Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 365 : Semua Dosa Dan Awal Dari Semuanya


__ADS_3

Tempat yang mereka kunjungi adalah sebuah penjara di tempat disebut Tembok Keadilan Julius.


Kota ini menyediakan eksekusi seperti tiang gantung yang bisa dilihat secara umum serta penjara yang ditempatkan di bawah tanah.


Soal penjara sebagian kota besar memang memilikinya tapi jika urusan tiang gantung adalah sesuatu yang jarang ditemukan. Rion memberikan komentar yang cukup membuat Venus mengerutkan keningnya.


"Sepertinya orang-orang ini menjadikan hukuman gantung sebagai bentuk hiburan tersendiri, aku sarankan untuk tidak menunjukkan soal penggantungan di tempat publik."


"Mustahil, dari awal aku tidak mengatakan bahwa aku seorang dewi. Aku hanya mengatakan aku seorang tangan kanan dewi."


"Dengan kata lain ada kedudukan yang lebih tinggi darimu."


Pernyataan balasan Rion disetujui dengan anggukan.


"Benar, merekalah disebut para petinggi yang memilihku... aku sebisa mungkin tidak mencolok."


"Dari awal manusia memang seperti ini, mereka melakukan apapun yang mereka anggap benar."


"Bukannya kau sama saja Rion?"


"Ahaha aku? Mana mungkin seperti itu."


"Bagaimana soal ingin menantang ratu para dewi lalu menendang pantatnya."


"Lihat di sana ada makanan enak."


"Jangan alihkan pembicaraan."


Rion sama sekali tidak menggubrisnya, sesampainya di penjara Venus hanya diam bersandar pada dinding sementara Rion masuk sendirian ke dalam lorong.


Para penjaga pun hanya bisa mengikuti perintah Venus, untuk membiarkan enam orang dibunuh oleh Rion.


Mereka sama sekali tidak mengatakan apapun karena pada dasarnya semua yang akan dibunuh adalah orang-orang yang akan dihukum mati nantinya.

__ADS_1


Di ruangan yang tertutup rapat itu Rion hanya menggunakan belatinya dan membunuh mereka dengan cepat. Ekpresinya tampak datar hingga Venus secara pribadi bertanya padanya.


"Kau baik-baik saja?"


"Um."


Meski mereka penjahat yang pantas menerima hukuman mati, dewi biasanya selalu mengirim pahlawan untuk mengambil peran seperti ini tanpa mengotori tangan mereka, saat mereka melakukannya dia akan mulai kehilangan identitas diri mereka sesungguhnya.


Bagi Venus yang telah berperang dia sudah membunuh hatinya sejak lama begitu juga para dewa dan dewi yang turut berperang bersamanya. Satu jalan yang bisa membuat mereka bertahan adalah ratu para dewi yang menghapus ingatan mereka.


Dalam peperangan melawan titan hanya Venus yang menyimpan ingatannya.


"Aku kagum denganmu Venus."


"Kau bisa tinggal di tempatku selama yang kau inginkan."


Alih-alih memaksa Rion untuk bertarung, Venus memilih untuk membiarkannya menenangkan dirinya.


Dua Minggu berikutnya. Rion memeluk Venus yang sedang duduk selagi menikmati tehnya dalam diam.


"Hentikan membuat keributan, kau tidak menunjukkan sikap orang yang telah mengurung dirinya di kamar "


Rion mengembungkan pipinya untuk duduk di depan Venus.


"Jadi apa kau akan mengusirku sekarang?"


"Benar, perjanjiannya adalah aku membantumu dan kau membantuku.. aku tidak sekejam itu memaksamu untuk segera melakukannya."


Rion mendesah pelan lalu melanjutkan.


"Menghabisi lima raja iblis dan harus berhati-hati dengan orang bernama Solomon."


"Dia adalah dalang yang menciptakan raja iblis tersebut."

__ADS_1


"Ah, jadi begitu."


"Selama kau mengurung diri, aku sudah menemukan Harfilia dia bekerja sebagai toko roti beberapa tahun ini dan saat aku mengunjunginya aku minta dia menunggu di kediaman Aira."


"Aira ada di sini juga."


"Ia dihukum untuk tinggal di dalam menara, selesaikanlah urusanmu dulu lalu bunuh mereka sebelum kau pergi ke alam dewi."


Venus melemparkan sebuah permata yang ditangkap Rion dengan baik, itu adalah item yang tidak ada di dunia manapun yang mampu membawa seseorang pergi ke alam dewi.


"Dewi mengatakan kata bunuh sungguh tak biasa, tapi terima kasih untuk semuanya."


"Satu hal lagi, aku akan menyebar rumor tentangmu sebagai dewi jahat dengan begitu orang-orang tidak akan mengganggumu saat kau melakukan apapun lagi."


Yang dimaksud Venus adalah tentang dimana orang-orang mencoba mendekati Rion dan bergaul dengannya.


Rion bahkan sebelumnya menghabiskan waktu 8 tahun untuk terus bersama gadis penginapan dan yang lainnya.


"Aku tidak keberatan... lagipula saat aku menantang ratu dewi aku mungkin akan dipenjara cukup lama."


"Semoga beruntung, saat kita bertemu kita hanya akan menjadi musuh."


Rion mengangkat bahunya ringan sebelum bertanya kembali.


"Nah Venus, apa kau menggunakan Pandalium?"


Venus hanya menggelengkan kepalanya selagi meminum tehnya dalam diam.


"Kalau begitu aku permisi."


Setelah itu tidak ada lagi percakapan di antara keduanya.


Pandalium adalah sebuah jam raksasa yang berada di alam dewi yang berfungsi untuk memutar waktu bahkan tak terkecuali alam semesta sejauh yang dinginkan pemakaiannya.

__ADS_1


Venus adalah dewi waktu dan memiliki akses terhadapnya.


__ADS_2