Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 502 : Menara Babel


__ADS_3

Ringbel bergerak untuk menyerang mayat hidup yang hendak menerkamnya dimana bagian pinggir tongkatnya mengenai bagian samping perut mayat hidup kemudian melemparkannya jauh beberapa meter darinya.


Tulang mayat hidup itu telah memutar ke arah berbeda sementara kepalanya berbalik ke belakang beberapa kali, meski demikian dia masih bergerak dengan langkah pelan.


Mengurung jiwa orang mati menjadikannya sebagai boneka adalah hal mengerikan, necromancer memiliki batasan saat mereka melakukannya namun Nightmare adalah sosok yang melebihi semuanya, fakta dia bisa menggunakan skill tujuh dosa mematikan bukanlah hal yang baru namun melihat dari kekuatan yang digunakan Nightmare sekarang, Ringbel memiliki dugaan yang jauh lebih mengerikan dari itu.


Tujuh dosa hanyalah sebuah dosa yang dimiliki manusia, namun semua dosa sebenarnya berasal dari satu dosa yaitu dosa kesombongan.


Dahulu kala manusia yang sombong menciptakan sebuah buku terkutuk yang menentang semua hal tentang dewa-dewi dan bagaimana cara membunuh mereka, buku itu mereka simpan di sebuah menara tinggi, karena tidak ingin ada yang menemukannya, Amnesty menyembunyikan tempat itu dengan menempatkannya di celah semesta dimana itu berada di antara dunia manusia dan dunia dewi.


Dan tempat itu adalah.


"Kau pernah pergi ke menara Babel?"


"Tepat sekali," balas Nightmare menyeringai senang.


Brak.


Mayat hidup kaisar melompat lalu menangkap Ringbel dari belakang sebelum menusukan taringnya di lehernya.


Darah menetes dari bekas gigitan itu, dan perlahan warna gelap menyebar ke seluruh tubuh Ringbel.

__ADS_1


Itu berasal dari darahnya yang menghitam.


"Siapapun yang tergigit olehnya akan dilahap oleh kutukan yang akan membuat seseorang mematuhi segala perintahku."


Darah hitam mengalir dari mata Ringbel secara bertahap kesadarannya mulai menghilang darinya dan selanjutnya hanya sisi gelap yang berada di tubuhnya. Mayat hidup itu kembali ke peti matinya lalu masuk kembali ke dalam tanah.


Tengkorak di belakang Nightmare mulai bergerak, dia memuntahkan tubuh Venus keluar hingga dalam sekejap daging merah mulai menutupi tubuhnya sebelum akhirnya menghilang bersama kursi yang di duduki Nightmare.


"Sepertinya kekuatan dewi ini sudah terhisap sepenuhnya, biarlah kini dia sudah tidak berguna."


Nightmare berjalan kemudian menempatkan kedua tangannya ke wajah Ringbel seutuhnya.


"Aku sebenarnya ingin mengambil kekuatanmu untuk pembentukan Embrio, tapi kurasa aku punya hal yang lebih bagus untuk kau lakukan... pergilah ke Elfdian di benua iblis dan bunuh orang bernama Lion."


Ringbel mengangguk kecil lalu terbang ke udara.


Venus yang mulai sadar mengulurkan tangannya untuk menggapainya sayangnya itu hanya sia-sia saja hingga Nightmare berjalan padanya lalu menendangnya membuat posisinya menatap langit atau lebih tepatnya tertuju pada Nightmare.


Sekujur tubuh Venus telanjang jadi semuanya tampak jelas.


"Kau benar-benar iblis," katanya.

__ADS_1


"Jika demi mencapai tujuanku nama itu terlalu rendah untukku."


Nightmare menginjak kepala Venus dengan sepatunya lalu dia mengeluarkan sebuah buku dari sihir penyimpanannya.


"Lihat ini, apa kau tahu apa ini?" tanya Nightmare.


"Buku yang diciptakan oleh kesombongan para manusia, kau ternyata pernah pergi ke tempat sana rupanya."


"Aah, saat aku mendapatkan pengetahuan tujuh dosa mematikan, di perpustakaan terlarang aku tanpa sengaja menemukan tempat bernama Menara Babel, aku terus berusaha untuk masuk ke dalamnya meski membutuhkan waktu lama akhirnya aku bisa masuk dan di bagian puncak itu aku mendapatkan buku ini... bagaimana buku indah ini bisa berada di sana dan tidak ada seorang yang menggunakannya, bukannya sayang sekali membiarkannya begitu saja, jadi aku mengambilnya."


"Itu karena siapapun yang memegangnya tidak akan pernah diizinkan untuk hidup bahkan untuk bereinkarnasi."


"Lalu kemana mereka pergi?"


"Ke neraka terdalam," jawab tegas Venus.


"Neraka itu akan datang jika aku mati atau kiamat datang, selagi aku hidup dan mampu menghindari hari akhir maka itu tidak berpengaruh padaku."


Nightmare mengambil pedang dari sihir penyimpanannya lalu menembuskannya menembus kepala Venus.


"Sayang sekali aku tidak bisa membunuhmu, tapi ini juga sudah cukup.... sekarang, waktunya parade mimpi buruk."

__ADS_1


__ADS_2