Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 475 : Melawan Raja Iblis Dari Dunia Ini


__ADS_3

Kami bisa melihat bagaimana kastil itu berdiri di sebuah tanah luas yang gersang tanpa apapun kecuali awan gelap yang menyelimutinya dari atas.


Dengan kekalahan pasukannya serta hilangnya basis dari para jenderal raja iblis maka kini hanya ada satu orang saja yang akan kami kalahkan.


Kami berjalan santai ke depan kastil tersebut sebelum sebuah getaran mirip gempa bumi terasa di pijakan kami.


Di beranda kastil tampak seorang pria besar tinggi berdiri dengan gagah, mengenakan jubah kebesaran sementara di kepalanya tampak tanduk memutar runcing.


Dia melipat tangannya di depan selagi menatap kami dengan pandangan mengancam.


"Lion."


"Semuanya mundur."


Kami berlari saat tiba-tiba tanah terangkat ke udara, bersamaan itu sebuah tentakel mirip gurita bermunculan dari bawah tanah sementara kastil raja iblis mulai naik ke atas.


Jangan bilang kami harus mengalah kastilnya yang berjalan dulu sebelum menantangnya bertarung.


Ada delapan ekor tentakel yang masing-masing menyerang kami secara bergiliran, tentakel ini dibuat dari besi yang memungkinkannya tidak mudah terpotong namun dengan pedangku serta belati Estelle itu bukan sesuatu yang sulit.


Dua tentakel terjulur ke arah kami, aku memotong satunya sementara satu lagi diurus oleh Estelle.


Sementara kami sibuk memblokir serangan tentakel ini, semua orang mengirimkan serangan jauh lewat sihir untuk merusak bagian istana, walau butuh waktu yang lama itu bekerja dengan baik hingga seluruh bangunan berjatuhan dan pada akhirnya itu roboh ke samping.

__ADS_1


Raja iblis melayang lalu mendarat di depan kami semua... dia mengarahkan tangannya untuk menciptakan sebuah cermin dan dari sana sebuah tebakan mirip laser melesat ke arah kami.


Aku menahan dengan menyilangkan pedangku lalu menebaskannya ke samping hingga terpantul kembali padanya.


Varlia menjelaskan.


"Raja iblis memiliki sihir cermin, itu sungguh merepotkan, pokoknya mari serang bersama-sama."


Atas keinginan Varlia kami menjawabnya dengan teriakan semangat, kami melompat secara serempak untuk mengirim senjata kami.


Hualing biasanya berada di belakang namun sekarang dia berada di depan untuk membantu, sebuah cermin menelan tubuh Varlia lalu memunculkan kembali tepat di depan Hualing hingga keduanya saling bertubrukan.


Aku dan Estelle menyerangnya untuk memaksanya mundur menjaga jarak.


"Fire Bolt."


Sihir akan sulit untuk mengalahkannya.


"Varlia apa kau bisa meniru jurusnya?" tanyaku.


"Akan kuusahakan."


"Mari serang kembali," atas usulanku semua orang mengangguk mengiyakan lalu menyerang kembali.

__ADS_1


Mamia dipukul wajahnya hingga dia terbang melesat ke udara, di saat yang sama aku juga terlempar namun berbeda dari Mamia, raja iblis menangkap kakiku lalu melemparkannya ke istana miliknya yang roboh.


Dari tempatku jatuh Varlia dan Hualing bertaruh dalam serangan dadakan sementara Estelle menyelimuti belatinya dengan api sebelum menerjang ke depan.


Setiap serangan bisa dipatahkan, Hualing mendapatkan pukulan diperut memaksanya meluncur di permukaan tanah sebelum sejajar menantap langit.


Bagaimana pun Hualing lebih kuat saat ada air di sekelilingnya.


Estelle menebas namun dia malah terhisap oleh cermin dan dijatuhkan dari ketinggian 10 meter.


Aku bangkit lalu menangkapnya di udara.


"Lion?"


"Kau tak apa."


"Ah iya."


Varlia dan Mamia terus memberikan serangan tanpa henti, meski mereka berhasil melukai raja iblis damage yang mereka terima jelas berbeda. Sebuah tendangan menghempaskan keduanya dengan bunyi dentuman keras.


Ayo pikirkan bagaimana cara melawannya tanpa harus bertarung secara serius.


"Kalian semua."

__ADS_1


"Kami tak apa."


"Kalian bisa menang karena kalian semua menantang anak buahku secara terpisah tapi sekarang keberuntungan kalian telah habis."


__ADS_2