
Aku diajak berkeliling beberapa saat sebelum akhirnya berhenti di depan sebuah toko bertuliskan manga.
Mereka menerbitkan serta memberikan pelatihan untuk menggambar.
"Hebat bukan, dengan ini semua orang dapat menjadi komikus loh... setelah semua bisa melakukannya aku akan mencoba mendistribusikannya ke seluruh benua."
Aku jelas menantikannya.
Setelah kami berkeliling, tempat terakhir yang kami kunjungi adalah Onsen atau lebih dikenal sebagai tempat pemandian air panas. Di sini menyediakan pemandian campuran di mana entah pria atau wanita bisa mandi secara terbuka.
Charlotte dan Kizuna menyandarkan punggungnya di kolam sementara aku mengikuti di samping.
"Pria dan wanita mandi bersama bukannya itu sedikit.."
"Jangan khawatir, pemandian ini nantinya akan dirubah terpisah menjadi pria dan wanita, khusus hari ini saja digabung."
"Dengan kata lain kau sengaja merubah peraturannya saat kita datang kemari."
"Ah, lihat... pemandangannya sangat bagus."
Dia segera merubah topik.
Aku memilih menyerah dan mengikuti tatapan Kizuna bersama Charlotte, pemandangan pegunungan sangatlah indah. Aku ingat di sini awalnya hanyalah tanah gersang tapi sekarang menjadi tanah subur yang kaya dengan sumber daya alam yang melimpah.
Setelah mandi kemudian makan dan akhirnya berpamitan, ini jelas mirip dengan sebuah liburan antar negara.
"Bagaimana menurutmu?"
__ADS_1
"Sangat menyenangkan, aku yakin ke depannya akan banyak orang yang berdatangan kemari dan memutuskan untuk tinggal."
"Hehe, aku akan berjuang membuat negara ini jauh lebih baik," ucap Kizuna.
Aku mengangguk kecil lalu berpamitan dan pergi dengan melewati Teleportasi Gate.
Aku sedikit penasaran dengan negara lainnya lain kali aku ingin berkunjung juga.
Beberapa hari berikutnya di ruang kerjaku aku disibukkan dengan berkas yang menumpuk di meja, sementara orang-orang sedang libur bekerja aku malah terkurung di ruangan ini.
Gracia duduk di atas meja selagi menikmati penderitaanku.
"Selama ini bawahanmu yang terus bekerja sekarang gantian Lion yang harus bekerja."
Aku hanya menghela nafas panjang.
"Aku ingin meminta izin untuk membuat akademi juga di sini."
"Pembelajaran memang dibutuhkan tapi semua orang di sini elf loh... mereka belum tentu ingin belajar sihir."
"Memangnya sihir hanya bisa digunakan untuk bertarung... sihir juga bisa digunakan untuk hal lain seperti membuat mereka menaiki sapu terbang untuk mengirim surat atau menggunakan sihir air untuk mencuci pakaian. Sihir benar-benar membantu."
Jika dipikirkan lagi apa yang dikatakan Gracia jelas hal yang baru, sebelumnya aku memang belum pernah melihat hal itu di dunia ini. Bahkan penyihir bisa digunakan sebagai jasa antar paket.
Itu jelas ide bagus.
"Kurasa aku bisa sependapat denganmu tapi perlu seseorang yang mengelola akademinya jadi."
__ADS_1
"Aku akan pindah kemari, akademi yang sebelumnya kukelola akan diberikan ke wakil kepala sekolah nantinya."
"Sepakat."
Aku mengulurkan tanganku untuk berjabat tangan dengannya.
"Kau buat saja proposalnya dan akan kulihat nanti."
Gracia mengangguk sebagai balasan.
Pengembangan kota masih dalam tahap awal kurasa ide Gracia bisa diterapkan dari sekarang untuk mendapatkan hasil yang lebih bagus ke depannya.
Setelah kepergian Gracia, seorang elf yang lain muncul di ruanganku.
Dia adalah teman Rion di masa lalu bernama Via. Dia memiliki rambut pirang sebahu dan sama-sama memiliki dada besar.
"Yang mulia kami sudah siap memulai exspedisi seperti yang sudah direncanakan."
"Kerja bagus Via, kita bisa berangkat besok."
"Tapi kenapa kita harus pergi ke tempat yang sangat dingin."
"Soal itu nantinya juga kalian akan tahu."
Di dunia ini terbagi menjadi empat benua. pertama benua enam wilayah, benua iblis, benua manusia dan terakhir yang paling atas adalah benua kutub.
Sesuai namanya itu adalah tempat yang memiliki udara dingin dan terkesan sulit untuk ditinggali kendati demikian aku perlu untuk memeriksanya sendiri.
__ADS_1