Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 222 : Perpustakaan Terlarang


__ADS_3

"Jadi ini yang disebut perpustakaan terlarang."


Setelah tiga hari terjebak di gurun pasir Nightmare yang kelelahan menemukan sebuah reruntuhan yang terkubur di dalam pasir merah.


Awalnya dia hanya terjerumus ke dalamnya namun di luar dugaan ia telah menemukan tempat yang dia cari selama ini, bangunan di depannya memiliki kontruksi seperti perpustakaan pada umumnya yang dibuat dari bebatuan, tidak ada yang istimewa darinya kecuali sebuah gerbang raksasa yang menjadi pintu masuknya.


Pintu itu memiliki potongan kayu berwajah kepala naga dan saat Nightmare menyentuhnya kedua matanya bersinar.


Nightmare menyiagakan pisau di tangannya sementara naga tersebut tertawa.


"Sudah sejak lama aku tidak kedatangan tamu.. kurasa aku harus mengatakan selamat bahwa kau telah menemukan perpustakaan ini."


"Mari kesampingkan hal itu, kau ini siapa?"


"Aku adalah penjaga tempat ini... kau bisa memanggilku kepala naga, setiap orang yang datang kemari aku harus menanyai tujuan dan maksudnya baru aku mengizinkannya masuk ke dalam untuk mengambil semua pengetahuan yang ada di dalamnya."


"Apa perpustakaan ini ditunjukkan untuk orang semacam pahlawan."


"Pahlawan kah? Menurutmu apa itu pahlawan?"


"Sosok menyedihkan yang bersembunyi di belakang namanya."


"Sepertinya kau tidak menyukai pahlawan, bisa kutebak kau memiliki tujuan yang buruk bukan?"


"Tepat sekali, kudengar aku bisa mempelajari semua sihir di tempat ini, aku ingin mempelajari skill tujuh dosa mematikan."


"Sihir itu sangat terkutuk bahkan aku tidak yakin kau bisa mempelajari semuanya... ada beberapa syarat yang harus dilakukan."


"Apa kau akan melarangku?"

__ADS_1


Keheningan terasa diantara keduanya saat mereka saling menatap satu sama lain.


"Nak, sepertinya hidupmu terlihat sangat sulit... aku tidak tahu harus mengatakan ini, lebih baik kau urungkan untuk membalas dendam, dendam tidak akan menyelesaikan apapun dan kau akan terus terperosok ke dalam kegelapan tanpa dasar dan saat kau sadari kau kehilangan dirimu sendiri."


"Aku sudah tidak bisa mundur lagi, inilah alasan satu-satunya aku terus hidup."


"Aku mengerti, kau bisa masuk."


Saat gerbang dibuka Nightmare berjalan masuk hingga kepala naga menjelaskan.


"Kau bisa tinggal selama yang kau inginkan, jka perlu makanan kau bisa keluar dan masuk dari jendela dan memakan apapun yang kau inginkan yang ada di sini sehingga kau tidak akan mengganggu tidurku, aku mengizinkannya."


"Aku mengerti, kukira kau akan menolakku masuk?"


"Aku tidak sekejam itu hingga membiarkan gadis kecil sepertimu kehilangan alasan hidupnya, gunakan waktumu dengan baik."


"Tentu saja."


"Aku tidak tahu akan jadi seperti apa dunia ini nantinya, yang pasti itu bukankah sesuatu yang bagus, pokoknya jangan melakukan hal yang terlalu berlebihan."


Sungguh menjengkelkan saat seorang yang tidak diperhatikan siapapun mendadak mendapatkan kalimat tersebut, tak ingin berlarut-larut Nightmare berjalan masuk bersamaan pintu yang tertutup kembali.


Di dalam sana hanyalah tempat yang gelap gulita namun sesaat berikutnya sebuah cahaya muncul dan membuat semuanya terlihat jelas, perpustakaan ini dirancang menggunakan sihir sama pada sebuah dungeon.


Nightmare menengadah ke sekelilingnya yang mana dipenuhi rak-rak besar yang tersusun rapih di dalamnya, jika di perhatikan tempat ini memiliki beberapa lantai dan seluruhnya ditutupi oleh rak yang sama.


Untuk pemulaan dia akan membacanya dari sihir yang rendah dan mencoba menemukan kemampuan tentang sihir tujuh dosa mematikan.


Beberapa hari, beberapa minggu, beberapa bulan, beberapa tahun, beberapa puluh tahun hingga beberapa ratus tahun telah berlalu dengan cepat.

__ADS_1


Nightmare yang kecil kini telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang bisa dia bayangan, selama tinggal di sini dia hanya memakan apapun yang bisa dia temukan seperti ular, kalajengking atau monster beracun lainnya.


Nightmare hanya mempelajari setiap buku biasa, dia telah menemukan tentang sihir yang dia cari setahun yang lalu dan kini dia hanya ingin melengkapinya saja.


Setelah selesai ia memutuskan keluar dan membangunkan sosok kepala naga yang tertidur.


"Ini sudah siang loh... apa tidak capek selalu tidur."


"Kau rupanya, kau benar-benar tumbuh sekarang."


"begitulah, hmm... kurasa sudah waktunya aku pergi."


"Begitu, aku lupa menanyakannya siapa yang memberitahu tempat ini padamu?"


"Guruku bernama Clarisa Marine."


"Master rupanya."


"Kau memanggilnya seperti itu, kurasa dia hanya sosok anak kecil."


"Penampilan selalu menutupi kepribadiannya bukannya kau juga sama Nightmare."


"Fufu apa yang kau bicarakan? Aku hanya wanita normal."


"Terserahlah apa yang ingin kau lakukan, entah kau ingin menghancurkan dunia ini aku tidak peduli."


"Sesuai yang diharapkan dari kepala naga, kau tidak menghentikanku maupun menasihatiku sama seperti guruku, kalau begitu sampai nanti."


Kepala naga hanya melihat sosok setengah elf tersebut dari kejauhan, ia menutup matanya dan bergumam.

__ADS_1


"Dunia ini telah menciptakan sosok monster yang mengerikan."


__ADS_2