Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 264 : Hujan Darah


__ADS_3

Sama seperti apa yang akan disampaikan kedua Dewi, perkataan ibu itu telah mewakili semuanya.


Darah maupun daging yang kulihat di kota adalah milik manusia. Seketika rasa mual seolah ingin keluar dari mulutku, alasan suaminya dibunuh karena mereka menolak untuk mengkonsumsi kedua jenis makanan yang disebutkan tersebut.


Apa yang dikatakan ratu loli memanglah benar? Sosok Blossom adalah sesuatu yang sangat berbahaya.


Aku tidak yakin dia akan menjawab setiap pertanyaan yang akan kulayangkan padanya kendati demikian aku ingin mencobanya sebagai utusan perwakilan dari peperangan yang akan terjadi.


Memberikan rumah serta menumbuhkan beberapa pohon yang banyak menghasilkan buah-buah untuk keduanya, aku kembali muncul di ibukota. Tanpa membuang waktu lagi aku menyusup ke istana lalu berjalan di ruangan singgasana di mana aku bisa melihat seorang wanita berpakaian Gothic duduk di kursi kebesaran.


Dia menatapku dengan mata merahnya selagi menyilangkan kaki.


"Jadi kau yang menyusup ke wilayahku?"


"Namaku Lion, aku datang ingin agar kau mengembalikan semua orang sedia kala lalu menyerah."


"Sayang sekali tapi mereka tidak bisa dikembalikan sedia kala, jika soal menyerah adalah sesuatu yang tidak bisa kulakukan."


Aku melirik ke arah jendela di mana tetesan dari hujan darah mulai berjatuhan layaknya hujan pada umumnya.


"Apa itu?" aku bertanya pada sosok Blossom yang tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


"Itu semua adalah darah dari orang-orang yang kubunuh di masa lalu."


Jika diperhatikan darah itu tidak merah seutuhnya melainkan sedikit kehitaman. Aku tidak peduli bagaimana caranya dia melakukannya yang ingin aku ketahui adalah apa orang ini bisa mati.


Aku menarik kedua pedangku secara bersamaan.


"Jika kau bersiap membunuhku maka aku juga akan melakukan hal sama, aku tahu bahwa pasukanmu telah bersiap-siap untuk menyerang wilayahku, bukannya terlalu cepat untuk berperang saat ini juga."


Tak lama empat jenderal dengan pakaian baju besi muncul di depan Blossom, masing-masing dari mereka mengeluarkan aura gelap yang terkesan mengerikan.


Sudah jelas mereka bukanlah manusia melainkan sosok yang disebut Undead.


Atas pernyataan Rion aku kembali memasukan pedangku.


"Aku akan menghancurkan wilayah kekaisaran ini."


"Aku sangat menantikannya, tentu jika gagal aku yang akan menghancurkan dunia ini.. anggap saja sebagai balasan karena telah memukul mundur pasukan kekaisaran sebelumnya."


Aku berbalik lalu membuka Teleportasi Gate untuk kembali ke istana kerajaan Frames di mana ratu dan Kanade menungguku.


Aku mengatakan semua hal yang terjadi pada keduanya.

__ADS_1


"Tak kusangka situasinya lebih buruk dari yang kubayangkan."


"Benar sekali, jika masuk ke wilayah musuh maka akan ada hujan darah yang langsung merubah seluruh pasukan menjadi vampir, lebih buruknya mereka akan langsung berbalik menyerang pasukan sendiri."


Menurut Aira setiap orang yang dirubah jadi vampir bisa dikendalikan oleh sebuah kutukan, kutukan itu hanya bisa diaktifkan oleh Blossom jika dia mau bahkan memerintah para vampir untuk bunuh diri itu bukanlah hal sulit.


Bisa dibilang seluruh vampir terhubung dengan satu vampir leluhur.


"Jika demikian bagaimana cara agar hujan tidak mengenai kita?" tanya ratu.


Aku berfikir sesaat sebelum menjawabnya.


"Itu jelas sulit, jika bergerak dengan sedikit orang aku bisa menggunakan Teleportasi Gate untuk mengirim semua keluar saat hujan terjadi, paling tidak sampai kita bisa menghentikan hujannya."


"Bukannya kalau kita bersembunyi di dalam bangunan maka hujan itu tidak akan mengenai kita," potong Kanade.


"Hujan di sana bukan hujan biasa, saat aku berada di istana hujan itu mengeluarkan semacam racun walau di dalam ruangan racun itu akan masuk ke dalam rumah lalu meracunimu untuk keluar."


"Sampai segitunya."


Kalau bukan karena aku kebal racun aku sudah jadi vampir saat bertemu dengan Blossom.

__ADS_1


__ADS_2