
Dia mengayunkan pedangnya sementara musuhnya hanya menghindarinya setipis rambut, setiap tebasan dia hindari yang mana hanya menghancurkan setiap bangunan saja.
Orang-orang dari ras iblis mulai berhamburan untuk menyelamatkan dirinya.
"Kau sangat kuat, pasukan elit memang beda yah."
"Tutup mulutmu."
Satu bangunan roboh dengan kehancuran luar biasa.
"Aku telah memakan banyak iblis, orang sepertimu tidak akan sanggup melawanku.. aku Makao, sang iblis dari tujuh pilar yang melayani tuan Henos tak mudah dikalahkan dengan ini."
Genjitsu muncul di samping Makao, ia mengayunkan pedangnya dari samping.
"Tarian pedang kematian."
Sekitar 10 tebasan dilesatkan dalam waktu singkat memotong tangan kaki dan tubuhnya jadi berkeping-keping, Makao tak bisa bereaksi dengan itu sehingga tubuhnya berjatuhan sesaat, kendati demikian tubuh itu bergerak kembali lalu menyatu sedia kala.
"Haha sudah kubilang bukan?"
"Kenapa kalian melakukan hal sejauh ini?" tanya Genjitsu marah.
__ADS_1
"Apa kau tidak tahu, dulu iblis itu hidup dengan memakan manusia... saat itu adalah sesuatu yang hebat tapi kita malah terperangkap di dunia menyedihkan ini, di sini tidak ada manusia yang bisa kubunuh jadi akhirnya aku memakan kalian dan tak kusangka hanya dengan itu kekuatanku telah meningkat pesat."
"Kau sudah kehilangan akalmu."
"Terserah kau mau bilang apa, aku juga akan memakanmu."
Makao menguatkan tangannya lalu kembali menyerang Genjitsu yang memosisikan dirinya dalam bertahan, setiap goresan tercipta di seluruh tubuhnya.
"Apa ini kemampuanmu? Cepat tunjukan lagi. Hime akan menangis saat tahu anak buahnya begitu lemah."
"Kau?"
Genjitsu melapisi pedangnya dengan api menebas kepala Makao menjadi dua bagian, tentu dia menyadari bahwa serangan seperti itu masih belum membunuhnya jadi ia memutar pedangnya kembali untuk memotongnya di tempat lain, ketika dia melakukannya dari belakangnya puluhan pedang menembusnya dari segala arah.
"Kau terlalu lama di sini Makao... jadi aku menyelesaikan pertarungan ini untukmu."
"Kau menganggu saja Saratobi, aku sedang bermain-main di sini."
"Bodoh... tuan Henos akan marah jika kita belum membantai tempat ini, sebaiknya kau segera melakukannya."
"Aku tahu, mau bagaimana lagi... habisi semuanya."
__ADS_1
Saratobi memiliki tubuh yang diselimuti perban layaknya mumi, dia mengenakan jubah Kimono hitam dengan satu mata di wajahnya serta mulut yang merobek ke arah telinga.
Kemampuannya adalah merubah setiap darah ditubuhnya menjadi pedang.
Genjitsu hanya tumbang tanpa bisa melakukan apapun lagi, di depannya teriakan orang-orang yang ia berusaha dilindunginya menggema ke udara, kepala terpenggal dari tubuh mereka dan hanya menyisakan tubuh tergeletak dengan darah segar.
Di dunia bawah sendiri mirip sebuah neraka namun di depan matanya jauh melebihi itu semua.
Pandangannya mulai kabur dan saat dia sadari semua pandangannya menjadi gelap gulita, dia terbangun saat seseorang memanggil namanya.
"Genjitsu kau baik-baik saja?"
"Yukisa kau?"
Di depannya adalah seorang wanita dengan Kimono hitam serta rambut panjang berwarna serupa yang di ikat dengan pita ke samping, ia memiliki mata bintang serta memiliki dua tanduk kecil di atas kepalanya.
"Bagaimana dengan kota ini?"
"Maaf, saat aku datang kemari semua orang telah dibantai habis..."
Genjitsu bangkit dengan bantuan Yukisa, seperti apa yang dia beritahukan seluruh penduduk telah mati.
__ADS_1
Organ-organ dari tubuh berceceran memenuhi jalan dan beberapa kepala dengan tubuh tidak lengkap tergeletak begitu saja.
"Lain kali akan kubunuh mereka semua," teriak Genjitsu.