Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 74 : Sebuah Pertandingan Bela Diri


__ADS_3

Itu adalah sebuah bar yang malam hari ini disewa oleh pasukan penjaga. Dengan mengangkat cangkir besar yang terbuat dari kayu kami semua berteriak serempak.


"Bersulang."


Kemeriahan pecah diantara kami semua, siang tadi kami mengalahkan para iblis dan sekarang kami semua bersantai.


Hidangan kelas atas menghiasi meja kami, sepertinya hanya aku yang mengisi gelasku dengan minuman tanpa alkohol.


"Valentine coba udang ini juga."


"Terima kasih Lion."


"Untuk Rion, Harty dan juga Nibela."


"Tunggu, ini sayuran."


Ketiganya berkata demikian nyaris bersamaan.


"Agar manfaat dari makanan yang kita nikmati bisa diolah dengan baik oleh tubuh kalian harus menyeimbangkannya dengan sayuran-sayuran dan buah-buahan, Valentine juga sebelumya memakan sayurannya dulu."


"Meski kau bilang begitu."


Elf mana yang tidak menyukai sayuran, kudengar mereka malah lebih menyukainya dibanding daging ataupun ikan bahkan banyak yang menjadi vegetarian.


Walau terpaksa mereka harus memakan sayurannya.


Tak lama kemudian komandan yang memberikan kami perkerjaan mendekat ke arahku selagi meletakan kantong koin emas di meja.


"Ini upah kalian."


"Bayarannya sangat tinggi, terima kasih," kataku ringan sebelum akhirnya dia melambai dan pergi.

__ADS_1


Pagi berikutnya kami semua melanjutkan perjalanan kembali. Kami tidak menaiki naga atau membawa kereta kami cukup berjalan kaki saja.


Rion dalam bentuk pedangnya menghela nafas panjang.


"Aku terlalu banyak makan kemarin, sekarang perutku sakit."


"Aku tidak bisa apa-apa jadi terima saja nasibmu."


"Kejamnya."


"Valentine tolong katakan sesuatu pada cowok tak berperasaan ini?"


Valentine hanya membalas dengan senyuman masam dan Harty menyela.


"Dulu jika para naga sakit kami memakan jamur serba bisa, dengan begitu rasa sakitnya akan menghilang."


"Kenapa bisa?"


"Entahlah aku juga belum pernah memakannya tapi kebanyakan yang makannya bilang tubuhnya seperti terbang."


Aku melirik ke arah Nibela.


"Perjalanan kita masih jauh, mau aku gendong."


"Tidak, aku sangat kuat.. segini bukan apa-apa bagiku."


"Begitu, oh yah apa kau tahu para Titan lainnya?"


"Tidak, kami memilih untuk pergi masing-masing dan membaur bersama para manusia biasa, hanya dengan itu kami bisa hidup. Memangnya ada apa Lion?"


"Aku hanya berfikir mungkin suatu hari mereka akan muncul dan menyerang manusia."

__ADS_1


"Manusia memang pantas mendapatkannya mereka memperlakukan kami dengan kejam."


Itu memang benar, meski begitu jika perang pecah kembali dampaknya akan jauh lebih buruk dibandingkan sebelumnya.


Kami tiba di sebuah kota yang menjadi tujuan kami, aku sebenarnya berfikir akan sulit untuk menemukan kekuatan Rion yang disegel itu akan tetapi pikiran itu benar-benar salah besar.


Di depan kumpulan orang-orang yang berkerumun salah satu pria yang bertugas sebagai pembawa acara berkata.


"Semuanya silahkan berkumpul, dalam waktu lama pertandingan bela diri negeri api akan dimulai lagi, bagi siapa yang merasa dirinya kuat silahkan mengikuti pertandingan ini, hadiahnya tidak main-main... selain persediaan daging setahun, kami juga akan memberikan uang serta bola bercahaya ini, jadi tunggu apa lagi daftarkan diri ada untuk pertandingan ini."


Semua orang yang kebanyakan para petualang berteriak semangat.


"Daging setahun."


"Uang."


"Kekuatan api."


Semuanya terdengar menggiurkan.


"Mari ikuti kompetisi ini."


Kami semua mendaftar kecuali Rion sendiri.


Pertandingan akan digelar besok hari jadi ini pendaftaran terakhir.


Aku mengisi namaku kemudian memasukannya ke dalam kotak yang telah tersedia begitu pula anggota partyku.


"Lion, aku tidak akan mengalah padamu loh.. jadi kusarankan kau menyerah."


"Jika aku terdesak aku akan langsung mengalah."

__ADS_1


"Hoh, pilihan bagus... semua daging itu milikku."


Aku yakin dia akan menghabiskannya hanya dalam satu hari.


__ADS_2