
Kami mendaratkan kaki ke pulau tersebut lalu berjalan ke arah istana, ada air mancur di sini dengan seekor patung naga menyerupai bentuk Harty.
"Mereka membuatnya sangat detail."
Aku setuju dengan perkataan Hualing, aku sudah sering melihat perubahan Harty jadi tidak salah lagi ini sangat mirip.
Orang-orang tampak berlalu lalang di sekitar kami dan dari sebagian orang tampak menaruh minat pada Harty.
Sepertinya mereka mungkin merasa pernah melihat Harty di suatu tempat atau sebagainya. Tepat saat kami melangkahkan kaki seorang wanita pendeta tiba-tiba muncul di depan kami bersama beberapa pasukan kerajaan.
Ketika aku berfikir mungkin mereka mencurigai kami, mereka malah berlutut pada kami.
"Selamat datang kembali wahai naga yang agung, namaku Karina Lanau, kami menyambut Anda dengan penuh kehormatan."
"Eh?"
"Kau bisa mengetahui Harty?" tanyaku demikian.
"Jadi nama anda Harty, saya bisa melihat mana seseorang dengan jelas jadi saya tahu bahwa anda naga yang agung."
"Kalian tolong berdiri, kalian terlalu berlebihan."
"Maafkan kami."
Pendeta itu berdiri selagi tersenyum lembut, jika berbicara penampilannya pendeta ini berada di kelas atas dari wanita cantik yang menggoda. Dia mengenakan jubah pendeta yang tidak menutupi dadanya seutuhnya hampir hanya bagian puncak menonjolnya saja yang terikat dengan jubahnya, untuk bagian bawah itu terbelah menampilkan keseluruhan kakinya yang putih bersih bersama ornamen mirip seperti sebuah tanda tambah (+)
__ADS_1
Ia mengenakan topi serta membawa tongkat di tangannya, dia adalah penampilan pendeta yang terlihat di game game RPG yang menampilkan seksualitas.
"Silahkan... saya akan mengantarkan semua orang ke istana."
Kami menerima tawarannya, jika dia bisa melihat mana tidak aneh dia juga bisa merasakan milikku.
Gerbang istana terbuka lalu dari sini hanya pendeta Karina yang mengantar kami ke ruangan singgasana di mana pria gemuk dengan kumis putih menyambut kami dengan senang.
"Sebuah kehormatan bahwa naga agung datang kembali ke sini, apa mungkin anda datang ke sini berniat untuk membantu kami yang dalam kesusahan."
Harty melirik ke arahku dan jelas dia tidak tahu apapun, yang kami inginkan hanya mengembalikan harta yang kami temukan dan sekarang itu berubah menjadi hal merepotkan.
Karena sudah terlibat apa boleh buat, ini pasti ulah pendeta ini yang memiliki kemampuan unik.
"Izinkan saya yang mulia untuk mengatakannya sebagai perwakilan nona Harty yang agung."
Aku memilih mengabaikan keduanya lalu melanjutkan.
"Sebenarnya apa yang dikatakan yang mulia memanglah benar, kami datang kemari untuk menyelamatkan kerajaan ini, hal ini terjadi karena kami telah menemukan sesuatu dari dasar laut."
"Menemukan sesuatu."
"Biar aku perlihatkan."
Aku menjentikkan jariku menciptakan lubang di udara dan dari sana peti harta karun muncul lalu jatuh dengan pelan.
__ADS_1
Aku membuka peti tersebut lalu koin emas dengan ukiran naga terlihat dari dalamnya hingga semua orang menatapnya dengan terkejut.
"Bukannya itu."
"Tak hanya ini, kami juga menemukan semua orang di sana."
Selanjutnya aku memunculkan mayat-mayat orang di dalamnya yang sudah menjadi tulang belulang. Sang pendeta langsung mengeceknya dan mengangguk kecil ke arah raja.
"Semuanya ada di sini."
"Syukurlah bahwa mereka bisa ditemukan, kami hanya tahu bahwa mereka diserang bajak laut dan kapal mereka hilang."
Jadi dugaanku benar.
"Untuk pencapaian ini aku sebagai raja akan memberikan hadiah sebagai ucapan terima kasih, apa yang nona naga agung inginkan."
"Aku menyerahkan semuanya pada Lion, biar dia saja yang menentukannya?"
"Baiklah, apa yang ingin kami berikan padamu."
Aku menunjuk ke arah si pendeta wanita berambut pirang ikal tersebut.
"Saya menginginkannya, biarkan saya memilikinya."
Mendengar itu raja lebih terkejut lagi, ada tatapan kemarahan dari matanya sementara kedua anggota partyku berbisik satu sama lain.
__ADS_1
"Pasti karena dadanya."
"Sudah jelas, jadi Lion suka yang model seperti itu."