Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 233 : Misi Pertama


__ADS_3

Dua Minggu berikutnya.


"Qiana, Glory."


Mendapati arahanku keduanya muncul dari samping iblis titan yang hanya berfokus untuk membunuhku. Mereka berdua melompat dengan cepat seolah menggunakan roket pendorong, memutar pedangnya lalu memotong bagian tubuh beserta kepalanya hingga darah memuncrat ke udara memberikan warna merah pada bangunan keabu-abuan.


"Yataa... selanjutnya."


"Terus bergerak dalam dua anggota."


"Okay."


Keduanya kembali terbang ke arah kumpulan iblis titan, awalnya mereka hanya bisa mengeluh tapi sekarang mereka jauh dari yang kubayangkan.


Aku berdiri di atas cerobong asap untuk melihat perkembangan ketiga pria lainnya, Weis bertugas sebagai pengalihan, iblis titan setinggi 80 meter tengah mengejarnya dari belakang menghancurkan setiap bangunan yang di singgahinya.


"Hanya itu kemampuanmu, hanya ukuranmu saja yang besar... aku di sini, kejar aku brengsek."


Tangan raksasa yang berbulu terjulur padanya, dengan ringan ia menjatuhkan tubuhnya ke belakang tanpa berbalik seolah dia tidak ragu dengan apa yang dia perbuat.


Di momen jatuhnya dia memutar tubuhnya agar kakinya berada di bawah lalu menggunakan sedikit dorongan dari sepatunya untuk berpindah tempat.


Tangan raksasa yang sudah terlanjur terjulur dipotong oleh Ace yang muncul dari samping.


Saat dia mengerang kesakitan di bahunya telah berdiri Edmund.


"Berisik sekali kau, biar aku permudah kematianmu."


Dia melompat ke atas memberikan tebasan dengan sihir angin memotong kepalanya tanpa kendala, darah menyembur ke udara bagaikan air hujan dan sedikit membasahi rambutnya.


Edmund yang seperti wanita kini telah menjadi pria dewasa yang keren.

__ADS_1


"Apa yang kalian tunggu, mari bunuh semuanya."


"Yos, jika Edmund bilang begitu, mari bertaruh siapa yang lebih banyak mengalahkan mereka."


"Itu ide bagus Weis, tapi jangan lupakan soal keselamatan."


"Okay."


Mereka kembali bergerak dengan lincah.


Aku yang memperhatikannya bisa menangis kapanpun, inilah yang disebut anggota party sesungguhnya bukan sebatas terjebak dengan Harem dan melakukan mantap-mantap setiap ada kesempatan.


Yang jelas inilah yang disebut petualang sesungguhnya.


Aira dan Rion yang dalam bentuk pedang membaca pikiranku dan menegurku.


"Apa salahnya hidup seperti itu, bukannya Harem sangat menyenangkan."


"Eh, apa aku mengatakan itu."


Dewi ini.


Karena alasan itu aku menutup wajahku selama ini.


"Wajar jika memiliki banyak istri, kuharap Lion bisa memperlakukanku lebih setara dengan Rion ke depannya."


"Bukannya aku selalu melakukannya."


"Tidak, dari jadwal yang kuhitung, kau lebih banyak menghabiskan malam dengan Rion."


Masalah itukah.

__ADS_1


Entah kenapa dua orang ini sangat pandai menghancurkan suasana, terlebih ada seekor naga di sini juga yang tidak bisa diam.


Dia meronta-ronta di jalanan selagi mengibaskan tangannya.


"Aku ingin makan, makan... biarkan aku makan daging iblis titan."


"Sudah kubilang cobalah untuk pilih-pilih makanan."


Loli naga ini lebih merepotkan, dia naik ke punggungku lalu berusaha menggigit kepalaku.


Diantara pasukan pejuang, Valentine dan juga Clarisa turut membantu, mereka mencoba bergerak dengan Manuever Acceleration Gear namun sepertinya tidak berjalan baik.


Itu bukan alat yang mudah digunakan pad akhirnya mereka memilih melakukan serangan dengan caranya sendiri.


Satu iblis titan jatuh lewat pedangku.


Karena naga saraf ini mengganggu, aku mencengkeram kepalanya lalu melemparkannya ke dalam mulut iblis titan yang muncul.


"Aku akan dimakan."


Sesekali dia harus tahu rasanya menjadi pihak yang selalu ditelan.


"Apa yang kau lakukan Lion, kau baru saja menumbalkan rekanmu?" teriak Clarisa yang entah muncul darimana.


Bersamaan itu tiba-tiba saja tubuh Iblis titan yang memakan Harty mengeluarkan semburan api di bagian dadanya hingga tubuh itu tumbang, Harty keluar dari dalamnya.


"Apa ada yang mau makan iblis titan panggang?"


"Aku ingin muntah," ucap Clarisa.


Itu juga yang kurasakan sekarang.

__ADS_1


__ADS_2