
Setelah beberapa saat akhirnya Diona memutuskan.
"Aku akan menyetujuinya."
Wajah semua orang tampak terlihat bahagia, untuk memastikannya Diona menjabat tangan White Tiger sebagai bentuk kerja sama.
Ini awal yang bagus, masih ada yang harus kulakukan dengan para demi human tapi lebih baik kami melakukannya dengan santai dibandingkan tergesa-gesa.
Selama dua hari kami menghabiskan waktu di dungeon, di sini aku mencoba melawan beberapa monster yang nantinya bisa aku tukar dengan uang.
Aku benar-benar harus bisa memilih mereka jangan sampai membunuh yang memiliki akal seperti manusia, manusia bisa berevolusi karena itu bukan hal aneh jika monster juga dapat melakukannya.
Setelah berburu ada mata air panas di lantai 45 jadi aku berendam di sana bersama Rion, aku mengundang Diona juga tapi sepertinya dia tidak tahan saat melihat sesuatu di antara pahaku.
Berbeda terbalik dengan Rion yang mencoba melakukan hal aneh terhadapku.
"Jauhkan tanganmu."
"Aku penasaran ukurannya."
Dasar dewi mesum.
Aku menghela nafas panjang saat situasi menjadi tenang, uap air menyembul ke udara berfungsi sebagai relaksasi bagi tubuh serta pikiran yang kelelahan.
Aku memikirkan banyak hal khususnya tentang pembangunan yang ada di benua iblis, tadinya aku memang hanya akan membuat dua kerajaan termasuk untuk Nibela tapi mengingat bahwa benua tersebut sangat luas akan menjadi kerugian bahwa jika tanahnya tidak di manfaatkan dengan baik, terlebih aku juga harus berhati-hati dengan manusia di benua manusia.
Sebelumnya mereka tega untuk mengambil tanah para Titan maka hal itu akan berpengaruh sebaliknya jika aku memperbaiki benua iblis, mereka akan meng-klaim bahwa itu tanah mereka dan sekali lagi mengibarkan bendera peperangan.
Manusia adalah makhluk egois yang tidak memikirkan apapun kecuali kenyamanan yang mereka inginkan, sisi lain dari keserakahan.
Itu terbukti saat perang dunia terjadi di duniaku, dan walau masuk zaman modern mereka masih tidak berubah.
Contohnya soal yang terjadi pada lapisan ozon bumi. Agar demi kenyamanan mereka tak peduli soal pembakaran.
Dan jika bumi hancur beberapa orang kaya akan berfikir untuk pindah ke luar angkasa atau sebagainya.
__ADS_1
Singkatnya bukan menjaga, mereka lebih mencoba membuat peradaban baru.
Yah, kurasa aku tidak harus menceritakannya lebih jauh lagi.
Singkatnya di dunia ini, tanah yang mereka tinggalkan karena tidak bisa dihuni tiba-tiba menjadi lebih bagus dari tanah yang mereka ambil sekarang dan ingin merebutnya kembali.
Jika hal itu terjadi, tidak ada pilihan selain membunuh seluruh umat manusia yang ada di benua manusia yang terlibat.
Itu hanya akan menjadi pilihan terakhir.
Paling tidak ada manusia di benua ini jadi bukan berarti manusia benar-benar akan punah.
Rion yang menyadarinya meregangkan tangannya.
"Kau memilih hal sulit, padahal jika kau memilih tinggal bersamaku tanpa terlibat hal seperti ini, hidupmu jauh lebih mudah loh Lion."
"Bersembunyi bukan gayaku, aku akan menghadapi mereka secara langsung."
"Masih bersikap keren walau seperti ini."
Rion melompat ke arahku dan dengan sengaja menggosokan dadanya yang besar di wajahku.
Ujung kecil mirip buah ceri masuk ke dalam mulutku.
"Aku tidak bisa bernafas."
"Fufu padahal kau bisa langsung bersenang-senang denganku di sini, tapi jika kau sudah siap aku akan berada di sana jadi jangan ragu-ragu menyerangku seperti hewan buas."
Aku hanya menatapnya dengan pandangan bermasalah saat dia menjauh.
Aku melanjutkan.
"Dalam mengembalikan benua iblis semestinya, aku masih kekurangan orang-orang kuat, kurasa aku akan mencari pelayan dan memberikan ketujuh dosa mematikanku pada mereka dengan begitu pekerjaanku akan sedikit ringan, bagaimana menurutmu Rion?"
"Jika itu yang ingin kau lakukan aku akan setuju saja.. akan tetapi saat di benua iblis kembali, aku pikir kau harus mengambil satu negara untukmu juga."
__ADS_1
"Apa harus?"
"Tentu saja, negara adalah sesuatu yang menjadi basis dari pertahanan jika kau memimpin di sana kau akan diakui oleh negara lain... walau menyebalkan, kau masih bisa menikahi wanita berkipas itu dan memiliki keturunan darinya sebagai penerus dari negaranya."
Itu mungkin sesuatu yang tidak bisa dihindari.
"Jadi ras seperti apa yang akan kau rekrut?'
"Aku belum memikirkannya."
"Jika demikian bagaimana dengan ras oni, mereka sangat kuat dan bisa diandalkan ciri dari ras ini memiliki tanduk di kening mereka walaupun bukan keturunan ras iblis."
"Kenapa bisa begitu?"
"Lebih tepatnya mereka memiliki darah campuran manusia dan naga, di wilayah naga mereka diusir jadi mereka mengasingkan diri di pulau terpencil di tengah laut.. singkatnya mereka keturunan pahlawan yang sebelumnya bersama Gracia."
"Itu berarti salah satu pahlawan di masa lalu memiliki rekan party naga dan ia malah menikahinya."
"Benar, tapi bukan salah satu melainkan semuanya kecuali Gracia yang masih perawan."
"Mereka semua hobi dengan naga."
"Naga sangat cantik ketika mengambil wujud manusia, Harty juga bukannya begitu."
"Aku belum pernah terpikirkan."
"Wajar saja, karena kau selalu bersamaku jadi aku adalah kecantikan pertama bagimu hingga wanita yang di bawahku seperti biasa saja."
"Yah, kupikir itu juga salah satu alasannya."
"Dan untuk Gracia... kau hanya melihat sosok yang kau suka di duniamu bukan? Dia sangat mirip kan."
"Aah, kenapa kau mengatakannya, berhentilah membaca pikiranku."
"Fufu itu mustahil banyak hal menarik darimu Lion."
__ADS_1
Dewi ini memang jahat.
Di masa lalu aku menyukai seseorang mirip Gracia namun sayangnya dia menolakku. Aku benar-benar menyedihkan jadi silahkan tertawakan.