
Solomon berniat untuk membuat raja iblis baru dengan cara memberikan kekuatan raja iblis terdahulu lewat topeng yang dibuatnya, tentu topeng ini dibuat dari tulang wajah iblis sebelumnya karena itulah saat Rion mengalahkan mereka di masa lalu tubuh mereka diambil oleh Solomon demi datangnya hari ini.
"Jadi bagaimana sekarang?" tanya Nerta.
"Kita masih belum tahu pergerakan Solomon maupun raja iblis yang dia buatnya, karena itu kita abaikan saja untuk saat ini.. Pertama aku akan membawa kalian pergi ke negara Nibela, di sana adalah negara untuk para titan jadi kalian akan mudah beradaptasi," atas pernyataanku entah Nerta atau Ireta yang hanya duduk diam terbelalak terkejut.
"Kenapa reaksi kalian begitu?"
"A-ada negara titan di benua ini?" balas Ireta yang mana kujawab dengan santai.
"Julie belum mengatakannya."
"Sama sekali belum," keduanya menjawab diwaktu bersamaan.
"Aku lebih mudah jika aku langsung menunjukannya, setelah kalian makan dan berisitirahat aku akan segera mengantar kalian."
"Kami sangat berterima kasih."
"Tak perlu sungkan, aku suka membantu."
Ireta dan Nerta sepertinya sudah memilih untuk tidak bersedih lagi dan memutuskan melangkah maju. Meksipun aku tahu mereka tidak mudah untuk menyembunyikan kesedihan mereka.
__ADS_1
Setelah makan dan membiarkan mereka beristirahat aku secara khusus membawa mereka menuju negara bernama Andromeda yang dimiliki oleh Nibela dan ibunya, mungkin seharusnya aku mengatakan anak dan istriku.
Harfilia melompat ke arahku sementara aku melirik ke arah Ireta dan Nerta yang terlihat memerah.
"Kalian sangat mesra."
"Um, um."
"Harfilia."
Selama lima menit barulah dia mau melepaskanku, aku menceritakan kedatanganku kemari dan mereka berdua hanya mengangguk mengiyakan walau sekarang aku termasuk keluarga keputusan tetap akan diserahkan pada Nibela.
"Aku mengerti keseluruhannya, kerajaan Andromeda selalu menerima siapapun dari ras titan hanya saja seperti yang lainnya kalian harus mentaati semua peraturan yang berlaku di sini."
"Untuk nona Nerta bisa bekerja di sini juga, dan anak-anak yang anda bawa bisa dititipkan ke panti asuhan."
Untuk usulan panti asuhan Nerta jelas menolaknya. Ia memilih untuk merawatnya sendiri sebagai ibu asuh.
Nibela tampak kesusahan untuk membalas pernyataan tersebut, sementara Harfilia melirik ke arahku untuk mencoba membantu keputusan putrinya.
Aku mengangguk kecil padanya lalu menyela.
__ADS_1
"Bagaimana jika Nerta dan para anak-anak tinggal di sini saja sebagai pelayan, dengan begitu kalian bisa terus bersama."
Di sini tidak ada undang-undang ketenagakerjaan jadi anak kecil masih bisa bekerja asal mereka mendapat perlakuan baik.
"Yang ayah bilang benar, bagaimana begitu saja?"
Nerta memikirkannya sesaat sebelum akhirnya menerimanya dengan senang, ada banyak ruangan di sini mereka bisa tinggal di manapun yang mereka suka.
Nibela mengalihkan ke arah Ireta, dia bukan titan meski demikian Nibela bisa memberikan satu tempat untuknya namun dia segera menggelengkan kepalanya.
"Terima kasih, tapi aku akan tinggal di Elfdian saja sampai aku yakin bahwa Solomon terbunuh setelah itu aku ingin mengembara."
"Jika keputusan nona Ireta demikian aku tidak bisa berkata lebih."
"Terima kasih atas pengertiannya."
"Kalau begitu mari buat pesta penyambutan," ucap Nibela senang.
Dia semakin dewasa dan mulai terbiasa dengan posisinya. Aku sudah tidak perlu khawatir lagi.
Harfilia hanya mengedipkan mata ke arahku yang mana kujawab dengan senyuman ragu. Aku pikir aku akan tertahan di sini beberapa hari.
__ADS_1
Ireta tidak keberatan untuk tinggal di sini juga lebih lama sebelum kembali bersamaku, setelah ini kami pasti akan mendapatkan pekerjaan yang cukup berat.