Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 220 : Pembantaian Di Kota Mati


__ADS_3

Di dalam ruangan tertutup tujuh orang penjaga mengintrogasi Nightmare dari setiap sudut.


"Di mana kau berada saat pembunuhan terjadi?"


"Aku sedang bekerja, ini sudah 20 kali kalian bertanya, bisakah aku pulang."


"Tentu saja tidak, kami masih memiliki pertanyaan khususnya soal pembunuhan lima orang pria sebelumnya."


"Eh? Aku harus makan sekarang paling tidak berikan aku makanan."


Semua orang menarik nafas panjang sebelum seseorang menerobos masuk.


"Komandan, kami telah menemukan komplotan Tarnus mereka berada di kota mati di sebelah barat dari kota kita."


Tanpa diketahui semua orang Nightmare tersenyum senang, Tarnus adalah penjual budak sekaligus yang menanamkan kutukan padanya tanpa harus bersusah payah akhirnya Nightmare menemukannya.


Dia meregangkan otot-ototnya yang kaku kemudian melompat dari kursinya.


"Sudah waktunya aku pergi, kalau begitu sampai nanti."


Seorang penjaga segera memegangi tangan Nightmare demi menahannya.


"Tunggu sebentar, kami.."


Jleb.


Sebelum penjaga itu menyadarinya sebuah pisau telah menembus lehernya dari samping. para penjaga yang mengetahui segera mengambil sikap dengan pedang mereka sementara Nightmare tertawa.

__ADS_1


"Aku sudah tidak peduli dengan kalian, cepatlah enyah dariku."


"Jadi benar selama ini kau pembunuhnya."


"Begitulah."


"Tidak ada jalan lagi serang dia."


"Jika itu pilihan kalian dengan senang hati aku akan melayaninya."


Detik berikutnya dentingan dari bilah yang bertubrukan menghasilkan kilatan cahaya ke setiap gerakan mereka, bahkan penjaga yang terlatih tidak bisa mengalahkan Nightmare yang melesat dengan gerakan cepat.


Dia secara bergiliran menusuk jantung lawannya yang terbaring di lantai.


"Jangan bunuh aku... aku memiliki istri dan anak yang menungguku pulang."


Ketika Nightmare mengirimkan tusukannya darah menyembur dari mulutnya menjatuhi kalung liontin dengan foto keluarganya, komandan penjaga hanya berteriak frustasi sementara Nightmare berjalan menghampirinya.


"Kau monster."


"Biar kuberitahu satu hal, kalianlah yang monster."


Darah menyembur dari lehernya sebelum akhirnya dia tumbang ke samping.


"Sekarang waktunya untuk menghabisi mereka semua."


Meninggalkan pos penjagaan Nightmare melangkah kakinya ke luar gerbang kota, sebelumya dia memiliki masalah dengan para petualang dan sekarang mereka telah menghalangi jalannya.

__ADS_1


"Kau mau lari kemana, kau telah memotong tanganku dan sekarang giliranku yang akan memotong tanganmu."


"Aah... aku sangat takut, bisakah aku dibiarkan saja.. aku siap melayanimu, apa kau menyukai tubuhku."


Rekan yang dimiliki pria itu mulai melirik satu sama lain, itu bukanlah tawaran yang buruk namun sejujurnya Nightmare telah berada di tengah kerumunan mereka sekarang.


"Sekarang aku sibuk, sayang sekali kalian semua mati di sini."


SRAK.


Seluruh kepala mereka terpenggal tanpa bisa melawan. Nightmare berjalan selagi melompat-lompat riang sementara beberapa orang yang melihat itu hanya bisa jatuh gemetaran.


Setelah perjalanan lama akhirnya Nightmare telah sampai di kota mati, dia melompat dari bangunan satu ke bangunan lainnya dengan mengenakan jubah coklat untuk menyembunyikan identitasnya.


Tepat saat ia mengalihkan pandangannya matahari telah terbenam seutuhnya. Kota ini telah terkena bencana monster karena itu kota ini telah ditinggalkan sejak lama.


Meski begitu ada beberapa bangunan yang masih utuh dan sekarang dijadikan sebagai markas penjual budak, dua orang keluar dari bangunan yang diawasi Nightmare, keduanya pergi ke sebuah gang gelap dan di sana mereka saling menumpahkan gairah masing-masing meskipun jelas keduanya sesama wanita.


Saat Nightmare mendaratkan kakinya keduanya mengalihkan pandangan padanya.


"Kalian sedang asyik berduaan, boleh aku ikut."


Keduanya terbelalak kaget.


"Bukannya kau."


"Tepat, aku adalah mimpi buruk kalian.... selamat malam."

__ADS_1


Dua pisau terbang lalu menikam kepala mereka hingga roboh, keduanya adalah orang yang menyeret Nightmare ke dalam penjara dan sekarang mereka dibunuh olehnya.


__ADS_2