
Di jalanan yang dipadati pengunjung aku merasakan keberadaan yang janggal, sementara Hime masih sibuk untuk mendatangi kios sebuah jarum meluncur padanya.
Aku yang di dekatnya menahannya dengan telapak tanganku membuat darah menentas dari pergelanganku.
Ada sebuah surat diikatkan di jarum tersebut yang bertuliskan bawa Hime padaku maka semua orang akan dibiarkan hidup.
Aku melihat sekeliling dan tak menemukan apapun.
Hime yang menyadari tentang tanganku berteriak terkejut.
"Lion tanganmu."
Aku merangkul tubuhnya lalu membawanya ke dalam gang sepi.
"Aku tidak apa-apa, lebih dari itu jangan berkeliaran dulu di kota ini."
"Bagaimana festivalnya?"
"Besok kau bisa datang lagi."
Aku melepaskan topengku lalu bersiul hingga dalam hitungan detik Wisteria dan Yukisa muncul secara tersembunyi.
"Mereka sudah datang," kataku.
"Akan sangat sulit untuk menemukan mereka di dalam kerumunan seperti ini, bagaimana menurutmu Yukisa?"
"Kita tidak tahu berapa orang yang berada di sini akan sangat berbahaya untuk yang lainnya."
__ADS_1
Ketika kami memikirkannya, Hime mengangkat tangannya.
"Biarkan Lion membawaku, dengan begitu mereka akan mundur dan juga Lion akan bisa langsung bertemu dengan Echidna."
"Tapi itu sangat berbahaya," bantah Wisteria.
"Tak masalah, kini aku yang akan melindungi semuanya."
Setelah saling berdebat, aku membawa Hime keluar kota. Di sana aku telah mengikatnya dengan tali sehingga dia tidak bisa bergerak sedikitpun.
Tak lama kemudian orang bernama Kaori muncul dalam gaun hitam.
"Kau memilih pilihan bijak, sekarang berikan wanita itu."
"Aku menolak, aku sendiri yang akan membawanya pada Echidna... ada hal yang harus kubicarakan padanya?"
Sekitar lima orang berpenampilan ninja muncul dari dalam tanah kemudian mengikatku juga dengan tali, mereka membawa kami ke sebuah tempat persembunyian di dalam hutan di mana di dalamnya ada sebuah reruntuhan.
Aku bisa melihat Echidna duduk di sebuah kursi yang dibuat dari kumpulan tengkorak manusia, tak hanya dirinya ada Shiramaru dan beberapa pasukan di sekitarnya.
Saat dia menjentikkan jarinya api merah berkibar di sekelilingnya.
"Lama tak bertemu Lion, kau pasti akan datang kemari jadi aku sudah mengatakannya pada Kaori untuk membawamu juga jika kau bersikeras."
Dia mengibaskan rambut merahnya seolah bangga karena pergerakanku sudah diketahuinya.
"Di mana Ringbel kupikir kesepakatan kalian adalah tetap bersama."
__ADS_1
"Seperti yang kau katakan dia masih berada di tubuhku, kesepakatan kami hanya bekerja sama sampai gerbang Tiamat bisa didapatkan lagi sisanya aku sendiri yang menggunakan tubuhku kembali."
"Apa yang kau rencanakan?" aku menatapnya tajam.
Dia adalah iblis bagaimana pun dia berkata dan berjanji semuanya hanya akan berubah jadi kebohongan.
"Mudah saja, yang kuinginkan adalah mengambil kedudukan alam dewi."
"Mengambil kedudukan alam Dewi?"
"Seperti yang kau lihat alam semesta ini dibagi oleh berbagai dunia yang di namakan dunia paralel setiap dunia terpisah satu sama lain dan setiap dunia memiliki tingkatan sendiri.. dunia bawah ini juga berada di paling bawah diantara dunia manusia, kami iblis selalu diperlakukan di bawah maka dari itu aku ingin memutar dunia dimana para dewi dan dewalah yang berada di posisi ini dan kami para iblis yang akan mengelola seluruh dunia termasuk mengambil alih surga."
Dia memiliki impian sama seperti Nightmare tapi mengambil alih surga, lebih konyol dari itu.
Aku kini tahu kenapa Amnesty datang ke dunia ini hingga membantuku jika situasinya sangat buruk seperti ini, Echidna menjelaskan.
"Dulu hanya satu orang yang bisa datang ke sana yang berasal dari ras naga bernama Azure, sejak kematiannya tidak ada yang bisa masuk ke dunia sana namun wanita itu... dia memiliki gerbang sama yang dimilikinya."
Echidna menunjuk ke arah Hime yang tak bisa berkata apapun lagi.
Jadi begitu.
Naga Azure adalah naga yang dibunuh oleh Harty di masa lalu dimana dia bersikeras bahwa turunan naga dan ras lain harus dibunuh. Jika mengamsumsikan hal ini maka Hime juga sebenarnya diincar oleh Solomon tapi karena gerbang miliknya sudah hancur olehku maka dia tidak bisa datang lagi kemari, aku yakin dia memiliki cara lain untuk membantu Nightmare yaitu dengan langsung ke alam naga demi mengambil gerbang di pemakamannya.
Aku tertawa hingga semuanya menjadi heran.
Sekarang semuanya jadi masuk akal kenapa Nightmare memerlukan bantuan Solomon sejak awal dan membuat penduduk desa yang dilindunginya terbunuh, menyulut peperangan berkepanjangan sampai sekarang.
__ADS_1
Dia terus bersabar menunggu ribuan tahun untuk terus meningkatkan kekuatannya demi menantang seluruh dewi bahkan nyawa yang telah dimiliki Nightmare sudah sebanyak 999 agar bisa dibunuh.