Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 275 : Benua Kutub


__ADS_3

Bersama Via serta beberapa elf kami tiba di daratan yang dimaksud, seperti namanya semua tempat terasa dingin hingga kami mengenakan pakaian tebal berbulu.


Setiap kami menginjakan kaki sekitar 10 cm pijakan kami akan merebas ke dalam dan sesekali kami harus saling membantu untuk menembus medan yang paling berat.


"Via tanganmu."


"Terima kasih yang mulia."


Aku membiarkan seluruh anggota partyku tetap di Elfdian dibanding ikut untuk sesuatu yang merepotkan mereka akan senang duduk di tempat hangat selagi bergosip satu sama lain.


"Apa kita masih jauh?" aku mengangguk mengiyakan kepada seorang elf yang bertanya demikian.


"Dari sini sekitar satu ratusan meter lagi, bertahanlah."


Via yang mengikutiku dari samping tampak penasaran dengan apa yang kami ingin temukan, sampai kami tiba dia akan mencoba menahan diri untuk bertanya.


"Ada sesuatu yang datang," tepat saat aku mengatakan hal demikian seekor beruang putih muncul dengan seorang penunggang di atas punggungnya.


Dia tidak mengenakan pakaian tebal seperti kami bahkan sama sekali tidak mengenakan alas kaki. Wajahnya sedikit terkejut saat melihat sosok Via.


"Kalian semua elf? Tidak satu orang manusia."


"Yang mulia bagaimana ada elf yang tinggal di tempat yang dingin, jangan bilang alasan kita adalah mereka," ucap Via terkejut.


"Tepat sekali... mereka disebut Elfwin, ras Elf yang bisa bertahan hidup di cuaca dingin."


Elf yang kumaksud mengarahkan ujung tombaknya kepadaku sehingga lima elf yang kubawa kemari menarik pedang mereka.


"Kalian turunkan senjata kalian."

__ADS_1


"Tapi?"


"Sudahlah."


Aku mengangkat kedua tanganku lalu berkata.


"Bisakah aku bertemu dengan pemimpinmu?"


"Kurasa kalian tidak berniat menyerang kami, ikutlah akan kutunjukan pada kalian."


Kami akhirnya dibawa ke sebuah pemukiman yang seluruhnya bangunannya di bangun dari pahatan es.


"Ketua suku, aku membawa orang-orang ini...mereka ingin bertemu denganmu."


Seorang yang terlihat tua menyambut kedatangan kami bersama penduduknya, karena aku bersama elf jadi mereka tidak menaruh kecurigaan.


"Namaku Lion, aku berasal dari benua iblis tepatnya dari negara Elfdian."


"Bukannya bemua itu telah dihancurkan."


"Benar."


Alasan kenapa mereka pindah kemari karena sebelumnya mereka tinggal di benua iblis, dibanding mereka pergi ke benua manusia atau benua enam wilayah mereka malah memutuskan tinggal di tempat ini.


Itu memang salah satu cara untuk mendapatkan kedamaian. Elf yang membawa kami kemari dipanggil oleh ketua suku.


"Aisha, apa kau yakin mereka mengatakan hal jujur?"


"Mereka tidak berbohong, mata mistikku bisa melihatnya."

__ADS_1


Jadi Aisha pengguna salah satu mata tersebut.


Ini akan jauh lebih mudah untuk membujuk mereka.


"Kami sebenarnya ingin membawa kalian kembali ke benua iblis dan tinggal di negaraku, negaraku hanya dihuni oleh para elf karena itu aku yakin kalian akan jauh lebih baik untuk berada di sana."


"Hal baik hanya bisa kami putuskan sendiri," dari belakang kurumunan orang-orang tampak seorang pria besar muncul selagi berkata demikian.


Dia melanjutkan.


"Dulu kami mati-matian bertahan di tempat ini hingga kami akhirnya bisa hidup dan terbiasa, jika kami pergi ke sana itu hanya akan membuat kami harus berjuang mati-matian kembali."


Aku mengerti apa yang dia maksud.


"Jika kalian suka hidup di tempat dingin maka aku akan membuatkan kota seperti itu."


"Aku tidak percaya?"


"Hentikan An, dia mengatakan hal sebenarnya... semua pernyataannya tidaklah bohong."


"Kita tidak harus mempercayainya... mungkin saja dia memiliki kemampuan untuk menghancurkan kemampuanmu hingga tak bekerja."


"Jangan remehkan aku."


Entah Aisha maupun An saling menatap penuh permusuhan.


"Aku tidak akan memaksa, kalian bisa memikirkannya."


"Tidak ada yang harus kami pikirkan kami jelas menolaknya," jawab An.

__ADS_1


Melihat penggerakan An, Via meletakan tangannya di gagang pedang hingga kepala suku menghentikannya.


"Tolong biarkan kami memikirkannya seharian, setelah itu besok pagi kami akan memberikan jawabannya," atas pernyataannya aku mengangguk mengiyakan.


__ADS_2