Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 437 : Kekuatan Dari Pembunuh Naga


__ADS_3

"Sebelum mulai, kau yakin tidak ingin melepaskan topengmu itu dulu."


"Jangan hiraukan diriku mari bertarung."


"Baiklah."


Dalam waktu sedetik Varlia telah muncul di depanku, sebelumnya dia selalu menahan untuk tidak menggunakan pedangnya tapi sekarang jelas dia tidak lagi.


"Sudah kuduga seranganku bisa diblokir dengan hanya satu pedang," katanya demikian.


Aku menarik pedang yang lain membuatnya mundur ke belakang, dia menyilangkan pedangnya saat aku memberikan beberapa tebasan.


Dentrang.... Dentrang..


Aku muncul di belakangnya dan ia masih bisa menahan tebasanku.


"Teleportasi kah?"


Ini sama dengan kemampuan miliknya yang sebelumnya, hanya saja dia lebih ke arah kecepatan.


Aku mengayunkan dua pedang secara bersamaan dan Varlia menghilang lalu muncul kembali di atasku, dia memutar tubuhnya beberapa kali bersamaan dengan pedangnya, aku menahannya dan pijakanku meledak bahkan arena yang kami pakai kini retak lalu hancur berkeping-keping.


Semua orang berlarian menjauh namun tidak ada yang berniat untuk melewatkan pertarungan kami berdua, giliranku yang menyerang. Tebasan biasa hanya akan diblokir dengan mudah olehnya jadi kuciptakan sihir penguat.


"Wind Slash."


Bilah angin meluncur padanya, dia pun melakukan hal sama dengan kemampuannya.


"Wind Slash."


Dua bilah angin saling bertubrukan menciptakan ledakan di tengah-tengah yang menerbangkan setiap material ke segala arah.

__ADS_1


Apa itu hanya kebetulan dia bisa menggunakan sihir angin, maka dari itu kini aku menggunakan sihir api.


Menyelimuti pedangku dengan api aku melemparkan bilah itu padanya dan lagi-lagi Varlia melakukan hal sama.


"Kenapa Varlia bisa menggunakan kemampuan yang sama dengan Lion?" ucap Estelle kebingungan namun aku sudah tahu jawabannya.


"Kemampuanmu adalah menduplikat sihir orang lain hanya dalam satu kesempatan."


"Kau memang memiliki mata yang tajam."


Selain Estelle ada lagi orang berkemampuan cheat lainnya.


"Apa kau ini sebenarnya pahlawan?"


"Bukan, aku hanya gadis desa sebelumnya, ini semua hasil dari latihanku sendiri."


"Jika benar, itu jelas menarik."


Kami bertarung sangat cepat dan semakin cepat, setiap tebasan menciptakan ledakan besar.


Bam.


Angin berhembus kencang.


Jika menyangkut kekuatanku aku bisa saja unggul dengan cepat jika menggunakan skill tujuh dosa mematikan namun aku berfikir akan terus menyembunyikannya, tujuanku di sini hanya satu, kembali ke dunia sebelumnya, dengan cara membiarkan Estelle mengambil peran penting.


Pedang Varlia tiba-tiba terlempar ke udara lalu menusuk tanah dalam posisi berdiri, semua orang terdiam beberapa saat bahkan orang yang memiliki pedang itu sendiri tak bisa berkata apapun.


"Oi, oi, apa yang sebenarnya terjadi, dia baru saja melemparkan pedang Varlia?"


"Mungkinkah barusan hanya kebetulan."

__ADS_1


"Aku pikir begitu."


Aku menghunuskan pedang untuk meletakkan ujungnya di leher Varlia agar dia tidak bisa bergerak kembali.


"Sudah selesai."


"Aku kalah."


Itu perkataan yang bagus, kuat memang penting tapi memahami situasi jauh lebih penting juga, aku menyarungkan kembali pedangku lalu berjalan bersama Mamia dan juga Estelle untuk kembali ke panti asuhan.


"Yang barusan sangat hebat, saking cepatnya aku bahkan tidak bisa melihat apapun."


"Tak hanya Estelle, aku juga."


"Seperti yang mereka bilang itu hanya kebetulan," jawabku lemas.


Beberapa langkah dari tempat pertandingan aku merasakan aura yang terus mengikutiku dari belakang.


Varlia dengan tatapan mencurigakan bersembunyi di balik tiang lampu jalan.


Tatap~


Matanya seperti mata anak kucing dalam kardus yang ditinggalkan pemiliknya.


"Apa yang sedang kau lakukan?"


"Aku perlu rekan untuk mengalahkan raja iblis, jadi biarkan aku bergabung dengan kalian, menurut gadis di sana kau juga memiliki tujuan sama."


"Ah... salahku," potong Estelle.


Kuharap Estelle bisa sedikit menyembunyikan tujuan kami atau seseorang bisa saja melaporkannya pada orang yang merepotkan.

__ADS_1


__ADS_2