
Ibu asuh, Mamia dan juga Estelle hanya bisa terdiam selagi membuka mulutnya lebar-lebar saat puluhan orang membawa banyak bahan pokok untuk menyimpannya ke dalam gudang.
Gudang yang dimaksud adalah rumah mereka yang sebelumnya sementara rumah baru mereka sepuluh kali lipat dari gudang tersebut hampir menyamai sebuah mansion hanya saja semua bangunannya terbuat dari sihir kayuku.
Aku menambahkan sihir penguat serta anti api dalam bangunan ini paling tidak 500 tahun tidak perlu mendapatkan renovasi.
Aku berkata pada orang-orang yang susah payah mengangkut karung di punggung mereka.
"Hati-hati saat meletakannya atau aku akan menebas kalian."
"Ba-baik."
"Lion, perkataanku seperti orang jahat saja," ucap Estelle.
Ibu asuh dan Mamia malah menangis.
"Setiap bangunan ini telah aku berikan mantra lainnya jika seseorang berniat jahat mereka akan langsung tertangkap oleh tanamanku."
"Benar-benar sihir yang praktis."
__ADS_1
Ibu asuh kembali membungkuk ke arahku.
"Tidak perlu berterima kasih."
"Mana mungkin, Anda bahkan membelikan banyak ayam goreng untuk mereka semua."
"Itu hal biasa."
Berkat perdagangan di Elfdian serta penjelajahanku di Labirin Besar uangku sudah sangat menumpuk hingga aku ragu bisa menghabiskannya selama tujuh turunan secara berturut-turut.
Mari kesampingkan hal itu untuk pergi ke tempat di mana kompetisi pertarungan berada, ada sekitar puluhan orang yang ikut berpartisipasi di sana dan mereka jelas seorang petualang, aku sudah mendaftarkan Estelle jadi dia sekarang berada di grup berbeda dengan Mamia, hanya ada dua orang saja yang akan masuk ke babak berikutnya maka dari itu mereka akan berlomba untuk terus menjatuhkan lawannya.
Saat panitia mengatakan mulai grup Mamia mulai bertarung, mereka menyerang siapapun yang mereka inginkan hampir mirip seperti pertarungan membabi buta.
Keduanya menunjukkan kualitas hebat, saat aku berfikir demikian seorang tiba-tiba saja menepuk punggungku, aku menoleh dan menemukan seorang gadis dengan rambut pirang serta gaun gothic hitam berenda berdiri di sampingku, hampir seluruh pakaiannya dilengkapi ornamen pita termasuk di lehernya.
Wajahnya mengingatkanku dengan karakter dari sebuah anime dan game terkenal berjudul Fate.
Dia membawa sebuah pedang besar di belakangnya namun ukurannya lebih pendek dari seharusnya, mirip seperti pisau pemotong daging tapi dengan ukuran jauh lebih besar.
__ADS_1
"Ah, apa ada sesuatu?"
"Energi sihirmu sangat kuat, kau tidak ikut dalam kompetisi ini?"
"Aku hanya datang sebagai pengamat."
"Begitu, sayang sekali... aku sangat senang bisa melawan orang kuat, namaku Varlia Vallaha seorang petualang."
"Aku Lion, petualang rendah."
"Petualang rendah... hal itu pasti kesalahan, lain kali kuharap kau mau bertarung denganku."
Dia memiliki energi yang kuat juga, aku mulai sedikit khawatir dengan Estelle dimana gadis loli ini juga berada di grup yang sama dengannya.
Pertarungan grup kedua telah dimulai dan hanya dalam satu menit semua orang terhempas ke udara lewat sebuah tebasan udara.
Yang melakukannya adalah gadis sebelumnya bernama Varlia. Estelle hendak keluar arena namun dia dengan sigap menancapkan belati untuk menahan tubuhnya dan itu benar-benar nyaris sekali.
Panitia mulai mengumumkan pemenangnya.
__ADS_1
"Sang pembunuh naga Varlia dan juga petualang baru bernama Estelle melaju ke babak berikutnya."
Tunggu sebentar, apa dia baru saja mengatakan pembunuh naga.