Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 292 : Cerberus Bersayap


__ADS_3

Aku melompat untuk mengirim bilahku namun dengan satu tangan Cerberus bersayap mampu menghalaunya sehingga tubuhku sedikit terdorong ke belakang, ada lima ninja yang mengelilinginya dan mereka membuat segel ninja lalu meletakkan tangannya di tanah untuk menciptakan petir yang menjerat tubuh Cerberus dari segala arah sayangnya ketiga tanduk di masing-masing setiap kepala menyerap sihir tersebut lalu mengembalikannya dengan kekuatan dua kali lipat yang mampu menghempaskan mereka secara bersamaan.


Tak hanya harus berhadapan dengan pemimpinnya sebagian ninja juga harus menghadapi gempuran monster ini.


Para penduduk bahkan kini mulai mengambil senjata mereka untuk turut bertarung.


Rin muncul di belakangku selagi menepuk punggungku.


"Ayo kita kalahkan."


"Um.."


Kami berdua melesat maju di mana Cerberus bersayap mulai meraung dengan bunyi memekakkan telinga, jika aku menyerangnya dengan sihir itu hanya akan berbalik menyerang karena itulah serangan secara langsung adalah jalan satu-satunya mengalahkannya.


Aku secara bergiliran menyerang bersama Rin, pedangku menghantam lehernya yang mana memercikan cahaya ke udara, di saat yang sama Rin menggunakan kedua kakinya untuk menendang salah satu wajahnya, membuatnya terlempar jauh ke belakang.


Gerakan yang barusan sering dilihat di acara gulat pada umumnya.


Cerberus menggelengkan kepalanya sebelum memfokuskan diri menatap kami berdua.

__ADS_1


Ketiga mulut Cerberus terbuka menciptakan bola hitam, dia hendak meledakan apapun disekitarnya.


Aku menghentakan kakiku menciptakan lubang di bawah kakinya sehingga tubuh Cerberus terjerumus ke dalam, bola hitam dari mulutnya terlempar ke atas kemudian jatuh pada dirinya sendiri menciptakan kawah dari ledakan luar biasa.


"Apa kita berhasil?"


"Kurasa belum," jawabku singkat.


Saat seseorang mengatakan itu maka Flag baru akan muncul, dengan sayapnya Cerberus keluar dari sana yang mana sekarang melayang di udara.


Dia membuka mulutnya untuk melemparkan bola hitam kembali sebelum tercipta sebuah anak panah mengenai wajahnya di mana salah satu pasukan Rin telah menggagalkan serangan barusan, maka dari itu inilah kesempatanku untuk serangan akhir.


Aku melompat ke udara menggunakan lingkaran sihir sebagai pijakan, tepat berada di atasnya kuayunkan pedangku membelahnya jadi dua bagian.


Aku terduduk di tanah selagi menghela nafas panjang.


"Bagus sekali Aoi... berkatmu kita telah menyelamatkan desa ini."


"Lebih tepatnya berkat semuanya," balasku tersenyum lebar.

__ADS_1


Aku menerima uluran tangan Rin untuk kembali bangkit.


"Kurasa di sini sudah selesai, kau sangat kuat maukah kau ikut denganku ke ibukota kekaisaran... nona Hime pasti akan senang ada seseorang yang kuat berada dipihaknya... ah tentu saja nona Hime akan membantumu juga menemukan Echidna, dengan bantuan beliau aku yakin pencarian akan lebih mudah."


"Aku mungkin tidak akan terlalu banyak membantu."


"Aku meragukan itu."


Rin melirik ke sekeliling kami dan melihat ratusan Cerberus yang mati lewat pedangku, ia menatapku selagi tersenyum kecil sementara aku tersenyum masam.


Sepertinya aku terbawa suasana.


Di tengah desa semua orang merayakan kemenangan kami, selama di hutan aku hanya makan biji-bijian serta buah-buahan dan sekarang akhirnya aku bisa memakan daging dalam perayaan ini.


"Ini enak sekali."


"Jangan terlalu terburu-buru makannya... sebelum itu," atas pernyataan Rin semua orang berhenti lalu mengangkat cangkir mereka yang berisi wine mahal.


"Untuk Aoi yang telah membantu menyelamatkan desa dan untuk semua orang yang turut ikut dalam pertempuran ini.....bersulang."

__ADS_1


"Bersulang."


Aku pun mengikuti mereka walaupun sedikit terlambat.


__ADS_2