
Aku senang bisa melihat mereka seperti itu.
Seiring waktu berlalu beberapa orang bermunculan untuk bertarung denganku dari puluhan orang yang mencoba hanya sepuluh orang yang berhasil terpilih dan semua daftar orang tersebut telah kuserahkan pada Wisteria.
"Kerja bagus untuk hari ini, dua hari lagi kau bisa pergi ke pulau paradise yang selama ini kau inginkan."
"Kenapa harus dua hari lagi?" tanyaku.
"Itu karena kami juga harus ikut, anggap saja pesta perpisahan kita bersama."
Itu mengingatkanku banyak hal, setelah aku kembali ke duniaku aku jelas tidak akan pergi ke dunia ini lagi. Kurasa aku hanya bisa menurut dengan apa yang mereka inginkan.
"Kalau begitu aku permisi."
Aku hendak membuka pintu saat Wisteria memangil namaku.
"Semua ini berkatmu, semua orang selalu menaruh rasa terima kasih untukmu selamanya."
"Kalian semua terlalu sering mengucapkannya," kataku melambai dan hilang dengan langkah pelan.
Sebelum kembali ke istana aku mengambil waktu untuk mengunjungi sebuah bar yang dijalankan para Succubus. Bagaimanapun ini dunia bawah semuanya tampak normal di sini.
"Ara, ada pelanggan baru? Apa anda datang ke sini untuk pelayanan malam?"
"Tidak, tidak, aku hanya ingin memesan beberapa makanan dan minuman tanpa alkohol."
"Heh, tuan ini iblis jenis apa?"
__ADS_1
"Jenis ubur-ubur."
"Saya baru mendengarnya.. tapi silahkan, apapun kami akan melayaninya. Anda bisa menyewa saya untuk teman minum."
Dia Succubus yang sexy dengan gaun ungu serta rambut berwarna serupa. Tidak ada alasan untuk menolaknya terlebih aku juga perlu informasi.
Aku duduk bersama saling berdekatan lalu memesan makanan yang kuinginkan, ini hanya jus perasan dari buah-buahan serta roti bakar.
"Jadi apa yang anda ingin ketahui hingga datang kemari?"
"Sesuai yang diharapkan dari Succubus, kau benar-benar pandai memahami seseorang."
"Tentu saja, tempat ini hanya dikunjungi oleh para pria yang tidak bisa mengendalikan birahi mereka tapi saya melihat bahwa energi sexsual anda di bawah nol."
Succubus kadang menakutkan juga.
Aku sedikit membuka topengku untuk meminum minumanku dengan sedotan.
"Aku penasaran dengan para bandit yang bermunculan, apa aku bisa dapat informasi itu?"
"Tergantung berapa yang tuan bayar, bukannya tuan datang kemari karena tahu bahwa kami bisa menyediakan informasi apapun."
"Itu memang benar, semua ini hanya sebuah penyamaran."
Aku melirik ke sekitar toko untuk memeriksa keadaan hingga Succubus di dekatku menggelengkan kepalanya.
"Tidak juga, kami memang perlu menjalankan bisnis seperti ini... bagaimanapun kami perlu energi pria untuk bisa beraktivitas."
__ADS_1
"Kurasa topiknya mulai melenceng, mari sudahi basa basinya."
Aku memunculkan sekantong uang yang kuberikan pada Succubus tersebut.
"Aku suka berbisnis dengan orang kaya... mereka selalu cepat mengerti."
"Aku ingin tahu seluruh para bandit yang meresahkan kekaisaran ini."
"Ara."
"Ada apa?"
"Bukan apa-apa, beberapa menit yang lalu ada seorang wanita yang menanyakan hal sama... kalau tidak salah dia anggota pasukan elit bernama Yukisa."
"Dia sangat nekat."
"Aku akan memberikan informasi yang sama dengannya, karena tuan membayarku lebih tinggi aku akan berikan sebuah bonus."
Dia menyodorkan sebuah foto padaku dan di dalamnya terdapat wajah yang kukenal. Siapa sangka ternyata dia orangnya.
"Yap, dialah pemimpin bandit tersebut... seperti yang mudah dilihat dari mereka, mereka hanya bandit penakut yang memanfaatkan situasi yang terjadi belakangan ini, prajurit biasa akan dengan mudah mengalahkan mereka."
"Aku tidak yakin soal itu."
Aku bangkit lalu berbalik untuk pergi.
"Anda belum memakan makananmu."
__ADS_1
"Untukmu saja.... aku juga sudah bayar minumanmu."