Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 48 : Penjelajahan Hutan Iblis


__ADS_3

Di Dunia baru ini aku membuang masa laluku dan sekarang aku hanya hidup sebagai orang bernama Lion tidak lebih maupun kurang.


Sekembalinya ke benteng aku membantu para kesatria wanita memasak di dapur, aku menunjukkan beberapa masakan baru yang belum pernah ada sebelumnya di sini.


"Nasi goreng dengan potongan daging dan jamur."


Aku menunjukan setiap masakan yang telah kubuat pada mereka.


"Ini mirip salad tapi rasanya berbeda."


"Benar."


"Yang ini lotek dan ini karedok, silahkan dicoba."


Semua kesatria mengangguk mengiyakan hingga ekpresi wajah mereka tampak bahagia.


"Rasanya sangat enak."


"Um... Aku baru tahu ada sambal kacang dan kecap juga."


"Kalian bisa membuatnya sendiri, apalagi sambal kacang juga bisa disajikan dengan sate. Yang terpenting saat menguleknya jangan lupa goyangannya."


"Kami akan mencobanya."


Tentu itu bukan informasi yang sebenarnya, tapi cukup menyenangkan melihat mereka bergoyang.


beberapa saat kemudian para kesatria wanita memukul badanku pelan dengan ekpresi imut.


"Tuan Lion membohongi kami."


"Maaf, maaf."


Kenapa mereka bertingkah seperti ini, saat aku memegangi wajahku aku lupa tidak memakai topengku.

__ADS_1


Aku bisa melihat anggota partyku cemberut di belakang selagi mengumpat sesuatu.


"Dasar Gigolo."


"Penjahat kelamin."


"Goyangan tadi cukup bagus, aku juga ingin mencobanya."


Aku segera mengenakan topengku kembali bertepatan saat Roxy muncul. Kemarin kami sedikit terganggu karena penyerangan goblin tapi untuk sekarang kami akan benar-benar pergi.


"Segera hidangkan semua makanan ini ke semuanya, kita akan pergi dalam waktu 30 menit."


"Baik."


Menggunakan kuda kami mulai memasuki Hutan Iblis, setiap lima tahun sekali hutan ini mengeluarkan energi kuat yang bisa mempengaruhi monster yang tinggal dan diantara mereka ada satu yang diberikan kekuatan luar biasa hingga disebut sebagai raja yang mampu mengendalikan seluruh monster. Jika dikalahkan maka semuanya selesai.


Perkembangan monster pun akan jauh meningkat dari hari biasanya, sebelumnya Harty pernah menelusuri tempat ini, katanya dia telah membunuh banyak monster kendati demikian itu sama sekali tidak terlihat sedikitpun.


Kecuali bertarung tidak ada hal yang bisa diceritakan lebih lanjut, aku menusukan pendangku menembus tulang tengkorak goblin.


Valentine yang kuminta menyelidiki sekitar telah kembali.


"Bagaimana Valentine?"


"Di tengah hutan ini ada sebuah danau luas, aku rasa rajanya berada di sana."


Roxy yang diam-diam mendengarkan berdiri selagi memikirkannya.


"Jika demikian ini pasti akan sulit."


Aku melirik ke arahnya dengan sedikit bingung hingga dia menjelaskan.


"Ini pertama kalinya aku bertemu raja yang hidup di dunia lain, jika demikian kita tidak akan mungkin bisa bertarung di sana kecuali menyeretnya ke pinggir danau"

__ADS_1


Aku menuturkan ideku.


"Kita bisa menyerangnya dengan sihir jarak jauh aku yakin dia akan terpancing, jika masih belum kita bisa gunakan Harty."


"Kamu ingin menggunakan anggotamu?"


"Kurasa jika Harty tidak ada yang bisa melakukannya lagi, walaupun dia dimakan Harty tidak akan apa-apa."


"Jika kau bilang begitu, mari kita lakukan nanti."


Roxy melambai ke arah Amarzuki meminta istirahat sebentar dan semua setuju akan hal itu. Dengan menggunakan ranting kayu Roxy membuat sebuah lingkaran sihir sederhana.


"Apa itu?"


"Ini sihir pelindung khusus, ketika semua orang berada di dalam lingkaran ini, monster apapun tidak akan bisa masuk."


Ada teknik yang praktis seperti ini juga.


Setelah selesai dibuat kami beristirahat dengan perbekalan yang sebelumnya kusiapkan.


"Apa ini, rasanya sangat enak?" tanya Amarzuki.


"Ini semua karena goyangan," kataku demikian.


"Apaan itu, dan juga kenapa para kesatria wanita menempel padamu?"


"Aku juga ingin tahu itu?"


"Buka mulutmu Lion?"


"Bahkan ketua juga."


Karl yang memperhatikan hanya mendesah pelan bersama anggota partyku yang cemberut.

__ADS_1


__ADS_2