Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 373 : Pertarungan Di Pagi Hari


__ADS_3

Seperti biasa setiap pagi Livia akan menyerahkan data yang harus kulihat, itu mencakup tentang anggaran negara, pemasukan serta pengeluaran yang tidak ingin kupikirkan saat pagi hari.


Ini semacam sesuatu yang tidak bisa kau hindari saat menjadi pemimpin, Elf diberkahi banyak kemampuan meski tidak bisa membuat kerajinan sekelas para Dwarf kerajinan mereka juga tidak jauh kalah, mereka membuat pakaian, peralatan makan serta peralatan untuk bertani bahkan senjata untuk bertarung juga.


Aku membeli semuanya dengan harga yang mereka tentukan dan kujual kembali dengan harga sedikit mahal di luar sana, meski jumlah penduduk di sini sedikit, barang mereka akan selalu terjual jika pihak kami membelinya.


Tidak akan ada kelaparan di kerajaan serta setiap orang bisa hidup tanpa perlu ketakutan soal kemiskinan.


"Tuan Lion, bukannya akan berbahaya jika anda terus membeli barang semua orang, lima atau sepuluh tahun lagi mungkin barang mereka akan tidak terlalu laku dan uang yang kita keluarkan tidak akan kembali semestinya."


Aku menyeruput teh sebelum menjawabnya.


"Jangan khawatir, saat kita bilang untuk meningkatan kualitas barang mereka, mereka pasti akan melakukan sesuatu.. jika pun masih tidak ada yang membelinya aku tidak masalah, singkatnya aku akan mencari uang sebanyaknya untuk menutupinya."


Livia menghela nafas panjang atas pernyataanku dan ia menuangkan kembali teh ke cangkirku. Sepertinya dia sudah menyerah untuk melayani tingkah lakuku yang tidak mencerminkan anggota kerajaan ataupun raja-raja pada umumnya.


Suara lain terdengar memasuki taman.


"Kau sedang bermesraan dengan seketarismu Lion, membuat iri."


Yang berdiri mendekat adalah Kizuna bersama Charlotte yang masih menatapku dengan niat membunuh, ketika Livia menyadarinya dia langsung berhadapan dengannya saling menatap dari jarak yang bisa merasakan hembusan nafas satu sama lain.


"Hah, kau berani sekali menatap tuan Lion dengan tatapan busukmu itu."


"Ini adalah tatapan yang pantas untuk monster mesum sepertinya, dia pasti mengincar kesucian Kizuna juga."

__ADS_1


"Jangan khawatir bukannya itu bagus jika ia melepas kesucian dengan tuan Lion."


"Livia, bukannya harusnya kau menyangkalnya," aku memotong di sana tapi tak ada yang yang mendengarkanku.


"Heh? Orang-orang jadi seperti ini."


Kizuna mengambil cangkir sendiri dan menuangkan tehnya selagi duduk di hadapanku dengan santai.


Aku beralih padanya.


"Kau tidak mencoba mengatakan apapun pada mereka."


"Ah benar, kalian bertarunglah di luar tapi jangan terlalu berlebihan."


"Itu ide bagus."


Orang yang menakutkan.


Aku bisa melihat ledakan jauh dari sini mereka jelas sama sekali tidak menahan diri. Kizuna melirik ke arahku dengan seksama.


"Jika diperhatikan wajah Lion memang lebih tampan jika dilihat dari dekat."


"Tolong berhenti mengatakan itu, aku mungkin harus menutupnya dengan topeng lagi."


"Kuharap kau tidak melakukannya, karena minum teh dengan pria tampan adalah keinginan terdalamku juga."

__ADS_1


"Kau membuatku takut saja... jadi apa ada sesuatu yang ingin kau sampaikan?"


"Tidak ada, aku hanya datang untuk melihat bagaimana pembangunan di negeri ini, aku yakin akan ada sesuatu yang bisa kupetik sebagai pelajaran dengan cara mengikutimu seharian penuh."


Aku tadinya ingin bersantai tapi sekarang rasanya sulit jika aku mengatakannya.


"Kupikir lebih baik kau mengikuti pelayanku mereka orang yang sangat cakap dalam pekerjaannya."


"Tidak, itu tidak seru aku sulit untuk menyebutnya sebagai kencan kalau begitu."


Rion, Aira, Misa dan Valentine tiba-tiba saja muncul di belakang Kizuna yang gemetaran.


"Perasaanku atau di sini memang terasa sangat gelap."


"Sepertinya ada yang sedang mencoba mendekati suami kita."


"Aku juga merasa begitu."


"Mari kita pindah ke tempat lain untuk mengobrol."


"Tidak, tidak, aku harus mempelajari banyak hal di tempat ini."


"Jangan khawatir kami bisa mengajari banyak hal juga."


"Uwaah."

__ADS_1


Kizuna benar-benar diseret oleh mereka.


Sebaiknya aku mengecek keadaan Livia dan Charlotte sekarang.


__ADS_2