
Sementara kami menangkap ikan, Viloe Hesvania duduk selagi memeluk lututnya dengan ekpresi suram.
Dia sebenarnya seorang putri dari pulau tengkorak yang sedikit jauh dari pulau ini, di sana hanya diisi undead dan Viloe adalah orang yang ditunjuk sebagai pemimpin karena memiliki tubuh yang tidak pernah membusuk.
Namun karena itulah orang-orang dalam tanda kurung para zombie sedikit iri dengannya, walau sudah mati dia masih membawa tubuh indahnya sampai sekarang maka dari itu ia diusir dari pulau tanpa sepengetahuannya lalu dikubur di sini.
Untuk tulisan di nisannya kurasa itu hanya lelucon pada awalnya mereka pasti berfikir tidak akan ada orang yang bisa masuk ke dalam pulau sampai kapanpun.
"Nasibku benar-benar malang."
Mari abaikan undead yang sedang meratapi kehidupannya yang suram itu. Ikan Hiu melompat ke air dan kami menebas mereka tanpa kesulitan dimana kami sekarang berdiri di atas sebuah rakit.
Sekitar sepuluh ekor telah dikalahkan dimana itulah akhir dari misi ini.
"Yah, aku benar-benar berterima kasih... kalian sudah mau membantu kami, mulai sekarang wilayah kami akan aman."
"Kupikir para hiu tidak akan datang lagi kemari."
"Um... kalau begitu aku akan melaporkan pada yang lainnya, nanti aku akan mengantar kalian untuk pulang."
"Tidak usah, kami akan keluar sendiri."
"Kalian bisa melakukannya."
"Asal tempat itu telah aku kunjungi aku bisa menggunakan sihir teleportasi jarak dekat dengan sempurna."
"Begitu, sekali lagi kami mengucapkan terima kasih."
__ADS_1
"Tak masalah."
Aku memberikan mutiaranya kembali sebelum aku berjalan mendekat ke arah Livia dan Alteira yang sedang memanggang ikannya.
"Viloe berhentilah bersedih, duduklah bersama kami dan makan ini juga."
Dia Undead kelas atas dia masih bisa hidup seperti manusia.
"Jangan pedulikan aku, sekarang aku tidak memiliki rumah."
"Cuma itu, kau bisa ikut bersama kami... meski tak bisa menjadi putri kau bisa menjadi sekertarisku, aku bisa memanggilmu putri jika kau mau."
"Eh, benarkah?"
"Tentu bagaimana menurut kalian berdua?"
"Aku juga, dengan begitu pekerjaan kami akan sedikit lebih ringan."
Viloe berlari lalu memeluk keduanya.
Putri ini terlihat sangat kesepian kurasa.
"Panggil saja Viloe aku tidak berminat jadi putri lagi."
"Begitukah, mohon bantuannya Viloe."
"Um.."
__ADS_1
Aku memberikan ikan bagiannya dan dia makan seperti manusia biasanya sebenarnya berjalan di siang hari juga masih membuatku terkejut. Tapi jika memeriksa tubuhnya tidak ada detak jantung serta suhu dari tubuhnya terasa dingin itulah yang membedakan kami dengannya.
Kami makan dengan lahap dan mengobrol ringan diantara kami sebelum kembali ke atas perahu yang kami tinggalkan sebelumnya. Atas permintaan Viloe kami tidak langsung kembali melainkan pergi ke pulau tengkorak lebih dulu untuk melihat situasinya.
Pulau itu memiliki rumah-rumah yang ditinggalkan dan saat kami menyisirnya tidak ada zombie ataupun Undead lainnya di sana.
"Kemana mereka pergi?"
"Kurasa mereka sudah disucikan oleh gereja."
Aku menunjuk ke arah gumpalan debu di lantai dan Viloe terlihat senang.
"Kalau begitu baguslah, mereka mendapatkan apa yang mereka pantas dapatkan."
Undead ternyata pendendam juga, kurasa tidak ada yang bisa kami lakukan lagi mari kembali secepatnya. Viloe mengambil beberapa pakaian di rumahnya lalu bersama kami pergi ke Elfdian.
Hari sudah sore saat kami berada di sana.
"Di sana rumahmu, kau bisa tinggal selama yang kau mau."
"Uwah, aku langsung punya rumah sendiri."
"Jika soal pekerjaan Livia nanti akan menjemputmu dan mengajarimu banyak hal."
"Aku mengerti, sampai nanti."
Kami melambai padanya yang tersenyum lebar sebelum dia masuk ke dalam rumah, ternyata undead bisa tersenyum seperti itu juga.
__ADS_1