Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 384 : Melawan Para Bandit


__ADS_3

Di Quest keempat aku diharuskan mengalahkan kumpulan bandit yang sering muncul untuk menghadang para pedagang.


Di sela-sela penyerangan, kami memutuskan untuk beristirahat bagaimanapun sekarang kami bertiga telah menyamar sebagai pedagang lengkap dengan keretanya.


Dari awal memang mustahil menyelesaikan lima Quest dalam waktu singkat dua perhari adalah batasnya.


Aku membuat sup jamur tanpa daging yang mana membuat Rion menatapku tajam selagi memegang pisau.


"Tunggu sebentar, aku akan berburu daging untuk makan siang kita," katanya demikian.


Aku tentu segera menghentikannya.


"Tunggu kau sedang hamil, jangan berkeliaran di dalam hutan sendirian dengan pisau di tanganmu, aku akan memasukan dagingnya."


Awalnya aku menyembunyikannya di dalam sihir penyimpanan tak kusangka sulit untuk membuat Rion hanya memakan sayuran.


Wanita guild yang melihat kami berdua tertawa lepas.


"Ah, maaf.. kupikir kalian pasangan yang jarang ditemui di manapun."


"Apa kami pasangan mesra?"

__ADS_1


"Mungkin terlalu mesra... aku tidak yakin kalian hanya akan punya satu anak ke depannya."


"Itu memang rencananya, 40 atau lebih targetku," balas Rion yang spontan membuatku pucat pasih.


"Tuan Lion harus bekerja keras kurasa."


"Hentikan, kenapa kalian membahas sesuatu itu seolah hal biasa."


"Entahlah."


Beberapa menit berikutnya hidangan yang telah kubuat telah siap dan masing-masing mendapatkan jatahnya sendiri.


"Tuan Lion memang pandai memasak, Anda mungkin akan membuat para ibu rumah tangga menangis setelah merasakan seperti ini."


Wanita guild menatapku dengan pandangan bersinar.


"Hentikan, kau membuatku takut juga... sesekali aku juga menyeret mereka untuk bekerja," balasku ringan.


Hampir semua orang di mansion memiliki sesuatu yang tidak normal dalam artian kepribadian jadi percuma saja membandingkannya dengan yang lain. Kami menghabiskan makan siang kami sebelum melanjutkan kembali perjalanan dengan kereta.


Ini adalah jalan satu-satunya untuk bisa mencapai kota Apa, karena situasinya yang sepi para bandit jelas tidak melewatkannya.

__ADS_1


Di pertengahan perjalanan sebuah pohon telah diletakkan di tengah jalan demi menghalangi gerak target korban, karena jalan yang menyempit kereta tidak akan bisa langsung berputar, lebih dari itu puluhan bandit yang menunggu di bukit mulai berlarian turun demi menyergap kami.


Dari mereka tampak terlihat bahagia.


"Keretanya hanya dijaga satu orang pria bertopeng, ini jelas keberuntungan kita."


"Haha ada dua wanita yang terlihat cantik di sana, malam ini kita akan berpesta."


Perkataan yang sering didengar dari seorang penjahat.


Aku melompat turun dengan menarik pedang dari pinggangku.


"Orang itu berniat melawan kita semua haha benar-benar cari mati."


Aku mengalihkan petir di sekujur tubuhku lalu mengalirkannya ke pedangku sebelum menebas udara, aku tidak berniat memotong mereka ini hanya tebasan yang membuat mereka terhempas ke belakang.


Karena digabungkan dengan petir, tubuh mereka kejang-kejang hingga lumpuh sementara waktu kecuali seorang pria besar yang menggunakan bola besi sebagai senjatanya.


Bola besi itu menyatu dengan rantai yang terhubung pada tangannya. Untuk penampilannya sendiri dia memiliki jenggot panjang serta rambut yang telah menghilang seutuhnya, karena efek rumah kaca itu cukup menyilaukan.


Dia jelas pemimpinnya, jika bisa menangkapnya maka Questnya akan selesai.

__ADS_1


Lupakan soal anak buahnya yang mulai berlarian, dengan mengalahkan orang ini pasti bisa menguji kekuatanku.


__ADS_2