Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 282 : Julie


__ADS_3

Julie membawa kami berdua ke sebuah pelabuhan, di sana dia membeli sebuah perahu kecil untuk kami gunakan bersama.


"Yah, karena tidak ada yang mau pergi ke sana, kita harus sendirian seperti ini.. mari dayung bersama-sama," katanya tertawa senang.


Untuk pergi ke sana kami benar-benar harus bekerja keras. Perlu sekitar 30 menit sampai di pulau dan pulau tersebut seluruhnya tertutup oleh pepohonan, dari luar memang sulit untuk dilihat tapi saat kita masuk ke dalamnya ada sebuah desa yang bisa kita temukan.


Desa ini adalah desa Titan yang tersembunyi dari siapapun maupun dunia, hampir seluruh orang di sini memiliki kulit gelap serta berpenampilan sederhana, untuk pria mereka tidak mengenakan pakaian dan hanya mengenakan celana boxer dan untuk perempuan semuanya terlihat mirip Julie sendiri.


Livia memosisikan diri bersiaga dengan pedangnya saat semua orang berkumpul memperhatikan kami.


"Mereka tamuku, kalian harus memperlakukannya dengan baik."


"Jika kepala desa bilang begitu apa boleh buat."


"Kepala desa hah?" kata Livia melirik ke arah Julie.


"Mereka memutuskan seenaknya saja.. aku hanya gadis biasa, kau tahu."


Livia mengayunkan pedangnya hingga dalam sekejap bilah itu terjepit diantara jempol dan telunjuk tangan Julie.


"Sangat berbahaya mengayunkan pedang sembarangan."

__ADS_1


"Lihat kan, kau bukan gadis biasa, hampir mustahil menahan tebasan barusan."


"Kau sedang mengujiku kah... pokoknya, ikut aku kita bisa berbicara di kediamanku."


Kami duduk di ruangan tanpa kursi dan hanya beralaskan tikar dan meja sebagai pemisah. Julie keluar dari dapur dengan beberapa minuman dingin yang dibuat dari sihir.


"Di sini sangat panas, silahkan."


"Terima kasih, aku sebenarnya bukan Titan asli, apa kau tidak keberatan jika kau bersikap ramah?" kataku.


"Soal itu masalah sepele, beberapa orang di sini juga merupakan Titan sepertimu terutama akulah yang membuat ramuannya."


"Bukannya Solomon yang membuatnya," kataku demikian.


"Ah bocah itu kah... dia pasti membuat masalah di luar bahkan setelah ribuan tahun," Julie menyilangkan tangannya selagi menutup matanya seolah tak bisa berbuat banyak dengan keadaan.


Banyak hal yang ingin kutanyakan tapi kita mulai dengan sesuatu dengan pulau ini.


Julie menjelaskan.


"Pulau ini sebenarnya pulau yang aku pilih untuk menyembunyikan para Titan, kebanyakan saat peperangan Titan melawan para dewa dewi Itulah yang sangat mengerikan. Banyak nyawa yang mati dan banyak orang yang kehilangan keluarganya, untuk melindungi kedua belah pihak aku menyelamatkan beberapa orang juga, mereka tidak bisa selamat jadi aku terpaksa merubah mereka jadi Titan."

__ADS_1


Livia membuka mulutnya.


"Jadi begitu alasan Titan masih ada bahkan saat peperangan."


"Benar sekali, aku tidak membuat mereka untuk balas dendam aku hanya ingin mereka bisa hidup dengan cara menyembunyikan diri di antara para manusia sayangnya..."


"Ranger mengumpulkan semua Titan yang masih hidup dan menghasut mereka untuk balas dendam."


"Tepat sekali, lalu bagaimana kau bisa berubah jadi Titan?"


"Lu Shang mengambil pengetahuan Solomon dan aku meminum hasil ciptaannya lewat Ranger."


"Jadi begitu, semuanya jadi kacau balau seperti ini.... Solomon sebenarnya adalah anak yang malang, ras iblis tidak memiliki tempat entah itu di dalam manusia atau Titan mereka mendapatkan diskriminasi bahkan saat dia hampir mati karena kelaparan aku menemukannya dan membawanya kemari... dia orang yang baik dan memiliki ketertarikan dengan ilmu pengetahuan... ia bahkan bisa meniru ramuan yang kuciptakan dan bilang setelah aku memiliki pengetahuan akan kubawa semua penduduk desa ke benua yang dikenal benua iblis sekarang namun sayangnya orang-orang yang dilindunginya malah dibantai oleh kekaisaran sejak saat itu dia berubah jadi sosok yang berbeda."


Livia menarik pedangnya.


"Jika kau tidak membuat ramuan itu, hal seperti ini tidak akan terjadi, banyak orang-orang yang menyalahgunakannya, termasuk kelompok diriku."


Julie meminum tehnya lalu berkata dengan santai.


"Meski begitu aku juga menyelamatkan banyak kehidupan termasuk ras Titan itu sendiri, jika aku tidak menciptakannya ras Titan sudah pasti akan punah sejak lama."

__ADS_1


__ADS_2