Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 217 : Pergerakan Solomon


__ADS_3

Awan gelap dan tebal memenuhi langit kelabu, apa yang bisa digambarkan adalah suasana suram yang membekas dalam hati.


Kilat cahaya dari petir bersinar membelah langit bersamaan dengan terpaan angin yang keras, sementara langit bergemuruh kota yang berada di bawahnya telah hancur porak poranda, mayat-mayat telah dikumpulkan menjadi satu dan di saat yang sama orang-orang berjubah hitam mulai berkumpul untuk melantunkan mantra terkutuk.


Benar, ini adalah sebuah ritual untuk memanggil iblis.


Iblis dikatakan telah lenyap saat era dewi jahat Riona namun sejujurnya itu adalah omong kosong belaka, iblis di dunia ini dan iblis dari dunia lain itu adalah sesuatu yang berbeda, ada empat iblis yang disebut pilar raja kematian dan mereka menempati tempat mereka sebagai Priodal demon, sebuah posisi yang melebihi raja iblis itu sendiri.


Ada beberapa syarat untuk pemanggilan mereka namun paling dikhususkan adalah untuk mempersembahkan darah Dark Elf di tambah dengan mayat-mayat sebagai pengorbanan.


Pria yang bertanggung jawab dengan hal ini berjalan maju menampilkan mata merah yang bersinar, ia mengenakan mantel hitam berbulu dengan aura gelap menyelimutinya.


Dia adalah orang yang terlibat dalam peperangan melawan Titan dan dan juga orang yang menghancurkan benua iblis sebelumnya.


Benar, dia adalah Solomon.


Solomon menciptakan lingkaran pemanggil dari darah Dark Elf yang dia dapat dari Evila dan Kuno.


Setelah selesai dia kemudian menaruh mayat-mayat tersebut di atasnya, petir menyambar ke tempat di mana lingkaran sihir berada memunculkan sosok dari dalamnya yaitu empat Priodal demon dengan kekuatan mengerikan.


Tiga adalah pria dengan jubah hitam dan satu lagi wanita berpenampilan serba merah dikenal sebagai Echidna.


"Aku adalah raja iblis Solomon dari dunia ini, menyambut kedatangan pilar raja kematian."

__ADS_1


"Terima kasih atas sambutan ramahnya.. namun apa alasan kau memanggil kami ke sini?" ungkap Echidna.


"Dunia ini tidak memiliki tempat untuk iblis aku ingin kalian membantuku untuk memusnahkan ras lainnya."


"Heh, begitu. Karena sudah dipanggil ke sini apa boleh buat."


"Aku sangat menghargainya... ada seseorang yang ingin kalian bunuh juga."


"Kirim saja kami ke sana maka kami akan bereskan."


"Kalau begitu."


Solomon menggunakan sihir teleportasi lalu mengirim ke empatnya ke wilayah Dark Elf berada.


Evila mengajukan pertanyaan.


"Paling tidak itu akan membuatnya sedikit sibuk, dari awal mereka bukan tujuanku sebenarnya. Aku membunuh Dark Elf hanya untuk menyingkirkan pengganggu."


"Pengganggu?" Kuno juga berekspresi sama dengan Evila sementara Solomon menjelaskan.


"Ras Dark Elf memiliki seorang pelindung bersama Clarisa Marie, jika kita menghabisi Dark Elf sebelum orang itu datang dia akan kehilangan minat untuk turut ambil bagian dari rencana kita."


"Dengan kata lain tuan ingin menghancurkan semangat juangnya," tambah Kuno.

__ADS_1


"Benar, kudengar orang itu sangat memperjuangkan ras Elf termasuk Dark Elf sendiri."


Solomon berhenti sejenak lalu melirik ke arah Nightmare yang duduk dengan apel di tangannya.


"Bagaimana menurutmu?" dia mengirim pertanyaan tersebut.


"Dia hanya elf murni aku tidak peduli."


"Meskipun kau pernah diajari olehnya juga."


"Itu hanya kebetulan."


Sesaat bayangan Nightmare terbayangkan di pikirannya.


Karena memiliki darah campuran elf dan naga orang tuanya dibunuh lalu dirinya dijual ke pedagang budak hingga berpindah-pindah tuan saat orang-orang saling membunuh satu sama lain demi mendapatkannya seorang telah datang untuknya.


Dia adalah Clarisa Marie.


Pemandangan itu sangat melekat olehnya.


Nightmare terikat dengan rantai sementara elf di depannya mengulurkan tangannya. Walau dia bisa bebas dengan membunuh tuannya tidak membuatnya berhenti ditangkap sebagai budak.


Clarisa berkata.

__ADS_1


"Mari pergi dari neraka ini."


Nightmare hanya menatapnya dengan pandangan kosong.


__ADS_2