
Di bar yang telah disewa oleh para pedagang, sebuah kegembiraan telah pecah. Mereka semua mengangkat gelas bir mereka selagi bersulang riang.
"Dengan hadiah yang diberikan kekaisaran kita jadi kaya raya haha."
"Aku juga, aku bisa memulai bisnis baru dan hidup damai bersama keluargaku."
"Jangan bicara lagi, hari ini memang keberuntungan kita."
"Minum sampai perut kita penuh."
Tanpa mereka sadari mereka telah membangkitkan sebuah mimpi buruk yang tidak pernah meraka bayangkan.
Sebuah potongan kepala meluncur menghancurkan pintu bar sebelum menabrak rentetan botol-botol minuman yang berjajar di rak, dari pintu yang hancur tampak seorang pria berjalan dengan putus asa.
Ia memakai mantel hitam berbulu di antara kerah dan tangannya, matanya berwarna merah dan dia sedang menarik tubuh yang telah kehilangan kepala tersebut.
Semua orang terdiam dengan sosok yang mereka temui secara tiba-tiba.
Yang jelas dia adalah iblis Solomon.
"Sial... pihak kekaisaran masih melewatkan satu lagi, mari habisi dia."
Beberapa orang berjalan mendekati dengan semua senjata di tangannya dengan sekali ayunan pedang tubuh mereka meledak dahsyat dengan seluruh organ bercampur darah yang berserakan.
"Kalian akan mati."
Solomon membunuh mereka semua secara tragis, seorang pria yang telah kehilangan kedua kakinya terus menyeret tubuhnya.
"Jangan bunuh aku, jangan bunuh aku...
__ADS_1
setelah ini aku hanya akan pergi dan hidup dengan damai keluargaku."
Solomon menendang wajahnya meremukkan mulutnya tanpa ampun, air mata menetes dari wajahnya yang tidak bisa berbicara.
"Jangan khawatir, semua keluarga pedagang di sini juga akan menyusul kalian ke neraka, ini adalah awal dari pemusnahan umat manusia... aku akan membuat kalian semua hidup tersiksa hingga perang yang terjadi tak akan pernah berhenti."
Pemandangan wajah anak dan istrinya sekilas muncul di wajah pria yang telah menyesali semua tindakannya, mereka telah menerima kebaikan para iblis di desa itu tapi karena keserakahan mereka dengan tega menjual informasi pada kekaisaran.
Semuanya telah terlambat.
Tubuh pria itu diledakan.
Setelah membunuh seluruh orang di bar, Solomon berdiri di atas bangunan tinggi lalu memunculkan tujuh gerbang raksasa yang disebut sebagai gerbang Solomon.
Dari dalamnya puluhan Titan bermunculan.
Tentu itu bukan Titan asli, itu adalah hasil percobaan yang dilakukan Solomon.
Penampilannya lebih mirip ke arah iblis, dan dinamakan dengan hal sama.
Mereka Iblis Titan.
Orang-orang mulai berlarian ke segala arah, mereka tidak memakan manusia meskipun begitu semua tubuh manusia dibunuh hingga hancur.
"Anakku."
"I..Bu."
Duaaaar.
__ADS_1
"Tidak..."
Nightmare muncul disamping Solomon dengan nada senang.
"Benar-benar luar biasa, kau bisa melakukan hal ini... kurasa aku harus memanggilmu raja iblis Solomon, mulai sekarang."
"Terserah kau ingin memanggilku apa, pergilah dari sini."
"Aku akan pergi lagipula cowok di sini pasti sudah mati."
Saat Nightmare berbalik sebuah pedang menggorok lehernya hingga tubuhnya terjatuh sekarat.
"Ah, kau malah membunuhku juga .. itu sangat mengerikan."
Solomon melirik ke arah bangunan lain dan melihat bahwa Nightmare telah berdiri di sana.
"Padahal aku sudah mengantar Isabela tapi kau malah membalas dengan hal seperti barusan."
Tubuh Nightmare yang sebelumnya dibunuh telah menghilang.
"Kudengar kaulah yang memberikan informasi pada para pedagang itu."
Nightmare tersenyum.
"Benar sekali, akulah yang melakukannya... tapi aku tetap memegang janjiku untuk tidak melaporkan mereka kekaisaran jadi bukan salahku."
"Aku akan membunuhmu suatu hari nanti."
"Kurasa itu mustahil, hal yang kuinginkan akan terjadi lewat tanganmu... bagiku itu sudah cukup, aku hanya akan bersembunyi sampai waktunya tiba."
__ADS_1
Nightmare menghilang setelah berkata demikian sementara Solomon terus bergerak menghancurkan segalanya tanpa ampun.