Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 177 : Lion Dan Sebuah Rencana


__ADS_3

Setelah mengalahkan Titan dengan menggunakan Manuever Acceleration Gear aku telah berdiri di depan Kizuna yang menatapku dengan air mata mengalir.


Aku bisa tahu bahwa tangannya tidak berada di tempatnya.


Aku meminta dia menyerahkan tangannya kemudian aku menyatukannya kembali dengan tubuh utama, sedikit sihir air maka tangannya menyatu kembali.


"Eh?"


Kizuna melompat ke arahku.


"Aku akan menikahimu."


"Hentikan, kau terlalu berlebihan."


Aku tidak keberatan dipeluk seperti ini hanya saja ini bukan waktunya melakukan adegan romantis atau sebagainya.


"Lalu bagaimana dengan keadaan kita?" tanyaku.


"Semuanya terkendali," balas Charlotte kesal saat aku masih berpelukan dengan Kizuna.


Situasi seperti ini sulit dihindarkan.


"Barusan ada seorang yang menyebut dirinya Titan Pedang aku tidak tahu tapi tiba-tiba saja tubuhku tidak bisa bergerak seolah kekuatannya menekanku," ungkap Ryker.


Kizuna dan Charlotte memiliki kekuatan yang bisa menangkisnya lalu bagaimana dengan Symponia. Ryker mengambil busur yang terbuat dari roh itu dan dia sudah pingsan.


Orang itu memiliki skill Intimidasi, itu alasan yang bisa aku buat sekarang.


"Eh, aku dimana?"


Symponia masih bisa bangun ternyata.

__ADS_1


Dalam peperangan ini kerugian kami sangatlah besar, sekitar setengah pasukan harus menjadi korban dan beberapa lagi harus kembali ke benua iblis untuk perawatan paling tidak kurang dari 60 orang yang masih bertahan.


Sampai peperangan selanjutnya dimulai kami akan menunggu di tempat ini.


Selagi menatap matahari terbenam aku duduk di atas tembok selagi menikmati roti dan susu. Sementara itu Aira dan Rion sedang bermain kata-kata.


"Huruf L."


"Lintah."


"Lautan."


"Lautan bukan hewan jadi kau kalah Aira."


"Eh."


"Berikan keningmu."


Andai aku bisa sesantai mereka.


Sejauh ini Ranger, Venus, Nightmare dan aku telah bergerak. Apa yang akan terjadi selanjutnya adalah sesuatu yang kukhawatirkan. Bisa saja Ranger dan Nightmare membuat aliansi untuk membunuh kami dengan sedikit tipuan atau yang lebih gawat mereka bersatu untuk memusnahkan kami.


Itu sesuatu yang tidak ingin kupikirkan.


Aira dan Rion mengambil lenganku yang sedang bersantai, keduanya menyandarkan dirinya di bahuku sampai Gracia muncul untuk memelukku dari belakang.


"Kenapa kalian tiba-tiba terasa semakin dekat."


"Um... ini sesuatu yang sering dilakukan wanitanya saat mereka kesepian," jawab Gracia, saat mendapati ingatannya kembali dia sangat senang dan berubah menjadi sosok berbeda.


Sulit untuk memahaminya sekarang.

__ADS_1


Aku merasa tidak enak, kami datang untuk berperang bukan untuk bermesraan di tempat umum. Ryker yang mengawasi sekitar muncul juga.


Dia bisa membaca suasana aku yakin dia akan menegur ketiganya.


"Kurasa tidak ada Titan lagi untuk sekarang, beberapa monster yang berniat masuk sudah dihabisi oleh regu pengintai... jadi malam ini kau bisa bersantai dengan mereka di kamar."


Orang ini malah menjerumuskanku.


"Terima kasih atas kerja kerasnya," kataku demikian.


"Aah."


Ryker mengangkat tangannya untuk memberikan hormat sebelum turun dengan lompatan kecil. Aku berusaha meminta pertolongannya tapi dia hanya mentertawakan keadaanku.


Pagi berikutnya beberapa regu memasak telah menyiapkan makanan untuk kami, selagi menyantapnya aku menjelaskan rencana selanjutnya.


"Karena tembok suci Maria telah diambil oleh pihak Titan, pasukan Venus telah berusaha keras untuk mengambilnya kembali, dengan keadaan ini ibukota telah mengalami penurunan penjagaan, karena itu aku akan pergi ke ibukota untuk penyusupan."


"Apa kita akan bertarung melawan Venus?" tanya salah satu prajurit.


"Tidak, hanya aku saja, aku ingin mengajukan pengajuan aliansi dengannya."


"Bukannya itu sangat berbahaya, aku yakin mereka sudah tahu tentang benua iblis dan kemungkinan besar mereka akan mengambil benuanya juga," suara itu berasal dari Kizuna yang menjadi perwakilan semua orang.


"Tapi ini pantas untuk dicoba, ras Titan tidak akan bekerja sama dengan iblis, ataupun Venus dengan keduanya, kita memiliki keuntungan karena kita merupakan pasukan yang mencoba mencari pendamaian untuk semua pihak."


Ryker yang hanya diam memperhatikan akhirnya membuka mulutnya.


"Jadi apa rencanamu Lion?"


Aku hanya tersenyum sebagai balasan.

__ADS_1


__ADS_2