
Aku mengambil beberapa pekerjaan di papan permintaan yang tidak terlalu mencolok sebelum akhirnya pergi ke lokasi yang ditunjukkan.
Itu adalah sebuah tempat yang sepenuhnya terlindungi oleh bebatuan tinggi, bagaimanapun ini berada di atas bukit yang tinggi yang sepenuhnya masih terjaga keasriannya.
Beberapa kelinci monster bermunculan dan aku dengan senang menumbangkan mereka dengan satu lemparan batu.
"Satu batu untuk dua kelinci, itu sangat bagus."
Dan setelahnya sekitar 50 ekor aku berikan pada si gadis kacamata.
"Owh... ini tangkapan besar, mengingat tuan Lion sendirian mengalahkan mereka aku tidak yakin Anda di level satu."
"Aku hanya beruntung saja, ada petualang yang dengan senang membantuku."
Aku tidak ingin mendapatkan kecurigaan apapun terutama tentang levelku. Aku di sini hanya ingin sedikit membantu gadis yang sudah menerimaku.
Itu saja.
Si gadis kacamata berkata dengan nada khawatir.
"Kudengar para monster yang di pertarungkan di arena Colosseum telah melarikan diri, untuk sementara tolong jauhi hutan."
"Colosseum?"
"Benar juga tuan Lion baru datang kemari.. tolong maafkan aku, Colosseum adalah tempat di mana para monster di adu, bagi yang memenangkannya mereka akan diberi hadiah tinggi."
"Kenapa tempat yang disebut wilayah suci mengadakan hal seperti itu?"
"Untuk hiburan, ada seorang yang cukup berpengaruh di antara tiga gadis suci."
"Dan di mana tempat itu?"
"Kota Prima, tidak jauh dari ibukota."
Itu wajar jika para monster yang melarikan diri pergi kemari.
Antara Ibukota dan kota Prima hanya dibatasi oleh hutan yang tidak terlalu luas. Untuk sekarang mari buat seolah aku akan menurut.
"Aku akan berhati-hati."
__ADS_1
"Bagus."
"Kalau begitu sampai nanti."
"Aku akan menunggu pencapaian tuan Lion berikutnya."
Aku keluar dari guild saat sekumpulan petualang veteran menghalangi jalanku.
Salah satunya berkata dengan arogan.
Aku bisa melihat bahwa dia berada di level 50 ke atas.
"Di sini petualang dilarang untuk bertarung solo, mereka harus bergabung dalam party dan menjadi bagian di dalamnya."
"Bukannya aku berhak memutuskan apapun yang kuinginkan."
Kudengar party di guild ini tidak memberikan batasan, mereka bisa bergabung sebanyak yang mereka inginkan.
Hanya saja.
Aku tahu bahwa mereka hanya ingin memanfaatkan pendatang baru untuk memberikan uang makan pada mereka agar tidak perlu bekerja.
Semua petualang di sini ada sekitar 15 orang, jika itu aku aku masih bisa menghancurkan mereka dengan kemampuanku, terlepas dari itu aku sampai sekarang tidak tahu berada di level berada.
"Jadi apa yang kau pilih?"
"Aku tetap akan bermain solo, kau tahu aku tidak terlalu baik bersama orang asing."
"Jika itu alasanmu maka kami akan menghabisimu."
Dua orang muncul dari belakangku untuk mengirim senjata mereka. Aku tidak perlu repot-repot menebas mereka, hanya dengan tangan kosong aku menahannya.
"Mustahil?"
"Berhentilah main-main aku sedang sibuk kau tahu."
"Gyaah."
Aku menghempaskan mereka dengan hanya sihir ringan, mengetahui bahwa diriku berada di atas level mereka tidak menyulutkan mereka untuk mundur.
__ADS_1
Sebaliknya mereka semakin berantusias, ketika aku memikirkan apa yang harus kulakukan? Sosok gadis muncul secara tiba-tiba.
Gadis itu memiliki rambut keperakan dan terbilang tinggi hampir setara denganku, memiliki kulit putih pucat dengan gaun panjang yang di bagian ujungnya diatur sedemikian rupa dengan hal mewah seperti aksesoris.
Aku memperhatikan bahwa dia menggunakan bando yang imut.
"Kalian semua, apa yang kalian sedang lakukan?"
"Bos."
"Mari pergi, maaf atas keributannya."
Mereka semua berbondong-bondong melarikan diri selagi mengirim tatapan permusuhan padaku.
Mereka pasti tidak akan menyerah dengan mudah.
Gadis itu berjalan ke arahku, entah dia bodoh atau kikuk dia terpeleset dan aku menangkapnya dengan baik.
Wajahnya berubah menjadi merah tomat.
Aku berkata selagi memainkannya.
"Jadi ini dada gadis suci."
"Kyaaa."
Dia berteriak dengan wajah berkaca-kaca, tentu aku tidak berhenti dan menikmati hal ini. Ukurannya sangat pas di tanganku.
Aku pasti pria yang tidak tahu malu, padahal gadis ini telah menyelamatkanku tapi aku malah melakukan hal ini.
"Aku digrepe seseorang, penjaga."
Dan saat itulah semuanya berubah dari petualang berubah menjadi tentara.
Gadis itu menutupi dirinya dengan pandangan kebencian yang ia tunjukan ke arahku.
"Masukan dia ke penjara."
"Baik."
__ADS_1
Aku memilih untuk menyerah.