Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 393 : Melawan Solomon Bagian Dua


__ADS_3

Aku melepaskan topengku menampilkan mataku yang telah gelap gulita. Sementara itu Solomon menatapku dengan tatapan merahnya.


Ada angin dingin yang berhembus di antara kami berdua sebelum kami bergerak maju. Dengan mengambil sisi luar aku menebaskan pedangku dari samping. Solomon mempersempit jarak alih-alih menggunakan pedangnya dia mencengkeram wajahku, mendorongnya ke belakang.


Sebagai pencegahan aku memutar pedang untuk menusuknya dari punggung, mengetahui niatku Solomon segera melemparkanku jauh ke samping menabrak batu besar.


Dia menghentakan kakinya membuat sebuah bongkahan batu besar dari tanah yang kemudian dilemparkan padaku. Sebelum aku terhimpit aku gunakan Magic Tree menciptakan deretan pepohonan yang menahannya tepat di wajahku sebelum menghilang dan muncul di atasnya menggunakan sihir teleportasi.


Solomon mengayunkan pedangnya di udara mengirim bilah berwarna hitam, aku pun melakukan hal sama hingga kedua bilah itu saling bertubrukan menghasilkan ledakan udara yang memangkas apapun di sekelilingnya.


Kami berdua meluncur ke depan dan saling membenturkan pedang kembali menciptakan deretan kilatan bercahaya, setiap tebasan kami memotong apapun di sekelilingnya.


Aku memasukan kedua pedangku dalam sarungnya untuk menggunakan teknik IAI yaitu teknik menarik pedang dalam sarungnya dengan kecepatan tinggi hanya saja yang kulakukan sedikit berbeda karena menggunakan dua pedang.


Tebasan dikirim dan itu meluncur dengan kecepatan cahaya, Solomon menggunakan satu tangannya untuk melindungi dirinya hingga bersamaan itu seluruh area di sekelilingnya terpotong-potong dan setiap pijakan tanahnya kini menjadi kotak-kotak lebih kecil.

__ADS_1


"Sungguh disayangkan, jika Hime melihat bagaimana kau sekarang dia pasti akan kecewa."


"Aku sudah tidak memiliki masa lalu."


Solomon menciptakan bola raksasa di tangannya yang mana di sekelilingnya dilapisi petir hitam lalu meluncur ke arahku, kugunakan skill dosa mematikan kemalasan yang menghancurkan sihir apapun yang terarah padaku.


Ekpresi Solomon masih dingin seperti sebelumnya.


"Kau merubah rasmu di dunia bawah menjadi Iblis Titan, untuk apa semua itu?"


"Itu demi membuat eksperimen yang mampu membuatku menggunakan kekuatan titan tanpa harus berubah wujud sebesar puluhan meter."


Aku tidak pernah berfikir ada orang yang sanggup melakukannya, sesaat dalam keheningan aku menyadari sesuatu tentang ini semua.


Satu orang yang dari awal kuketahui memiliki kekuatan yang benar-benar tidak masuk akal dari siapapun serta bersikap seolah tahu semuanya sekaligus memberikan pengetahuan pada Nightmare tentang dosa mematikan.

__ADS_1


"Clarisa Marie."


Dua kalimat itu menjelaskan banyak hal.


Solomon menyadari apa yang kuketahui dalam waktu singkat hingga akhirnya dia tidak berniat menutupi kebenarannya lagi.


"Benar sekali, dialah orang yang melakukan semua ekprerimen itu pertama kali, berbeda dariku yang membutuhkan waktu lama serta banyak pengorbanan dia melakukannya hanya dengan sekali mencobanya, aku menemukan berkas penelitiannya di rumahnya yang dulu bersama pembuatan 8 gerbang tersebut."


Tanpa disadari semua hal terjadi merupakan sakut pautnya dengan Clarisa, meskipun itu hanya sebuah kebetulan saja.


Solomon melanjutkan.


"Awalnya aku pikir bahwa ayahnya lah yang membantu berbagai penemuan hebat itu namun sejujurnya dialah yang membuatnya."


Itu mengingatkanku banyak hal.

__ADS_1


Ekpresi yang ditunjukkan Clarisa terkadang terlihat sedih seolah memikul beban di pundaknya.


Saat aku hendak pergi ke dunia bawah, dia seolah bertingkah tidak terlalu tahu banyak tentang Solomon namun sejujurnya Clarisa merasa sangat menyesal karena pengetahuannya telah digunakan untuk hal merugikan dunia ini.


__ADS_2