Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 495 : Sebuah Pernikahan Seusai Pertempuran


__ADS_3

Kami semua pergi ke dermaga dan melihat' rentetan kapal bajak laut dengan jumlah besar, mereka menaikan bendera tengkorak dan mengirimkan peluru meriam ke arah pulau.


Beberapa bangunan terhantam bola besi tersebut dan lalu meledak bahkan dari mereka mampu mencapai istana.


"Kita tamat, dari mana mereka mendapatkan armada sebanyak ini."


Karina yang menjawab pertanyaan raja.


"Sebagian adalah pasukan kita yang mulia, mereka sudah merencanakan untuk berkhianat."


"Dasar, seharusnya aku lebih cepat mengetahuinya."


Sebuah bola meriam mengarah ke arah raja, aku hendak bergerak namun pendeta Karina lebih dulu menciptakan barier yang melindungi keduanya.


Aku menggaruk belakang kepalaku selagi menghela nafas, kami tidak memiliki banyak waktu untuk melayani ini semua.


Hualing mengobati orang-orang terluka dan Harty terlihat bersemangat namun aku menarik kerah gaunnya.


"Kau ingin kemana?"


"Aku ingin mengamuk Lion, aku sudah lama tak berolah raga."


Harty dianggap sebagai dewa pelindung di pulau ini, aku seharusnya memberikan peran penting padanya.


"Jangan terlalu lama."


"Oke."


Harty berubah wujud menjadi seekor naga sebelum melesat maju, dia melesat sangat cepat yang mana kibasan sayapnya mampu sedikit membelah permukaan air.


"Mustahil, ada seekor naga... semuanya serang."

__ADS_1


Tubuh Harty memang di bom bardir di sana sini meski demikian tidak bisa melukainya sedikitpun, dia menghantamkan tubuh besinya ke salah satu perahu hingga meledak kemudian beralih ke perahu lainnya, dia bertengger di atas sana lalu menyemburkan nafas api yang menghancurkan lima perahu sekaligus.


Hualing yang berdiri di sampingku berkata kepadaku.


"Bukannya Harty itu terlalu kuat, naga memang kuat tapi Harty jauh lebih dari itu."


"Harty adalah ratu naga jadi bukan hal aneh."


"Ratu naga?"


Pihak musuh mulai melawan dengan sihir, perdana menteri itu juga melakukan hal sama di mana ia menciptakan bola api raksasa lalu menembakannya pada Harty.


Bagi naga, api hanya makanan, itu tidak berpengaruh sedikitpun... sebagai gantinya dia diinjak hingga perahunya hancur berserakan. Salah satu perahu sengaja menabrakkan diri ke tubuh sang naga dan keduanya meledak dahsyat.


Harty terbang ke arah kami kembali dan mendarat dengan wujud manusianya.


"Mereka keras kepala, meski pemimpinnya sudah mati mereka tetap saja menyerang."


"Biar aku saja yang maju, aku pasti bisa mengalahkannya."


"Biar aku saja, sihir suci tidak berpengaruh kepada perahu sebesar itu."


"Tapi.."


"Biar aku saja."


"Serahkan pada Lion, dia sangat kuat loh," tambah Hualing yang mana mendapatkan anggukan kecil Karina.


Aku melompat sedikit jauh dimana kakiku menyentuh permukaan air dan berdiri tanpa kesulitan.


Bola meriam menyerangku secara bersamaan namun aku menebas mereka semua hingga meledak sebelum mengenai tubuhku

__ADS_1


Mari pikirkan bagaimana cara aku menyelesaikan semuanya dengan cepat, kurasa aku punya satu.


Aku meletakkan tanganku di air dan selanjutnya sebuah ombak setinggi ratusan meter tercipta ke udara layaknya sebuah benteng raksasa, Aku mendorong ombak itu ke arah mereka dan dalam sekejap seluruhnya lenyap tanpa sisa bahkan orang yang disebut sayap utara atau selatan tidak ada apa-apanya.


"Dengan ini kita sudah menang."


Karena keheningan aku melirik ke arah belakangku dan mereka semua mematung.


"Kalian baik-baik saja?"


"Lion... kekuatan barusan sangat tidak masuk akal, bahkan yang barusan setara dengan dewa."


"Itu hanya sihir biasa."


Karina melirik ke arahku ketika dia akhirnya sadar lalu menarik tanganku untuk berlari bersamanya.


"Tunggu apa yang kau lakukan?"


"Apa maksudmu bertanya, kita akan menikah, mari pergi."


"Heh? Tapi istriku banyak."


"Nambah satu lagi tak masalah bukan, mari mantap-mantap sebentar sebelum melanjutkan perjalanan lagi."


Ini semua salah Harty.


"Jika begini waktu kita akan lebih lama sedikit."


"Tak apa kan Hualing, biarkan Lion bersenang-senang dengannya sebentar."


"Bukannya ini salahmu menunjukan wajah Lion begitu saja."

__ADS_1


"Maafkan aku, aku tidak akan melakukannya lagi."


__ADS_2