
Hari ini aku mengunjungi kerajaan Dersiva dimana bangunannya merupakan bangunan eropa modern yang seluruhnya ditinggali oleh para ras iblis.
Alasan aku datang ke sini semuanya karena permintaan Hime yang ingin melihat bagaimana kehidupan ras iblis di dunia ini. Dia berada di depanku selagi berlari ke sana kemari seperti anak kecil.
"Enak, tolong dua lagi paman."
"Oke."
Dia malah kuliner makanan.
Yah, aku tidak keberatan untuk mengikutinya dari belakang.
"Akyu sangyat syenang."
"Telan dulu sebelum bicara."
Dia melakukan apa yang kuminta dan lalu mengambil air untuk dia minum. Kami berada di tengah kota selagi melirik pemandangan di depan kami yang merupakan air mancur tinggi.
Isabela yang merupakan ratu dari kerajaan ini pasti sedang sibuk di jam-jam seperti ini jadi aku tidak ingin mengganggunya, dan saat siang hari kami baru menemuinya.
Hime dan Isabela saling bertemu dan keduanya saling berjabat tangan sebelum mencium pipi kiri kanan dan tersenyum penuh bunga.
"Mari ke kamarku."
__ADS_1
"Baik."
"Oi."
Kenapa semua orang jadi malah Yuri sekarang. Kami duduk di kursi ruangan dan membahas soal dunia bawah yang telah bekerja sama dalam banyak hal di benua iblis khususnya untuk Elfdian sendiri.
"Ah begitu, sesama dari ras iblis kami akan senang bisa saling membantu.. aku tidak keberatan jika ada beberapa orang dari dunia bawah ingin memutuskan tinggal di sini asal melakukan prosedur dengan semestinya, kami menyediakan lapangan perkerjaan juga seperti menanam kacang kedelai serta gandum juga, jika membutuhkan pekerjaan kami akan langsung memberikannya."
"Lion, itu terdengar luar biasa."
"Um."
"Tapi rasanya tidak adil jika hanya kami yang mendapatkan keuntungan jika mau kami bisa menjual beberapa hewan yang bisa membantu di ladang, mereka bisa membantu membajak dan jika kalian kelebihan hewan ini bisa menjualnya kepada kami juga."
"Hewan seperti apa itu?"
"Sapi neraka."
Namanya terdengar mengerikan, mungkinkah sapi itu memiliki tubuh api. Saat aku dan Hime keesokan harinya kembali ke kerajaan Isabela semua orang terkejut.
Sapi itu memiliki tiga mata dengan tubuh hitam dan memiliki tanduk empat, seperti yang dikatakan Hime mereka ahli membajak ladang.
Di masa depan kerajaan ini akan bisa saling menguntungkan dengan dunia bawah. Setelah urusanku selesai aku juga pergi ke kerajaan lainnya untuk memeriksa keadaan mereka. Meski aku berasal dari kerajaan lain aku selalu dengan senang mengawasi mereka untuk saling membahas masalah yang terjadi dan terkadang mereka juga yang datang lebih dulu ke kerajaanku.
__ADS_1
Aku pikir semuanya telah mendapatkan kedamaiannya sendiri.
"Kau ada di sini rupanya Lion, aku sudah membuat satu model awal untuk membuat jet ski kau mau melihatnya."
Clarisa telah ada di rumahku pagi itu dengan tatapan berbinar. Jika menyangkut penemuan dia sangat bersemangat padahal sebelumnya dia sudah babak belur saat insiden di alam dewi.
Dia menarikku pergi ke danau para Siren dan memperkenalkan alat yang dia buat, aku tidak sendirian melainkan mengajak Karina untuk mencobanya.
"Eh, bagaimana cara aku melakukannya?" tanya Karina.
"Kau hanya duduk di atas sini lalu memutar pegangan ini dan kau akan berjalan maju."
"Eh, mudah sekali ternyata... aku akan mencobanya?"
"Nah Lion, apa baik-baik saja memintanya untuk mencobanya pertama kali."
"Jangan khawatir, saat jatuh dadanya akan mengapung dia pasti tidak akan tenggelam."
"Jadi itu niatmu, jika kena air memang akan tembus pandang."
Meski aku dan Clarisa menunggu, Karina tidak pernah jatuh sekalipun, dia malah lebih terlihat menikmatinya.
"Mari coba ke wanita yang lain."
__ADS_1
"Aku juga setuju."
Dengan ini kami berfikir untuk membuat baju renang untuk dijual di tempat ini.