
Di jalan utama kota itu aku bisa melihat orang-orang berlalu lalang dengan senang, setiap bangunan di sini kebanyakan didekorasi dengan warna merah yang memukau. Entah itu toko atau rumah penduduk mereka menggantung sebuah lampion bundar sebagai hiasan termasuk ornamen naga merah di setiap pilar maupun dindingnya.
Melihat itu aku akan berpikir bahwa ada festival di sini.
Dan itu memang benar.
Arak-arakan meriah terlihat melintasi kami termasuk para penari wanita yang dengan anggun mempertunjukkan ketidaksenonohannya.
Mereka hanya memakai pakaian tipis merah tanpa mengenakan apapun di bagian dalamnya, aku tidak terlalu ingin berkomentar dengan perbedaan budaya seperti ini.
Aku membeli satu topeng rubah yang kuberikan pada Lien.
"Kenapa kau memberikannya padaku?"
"Untuk jaga-jaga, kita tidak tahu siapa kau sebenarnya? Mungkin saja kau seorang tahanan hukuman mati, mungkin selir yang terbuang atau mungkin putri yang tertukar yang harus menikahi tuan muda secara terpaksa."
"Kau sangat berhati-hati, aku akan menerimanya tapi selir terbuang ataupun putri tertukar, itu berlebihan."
Valentine tampak terlihat menikmati paradenya mungkin dia tertarik dengan pakaian seperti itu sementara Harty dia ada di belakang sedang mengutip keong racun untuk ia makan.
Aku segera menghentikannya.
"Sudah kukatakan jangan makan makanan yang ada di jalanan."
"Tapi ini enak."
Aku sebisa mungkin menahan bahunya.
"Lepaskan aku."
Naga ini sulit dikendalikan.
Jika di dunia ini ada adu naga seperti adu domba di Garut, dia pasti akan menjadi pemenangnya karena kepalanya sangat keras sekali.
Untuk sekarang mari cari penginapan murah.
Seperti yang kukatakan semua bangunan di sini merupakan rumah adat bergaya cina, setiap pekerja di penginapan juga memakai congsam atau Qipao untuk melayani tamunya.
"Aku ingin memesan satu kamar luas yang bisa diisi oleh 5 orang."
Permintaanku terdengar berlebih namun aku harus mengawasi anggota partyku agar tidak terjadi hal aneh.
__ADS_1
"Ada ruangan vip yang luas, apa tuan ingin menggunakannya? Di sana ranjangnya sangat luas serta beberapa fasilitas telah disediakan, kami juga akan mengirimkan makanan berkualitas tinggi sehari tiga kali."
Mata semua orang berbinar terang, mereka benar-benar matre.
"Berapa aku harus membayar?"
"Kami menyediakan paket, dua Minggu dan sebulan jika memilih paket ini akan sedikit lebih murah."
"Kalau begitu dua Minggu saja."
"Paket dua Minggu, 300 koin emas."
Aku memberikan uang sebanyak yang dikatakannya sebelum menerima kunci untuk pergi ke kamar bagian atas.
"Aku berdebar-debar, seperti apa kamar kita?"
"Pasti sangat bagus... kuharap kamar mandi mereka punya air hangat, Lion nanti kita mandi bersama?"
"Jika kau tidak keberatan aku tidak masalah," balasku pada Rion yang telah berubah menjadi gadis elf.
Lien yang mendengarkan memucat.
"Kalian selalu mandi bersama."
"Melihat tubuh satu sama lain telanjang, kalian mesum."
"Bukannya itu hal biasa di dunia ini." kataku dengan wajah polos.
"Valentine katakan sesuatu?"
"Mandi bersama membuat pertemanan semakin erat lagipula Lion cukup bisa menahan diri juga walaupun tangannya menggerayangi kemana-mana."
Oi.
"Aku tidak habis pikir dengan kalian semua, lalu Harty?"
Dia memiringkan wajahnya heran.
"Apa ada yang salah?"
"Kau juga," teriak Lien.
__ADS_1
Salahnya sendiri karena bertanya pada naga.
Sesampainya di ruangan vip yang merupakan satu-satunya ruangan di sini, aku membuka pintu dan seketika ruangan yang luas menyambut kami.
Setiap perabotan sangat mewah di mana ada sofa, meja serta peralatan pendukung lainnya.
Valentine berlari kecil ke arah jendela lalu membuka tirai agar cahaya matahari bisa masuk dengan baik walaupun sebenarnya dia masih membuka payungnya.
Tutup napa kek!
Di saat yang sama Rion mengangkat tangannya seraya berkata.
"Waktunya menjelajah, mari ikuti aku."
"Baik."
"Maaf jika kau tidak nyaman, mereka memang seperti itu."
"Aku lebih tidak nyaman karena keberadaanmu."
"Kenapa begitu?" teriakku.
"Yah kau tahu bersama pria di satu ruangan mungkin akan terjadi hal itu."
"Benar juga, apa aku bisa memuaskan kalian semua."
"Lion?"
"Aku cuma bercanda, sejauh ini aku tidak pernah melakukan hal aneh pada mereka," aku membuka topengku.
Melihat wajahku Lien tampak mematung.
"Ti-tidak masuk akal, kenapa wajahmu sangat tampan?"
"Wajahku dari awal memang seperti ini, lepas topengmu juga... aku akan meminta pegawai penginapan untuk membawakan pakaian ganti kalian jika kalian ingin mandi."
"Terima kasih."
"Apa perutmu sakit wajahmu memerah?"
"Berisik."
__ADS_1
Wanita di dunia ini cepat marah rupanya.