aku menjatuhkan diriku untuk duduk selagi menghitung keuntungan hari ini. Aku mampu mendapatkan 300 koin perak dan itu awal yang cukup baik untuk memulai bisnis.


Harty, Valentine dan Rion berjongkok di depanku.


"Bagaimana?" tanya Valentine.


"Lebih banyak dari yang kubayangkan, mari bagi empat saja."


"Itu ide bagus, aku cukup lelah mempromosikan gorengan ini," tambah Rion disusul Harty.


"Aku lebih suka makan daging."


Lima puluh koin perak setara dengan satu koin emas, dengan kata lain hari ini kami mendapatkan 6 koin emas, sungguh perjuangan berat untuk sampai satu juta.


Karena itulah mulai besok kami mulai menjalankan rencana sebelumnya, di mana gorengan akan diambil alih oleh Rion dan Valentine sementara aku dan Harty akan mulai menjelajahi dungeon.


Paling tidak barang yang ditemukan di dungeon akan bernilai beberapa koin suci, ada pun rincian uang di sini sebagai berikut.


1 koin suci \= 50 koin emas.


1 koin emas \= 50 koin perak.


1 koin perak \= 50 koin tembaga.


Jika punya satu koin emas itu bisa membuatmu hidup bermewah-mewahan.


Untuk sekarang mari sewa penginapan yang bagus.


Aku mendapatkan malam tenang di pemandian air panas tanpa gangguan ketiga orang itu. Waktu-waktu seperti ini yang sangat kuinginkan.


"Harusnya mereka memiliki kolam air panas campuran," suara itu berasal dari Rion yang berada di kolam sebelah.


Bagaimana pun kolam ini hanya dipisahkan oleh dinding kayu jadi suara bisa terdengar tanpa gangguan.


"Hey Valentine mari pindah ke kolam sebelah?"


"Aku tidak keberatan sih."


"Akulah yang keberatan di sini, kalian diam saja di sana dan bersantai... lalu di mana Harty, aku tidak mendengar suaranya?"


"Dia sedang berenang ke sana kemari."


"Seperti biasanya yah."

__ADS_1


Keheningan terasa di antara kami berdua sampai aku membuka mulutku untuk bertanya sesuatu yang penting.


"Nah Rion, apa menurutmu di dunia ini masih ada Titan?"


"Maksudmu raksasa?"


"Aah."


"Kurasa mereka menyamar jadi manusia tapi aku yakin mereka akan muncul untuk merebut kembali tanah mereka."


"Apa kau tahu sesuatu?"


"Dulu manusia dan Titan pernah bertarung cukup lama... benua manusia yang sekarang kita tahu dulunya adalah milik mereka."


"Apa kau mau bilang bahwa manusia jahat?"


"Benar... manusia awalnya hidup di benua iblis, saat mereka tahu bahwa ada daratan yang lebih subur mereka secara besar-besaran menginvasi benua manusia, peperangan itu bahkan sampai berlangsung 1000 tahun lamanya."


"Lalu bagaimana para Titan bisa kalah?"


"Dewa-dewi dari langit turun untuk membantu manusia, kalau tidak salah perang itu disebut Ragnarok."


"Mereka membantu manusia padahal mereka sendiri yang salah."


"Ceritanya cukup panjang tapi saat itu Dewa Titan menikahi salah satu dewi hingga dewa-dewi marah dan menghancurkan mereka bersama para manusia, dengan kata lain itu hanya bantuan yang kebetulan saja."


"Bagaimana dengan nasib Dewa Titan dan dewi itu."


"Dewa Titan dikatakan terbunuh sementara dewi menghilang tanpa alasan jelas."


Mungkinkah dewi yang kulihat di mimpi itu adalah dia.


Aku mulai teringat mimpi yang sering aku alami.


Jadi saat Titan dan iblis itu menyodorkan bunga, gadis itu mengambil milik Titan.


Semuanya jadi masuk akal.


"Kenapa tiba-tiba kau menanyakan hal itu Lion?"


"Bukan apa-apa, aku hanya penasaran saja."


"Begitu, apa kau penasaran juga tentang ukuran dadaku?"


"Aku bisa menebaknya sendiri."

__ADS_1


"Fufu."


__ADS_2