Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 446 : Persiapan Penyerangan


__ADS_3

Sebagai gantinya aku menggunakan sihir suci dan itu bekerja sebagai mestinya. Jadi perban ini barang yang terkutuk.


Aku menyelimuti kedua pedangku dengan sihir suci membuatnya seolah bersinar seperti pedang mainan, semenjak aku mendapatkan sihir suci ini pertama kalinya aku mencobanya pada pedangku.


Pria mumi sedikit mundur seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Bagaimana sihir setingkat Arc Priest bisa digunakan oleh orang sepertimu."


"Aku tidak perlu mengatakannya."


Aku melesat dengan kecepatan suara, perban di tubuhnya mulai mencoba menyerang dan itu terpotong dengan rapih bersamaan dengan darah yang menyembur dari tubuhnya.


Pria mumi hanya terjatuh tak bergerak lagi, begitu juga boneka yang dikendalikannya.


Masih cukup lama sampai matahari terbit jadi kami ingin mencoba untuk membersihkan kekacauan ini.


Setiap boneka dikumpulkan dan pria mumi yang masih hidup diborgol untuk dikirim ke ibukota, aku dan anggota partyku termasuk guild master hanya melihat bagaimana pria mumi itu dibawa oleh kereta.


Estelle bertanya.


"Apa yang akan terjadi padanya?"

__ADS_1


"Mengingat dia membunuh anggota party pahlawan aku yakin hukumannya bukan hal yang bagus.. jadi sebelum pergi aku memberinya racun dan ia akan mati saat tiba di ibukota."


Kami jelas terkejut dengan perkataan guild M


master yang cukup mengerikan tersebut, tapi setelah mendengar penjelasannya itu malah menjadi jalan lebih bagus untuknya.


"Dia mungkin akan disiksa setiap hari di Ibukota, dan terakhir kepalanya yang dipenggal akan digantung di tiang bendera... begitulah bagaimana pahlawan itu sangat kejam."


Varlia menunjukkan kemarahannya, Estelle dan Mamia hanya bisa bersimpati untuk itu. Aku ingin membunuh pria mumi itu dengan tanganku sendiri, sayangnya jika kulakukan tidak akan ada yang berubah di kota ini.


Dengan cara ini guild akan mendapatkan kembali nama baiknya, pahlawan menyedihkan itu juga pasti akan sedikit berhutang lalu memberikan dana untuk pembangunan guild kembali.


Dalam waktu tiga hari semuanya telah kembali sedia kala, di bar yang dikelola guild aku memesan makanan untuk kami berempat.


Guild master yang memasaknya sendiri.


"Ini hadiah dariku, silahkan nikmati."


"Terima kasih."


Dia memberikannya secara gratis.

__ADS_1


Aku melanjutkan.


"Lalu bagaimana dengan bantuan guild dari tempat lain?"


"Mereka akan datang siang hari ini, jadi saat besok penyerangannya terjadi kita sudah siap untuk mengatasinya."


"Itu terdengar bagus."


Aku mengambil daging empuk yang lembut sebesar yang bisa diambil oleh sumpitku lalu memasukannya ke dalam mulutku.


Ini benar-benar enak, seharusnya guild master ini menjadi seorang koki saja.


Siang harinya sekitar 200 orang petualang dari kota lain datang berkumpul di luar kota jam, mereka mendirikan tenda seadanya lalu mempersiapkan apapun yang bisa digunakan sebagai senjata.


Guild master di dekatku menyapa seorang pria dari guild master berbeda.


"Terima kasih sudah mau membantu."


"Tak masalah, lagipula jika kita tidak menghentikan mereka di sini ada kemungkinan mereka juga akan menyerang ke kota kami, tapi hanya sebanyak ini petualang yang bisa dikerahkan, aku benar-benar menyesal."


"Tak apa, kamilah yang harus minta maaf... dari kami sendiri hanya sekitar 100 orang, kami sangat terbantu."

__ADS_1


Bagaimana pun caranya kami harus menang melawan 5000 goblin nantinya, goblin tidak seperti Orc mereka memiliki tubuh kecil serta tidak memiliki ketahanan seperti Orc, dengan menyiapkan barisan pasukan pemanah di depan itu bisa mengurangi jumlahnya cukup banyak.


__ADS_2