Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 24 : Ritual Iblis


__ADS_3

Pagi berikutnya aku meminta semua orang kecuali aku dan Valentine untuk mengawasi situasi.


Dengan pedang Rion di pinggangku aku mengawasi setiap jejak iblis yang kutemukan.


Ngomong-ngomong soal gadis kelinci yang kami selamatkan kemarin, dia bernama Naina, Naina pergi dari rumah untuk mencari saudari perempuannya yang diculik oleh iblis ke sebuah tempat bernama Tower of Trinity, dikatakan bahwa saudarinya dijadikan bagian dari menara tersebut sebagai sumber tenaga demi menciptakan iblis-iblis baru.


Ada kemungkinan selain dari ras mereka sendiri, mereka menciptakan ras dari ras lainnya.


Valentine yang sudah berkeliling dengan payungnya turun dari langit.


"Lion sepertinya kau harus melihat ini?" katanya-katanya seolah diselimuti kesedihan, aku merasakan firasat buruk untuk ini.


Aku mengikuti Valentine dari belakang, setelah melewati beberapa pepohonan dan semak-semak aku terkejut karena sesuatu.


Tepat di depan mataku puluhan kepala manusia diletakan di atas sebuah tongkat, beberapa ada yang telah menjadi tengkorak dan beberapa lagi yang membusuk maupun masih utuh.


"Ini terlalu kejam."


"Beginilah iblis, mereka tidak peduli dengan nyawa manusia... saat melawan mereka tidak perlu menunjukkan belas kasih," sela Rion.


"Untuk sekarang aku akan menguburkan mereka dengan kayak."


Aku menyentuh tanah kemudian sebuah tanaman raksasa menyeruak dari sana menelan seluruh keberadaan mereka ke dalamnya.


Akan sangat memakan waktu jika kau menguburkan mereka di tanah karena itu hanya ini yang bisa kulakukan untuk mereka.


Aku maupun Valentine mengarahkan pandangan ke arah menara tinggi yang menjulang ke atas langit.


Seluruh tubuh dari orang-orang barusan telah dibawa ke arah menara tersebut untuk dijadikan iblis, pada akhirnya kepala yang terpotong akan digantikan dengan kepala iblis yang sebelumnya mati saat peperangan. Itu adalah yang dinamakan Ritual Iblis.


Dengan ini apa yang dilakukan Harty memang tepat meskipun dia tidak menyadarinya, dibanding membiarkan tubuh iblis begitu saja lebih baik dia memakannya. Atau setidaknya aku harus menghancurkan bagian kepalanya.

__ADS_1


"Mari kembali Valentine."


"Baik."


Valentine berjalan di sampingku tanpa menutup payung di tangannya.


"Kau tidak masalah berjalan dengan terus memakainya?"


"Tidak, aku merasa nyaman saat ada payung menutupiku."


"Dia hanya memiliki kebiasaan seperti itu, vampir tidak pernah takut dengan sinar matahari," tambah Rion menegaskan.


Aku memang pernah melihat Valentine tidak mengenakan payung saat keluar rumah dan dia memang baik-baik saja.


Harty maupun Naina masih tertidur lelap, untuk Naina aku tidak masalah tapi untuk Harty bukannya dia terlalu banyak tidur.


Aku membangunkannya.


"Bangunlah."


"Lapar, apa makanannya belum siap?"


Valentine tertawa.


"Dia masih mengigau."


"Hari ini kita hanya makan buah-buahan."


"Apa?"


Itu selalu membuatnya terkejut.

__ADS_1


Akibat keributan Naina juga ikut terbangun.


"Maaf, apa aku membangunkanmu?"


Dia menggelengkan kepalanya sebelum melanjutkan.


"Sekali lagi terima kasih karena menyelamatkanku, sekarang aku akan pergi ke menara."


"Itu tidak boleh, biar kami yang akan menggantikanmu... semalam kau tidak bisa tidur karena terluka parah, biar aku dan Harty yang pergi."


"Tapi.."


"Di sana tempat yang mengerikan, tunggulah di sini bersama Valentine sampai kami kembali.. aku sudah memastikan bahwa para iblis sudah pergi dari hutan ini," atas pernyataanku Naina mengganguk mengiyakan.


Setelah kami sarapan. Aku menaiki tubuh Harty dalam bentuk naga lalu mendarat di depan menara yang seutuhnya dicat warna merah.


Harty tersenyum puas.


"Aku akan memakan seluruh iblis yang ada di dalamnya, pasti rasanya sangat enak."


"Ada kemungkinan iblis di dalam sini dibuat dari tubuh manusia.. kau masih akan memakannya."


"Kenapa tidak?" dia menjawabku selagi memiringkan kepalanya.


Aku memang bodoh telah menanyakannya.


Harty melanjutkan.


"Saat di kota aku tidak membunuh manusia hanya agar ras naga lain tidak disalahkan karena ulahku."


"Aku bisa mengerti alasanmu, syukurlah sampai saat ini kau hanya mencuri uang mereka.. mari masuk."

__ADS_1


"Dengan senang hati."


Kami melewati gerbang raksasa setelahnya.


__ADS_2