Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 473 : Membangun Kembali


__ADS_3

Aku meminta Hualing dan Mamia untuk membawa para penjahat itu melalui sihir teleportasiku agar diadili di ibukota. Aku ingin menyembunyikan kemampuan ini tapi kurasa tak masalah untuk menunjukannya lagipula aku yakin mereka sudah tahu bahwa aku yang mengalahkan pahlawan.


Estelle berdiri di depan sebuah sumur kering yang tidak terlalu dalam, sumur inilah yang menyelamatkannya saat pasukan raja iblis menyerang desanya.


"Estelle kau baik-baik saja?" tanyaku.


"Aku tak apa," ucapnya selagi mengusap air mata di sudut pipinya sebelum bertanya ke arahku.


"Jadi apa yang ingin kita lakukan hingga Lion memintaku tetap berada di sini."


Aku berdeham sekali untuk melanjutkan.


"Desa ini sebentar lagi akan dibangun ulang, mungkin akan memakan waktu lama dimana para pekerja istana juga dituntut untuk membuat jalan terlebih dahulu jadi dibanding menunggu mereka kita akan membangunnya berdua saja."


"Lion... satu desa itu sangat luas, itu mustahil dilakukan hanya dengan kita berdua."


"Jangan khawatir, sihir kayuku bisa membuatnya dengan mudah untuk sekarang mari kita hancurkan rumah-rumah ini untuk dibangun ulang."

__ADS_1


Dia mungkin menganggap bahwa aku hanya bisa membuat satu rumah per waktu namun sejujurnya aku bisa lebih dari itu.


Estelle tampak terdiam selagi melirik ke arah rumah yang dulu dia huni bersama keluarganya.


"Kalau mau kita akan membiarkan rumah itu tetap berdiri."


"Tidak, aku ingin membangun rumah juga di sana agar bisa dihuni olehku nantinya dan hanya sumur ini saja yang ingin kupertahankan."


Aku mengangguk sebagai balasan sebelum akhirnya bersama Estelle menghancurkan setiap rumah yang masih berdiri di desa ini.


Tak perlu waktu lama untuk melakukannya sebelum sore kami telah menyelesaikan semuanya dengan baik, bagaimanpun semua ini hanya reruntuhan dimana sedikit dorongan maka semuanya langsung ambruk.


"Ayah, ibu, aku pulang."


Mungkin hanya halusinasi tapi sepertinya Estelle melihat orang tuanya sedang menyambutnya di rumah. Sejak itu dia hanya diam bahkan saat aku mempersiapkan makanan dia hanya bilang.


"Terima kasih untuk makanannya sebelum pergi ke kamarnya."

__ADS_1


Saat malam hari Estelle mengetuk kamarku.


"Lion, bolehkah malam ini aku tidur denganmu."


Aku jelas tidak bisa menolaknya jadi aku membiarkannya tidur di sebelahku, aku tidak terlalu pandai menghibur seseorang jadi aku hanya memeluknya selagi mengelus rambutnya sampai dia tertidur.


Semua yang dialami Estelle tidak jauh berbeda dengan yang dialami Nightmare, tidak seperti dirinya yang masih memiliki hidup yang baik, Nightmare harus berakhir di tempat penjualan budak pergi dari rumah satu ke rumah lainnya hingga akhirnya dia menaruh banyak kebencian untuknya dan berusaha untuk menghancurkan dunia.


Aku sebenarnya tidak ingin membunuhnya namun Nightmare telah banyak membuat kesedihan bagi banyak orang yang tidak termaafkan.


Apapun yang sedang dia lakukan aku akan fokus lebih dulu untuk menyelesaikan masalah di dunia ini.


Pagi berikutnya aku telah menaruh banyak makanan untuk dinikmati oleh kami berdua, Estelle tampak bergumam sesuatu seperti aku tidak menyentuhnya atau apapun tapi aku jelas akan mengatakan bahwa tidak terjadi apapun malam tadi.


Selepas sarapan kami mulai melakukan pekerjaan bersama.


Sementara aku membangun ulang tiap rumah, Estelle telah menebang beberapa pohon untuk dijadikan jalan. Untuk sekarang aku hanya membuat rumah sebanyak rumah sebelumnya, jika ada tambahan para penduduk pasti bisa melakukannya sendiri.

__ADS_1


Aku meletakkan kedua tanganku di permukaan tanah dan perlahan kayu-kayu bermunculan lalu membentuk dirinya seperti apa yang kuinginkan.


Sihir kayu memang sangat bermanfaat, sudah lima rumah telah kubangun sekarang rumah berikutnya.


__ADS_2